Doa Mempelai Pria pada Istrinya Setelah Akad Nikah

Doa Mempelai Pria pada Istrinya Setelah Akad Nikah

Arina.id - Pernikahan adalah ikatan suci yang tidak hanya menyatukan dua insan, tapi juga dua hati dalam ridha Allah SWT. Dalam Islam, setiap langkah dalam pernikahan penuh dengan doa dan harapan, agar rumah tangga yang dibangun menjadi sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Salah satu bentuk cinta yang paling indah dalam pernikahan adalah ketika seorang suami mendoakan istrinya. Bukan hanya sebagai bentuk kasih sayang, tapi juga sebagai tanggung jawab spiritual.

Sentuh Ubun-Ubunnya, dan Doakan

Dalam kitab Al-Adzkar, hal. 233, Imam Nawawi al-Baghdadi menyebutkan rangkaian ritual yang sebaiknya dilakukan oleh seorang mempelai lelaki kepada mempelai perempuan sesaat setelah akad nikah:

يُستحبّ أن يُسَمِّيَ اللَّهَ تعالى ويأخذَ بناصيتهَا أولَ ما يَلقاها، ويقول: بارَك اللَّهَ لكلِّ واحدٍ منَّا في صاحبه، ويقول معهُ ما رويناهُ بالأسانيد الصحيحة في سنن أبي داود، وابن ماجه، وابن السني، وغيرها؛ عن عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده رضي الله عنهُ، عن النبي صلى الله عليه وسلم، قال: “إِذَا تَزَوَّجَ أحدكمُ امْرأةً أوِ اشْتَرَى خَادماً فَلْيَقُلِ: اللَّهُمَّ إِني أسألُكَ خَيْرَها وَخَيْرَ ما جَبَلْتَها عَلَيْهِ، وأعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّها وَشَرّ ما جَبَلْتَها عَلَيْهِ. وَإِذَا اشْتَرَى بَعِيراً فَلْيأْخُذْ بِذِرْوَةِ سِنَامِهِ وَلْيَقُلْ مِثْلَ ذلك”. وفي رواية أبي داود: “ثُمَّ ليأْخُذْ بِناصِيَتِها، وَلْيَدْعُ بالبَرَكَةِ في المرأة والخادم”.

Artinya: “Disunahkan bagi mempelai lelaki di awal perjumpaan dengan istrinya membaca bismillah dan memegang ubun-ubunnya seraya membaca doa: “Semoga Allah memberkahi setiap dari kami dengan pasangannya.” Dan sertai membaca doa berikut yang telah diriwayatkan pada kami dengan beberapa sanad yang dalam Sunan Abi Daud, Ibnu Majah, Ibnu as-Sunni dan lainnya dari Amr bin Su’aib dari Ayahnya dari kakeknya RA dari Rasulullah, beliau bersabda: “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan watak yang engkau jadikan padanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan watak yang Engkau jadikan padanya.” Dan apabila ia membeli seekor unta maka peganglah punuknya dan berdoalah seperti doa tadi.” Dalam riwayat lain dari Abi Daud terdapat redaksi teks yang berbeda: “Kemudian hendaknya ia memegang ubun-ubunnya lalu berdoa dengan doa barakah pada saat menikahi perempuan dan memperbantukan seorang pelayan."

Dari penjelasan Imam Nawawi ini bisa kita simpulkan bahwa sebaiknya mempelai perempuan menunggu prosesi akad nikah di kamarnya. Setelah prosesi akad nikah tersebut selesai, kemudian mempelai lelaki mendatangi mempelai perempuan di kamarnya dan menyentuh dengan halus ubun-ubunnya kemudian membaca doa berikut:

اَللّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِي أَهْلِيْ وَبَارِكْ لِأَهْلِيْ فِيَّ وَارْزُقْهُمْ مِنِّي وَارْزُقْنِيْ مِنْهُمْ، وَاجْمَعْ بَيْنَنَا مَا جَمَعْتَ فِي خَيْرٍ، وَفَرِّقْ بَيْنَنَا مَا فَرَّقْتَ فِيْ خَيْرٍ، بَارَكَ اللّهُ لِكُلٍّ مِنَّا فِي صَاحِبِه. اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُك خَيْرَهَا، وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوذُ بِك مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.

Allahumma baarik lii fii ahlii wa baarik liahlii fiyya, warzuqhum minnii warzuqnii minhum, wajma’ bainanaa maa jama’ta fii khairin, wa farriq bainanaa maa farraqta fii khairin. Baarakallaahu likullin minnaa fii shaahibihi. Allahumma innii asaluka khairahaa, wa khaaira maa jabaltaha ‘alaihi, wa a’uudzu bika min syarriha wa syarri maa jabaltaha ‘alaihi. Allahumma innii u’iidzu bika wa dzurriyyataha minasy syaithaanir rajiim 

Artinya: “Ya Allah, berkahilah aku dalam keluargaku dan berkahi keluargaku dalam diriku. Berilah mereka rezeki dariku dan berilah aku rezeki dari mereka. Kumpulkanlah kami sebagimana Engkau telah mengumpulkan sesuatu dalam kebaikan. Dan pisahkan kami sebagaiman Engkau telah pisahkan sesuatu dalam kebaikan. Semoga Allah memberkahi setiap dari kami dengan pasangannya. Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan watak yang engkau jadikan padanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan watak yang Engau jadikan padanya. Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak dari keturunannya kepada-Mu dari syaitan yang terkutuk.”

Sesudah membaca doa ini kemudian perlahan mempelai lelaki menghembuskan nafasnya, ditiupkan kepada ubun-ubun mempelai perempuan.

Makna Mendalam di Balik Doa Ini

Doa ini bukan hanya permohonan perlindungan, tetapi juga ungkapan harapan dan cinta. Seorang suami yang membacakan doa ini menunjukkan bahwa ia berharap kebaikan dunia dan akhirat bagi istrinya. Ia sadar bahwa membina rumah tangga butuh bimbingan dan perlindungan dari Allah. Ia mengawali hubungan dengan niat yang suci dan tulus, bukan sekadar hubungan fisik, tapi ikatan spiritual.

Pada prinsipnya, pernikahan bukan hanya tentang pesta dan resepsi, tapi tentang membangun cinta dalam bingkai ibadah. Dan salah satu fondasi terbaik dalam pernikahan adalah doa. Doa mempelai pria kepada istrinya adalah simbol awal dari kepemimpinan yang lembut, cinta yang ikhlas, dan niat untuk berjalan bersama dalam kebaikan dunia dan akhirat. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
logo