Sejumlah Nasihat, Amalan dan Doa agar Selamat dalam Perjalanan dari Imam Nawawi

Sejumlah Nasihat, Amalan dan Doa agar Selamat dalam Perjalanan dari Imam Nawawi

Arina.id - Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat Indonesia dirundung duka akibat serangkaian kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa. Sebuah truk besar di Tangerang kehilangan kendali dan menabrak belasan kendaraan, menyebabkan kerugian besar dan sejumlah korban luka-luka. 

Sebelumnya, kecelakaan lainnya juga terjadi di Tol Pemalang-Batang, melibatkan kendaraan kru televisi dan menewaskan beberapa orang di lokasi. Tak lama berselang, kecelakaan beruntun di Tol Cipularang kembali menjadi perhatian, dengan puluhan kendaraan terlibat dan menimbulkan korban jiwa serta cedera serius.

Serangkaian kecelakaan ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa setiap perjalanan, baik jarak jauh maupun dekat, selalu mengandung risiko yang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, persiapan sebelum bepergian tidak hanya sebatas memastikan kendaraan dalam kondisi baik.

Banyak aspek penting lain yang perlu diperhatikan, seperti kesiapan mental, kondisi kesehatan, serta menyertakan doa dan upaya untuk memohon perlindungan kepada Allah Swt.

Imam Nawawi, dalam kitabnya Al-Adzkar An-Nawawi, menyampaikan sejumlah nasihat dan doa yang penting untuk dipanjatkan saat seseorang hendak melakukan perjalanan. Beliau menguraikannya dengan sangat rapi dan terstruktur, dimulai dari persiapan yang harus dilakukan sebelum berangkat hingga doa-doa yang dapat dibaca untuk mendatangkan keberkahan dalam perjalanan.

1. Bermusyawarah sebelum Bepergian

Imam Nawawi menganjurkan untuk bermusyawarah terlebih dahulu sebelum bepergian. Musyawarah ini dapat membantu kita mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin terjadi jika hanya mengandalkan pendapat pribadi.

Seperti contoh, seseorang yang hendak bepergian ke sebuah daerah yang belum pernah dikunjunginya. Ia dapat dipastikan belum paham kondisi jalan, cuaca, atau potensi bahaya yang ada di sepanjang perjalanan. 

Dengan berkonsultasi kepada orang yang lebih berpengalaman telah berkunjung di daerah tersebut, kita dapat memperoleh informasi penting, seperti rute yang paling aman, lokasi tempat istirahat yang nyaman, hingga waktu terbaik untuk melakukan perjalanan.

اِعْلَمْ أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ لِمَنْ خَطَرَ بِبَالِهِ السَّفَرُ أَنْ يُشَاوِرَ فِيهِ مَنْ يَعْلَمُ مِنْ حَالِهِ النَّصِيحَةَ، وَالشَّفَقَةَ، وَالْخِبْرَةَ، وَيَثِقُ بِدِينِهِ وَمَعْرِفَتِهِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: {وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ} [آل عمران: 159]. وَدَلَائِلُهُ كَثِيرَةٌ

Artinya: "Ketahuilah bahwa disunnahkan bagi seseorang yang terlintas dalam pikirannya untuk melakukan perjalanan agar berkonsultasi dengan orang-orang yang memiliki sifat bijaksana, penuh kasih sayang, dan berpengalaman, serta orang yang dipercaya agamanya dan ilmunya. Allah SWT berfirman: “Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu” (QS. Ali 'Imran: 159). Terdapat banyak dalil yang mendukung anjuran ini."

2. Melaksanakan Shalat Sunnah Safar

Imam Nawawi menganjurkan agar seseorang yang hendak bepergian melaksanakan sholat dua rakaat sebagai bentuk ibadah sebelum memulai perjalanan. Hal ini didasarkan pada hadits dari sahabat Al-Muqattam bin al-Miqdam yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَا خَلَّفَ أَحَدٌ عِندَ أَهْلِهِ أَفْضَلُ مِنْ رَكْعَتَيْنِ يَرْكَعُهُمَا عِندَهُمْ حِينَ يُرِيدُ سَفَرًا

Artinya: “Tidak ada yang lebih baik ditinggalkan seseorang kepada keluarganya selain dua rakaat yang ia lakukan di rumahnya saat hendak berangkat perjalanan.” (HR. Tirmidzi).

Terkait tata cara sholat sunnah safar sebenarnya sama dengan sholat sunnah pada umumnya yakni harus memenuhi syarat dan rukun, seperti harus suci dari hadats kecil dan besar, menutup aurat, diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Niat untuk sholat sunnah safar adalah sebagai berikut;

أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى 

Uṣallī sunnata as-safar rak'atain lillāhi ta'ālā

Artinya: "Saya niat sholat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah Ta’âla."

Dalam sholat ini, ada beberapa bacaan yang bisa dipilih, tergantung pada pendapat yang diikuti. Dalam rakaat pertama, sebagian ulama menyarankan untuk membaca surat Qul ya ayyuhal-kafirun (Surah Al-Kafirun), sementara dalam rakaat kedua, disarankan untuk membaca surat Qul huwal-lahu ahad (Surah Al-Ikhlas). 

Pendapat lainnya menyarankan untuk membaca Qul a'udhu bi rabbil-falaq (Surah Al-Falaq) pada rakaat pertama dan Qul a'udhu bi rabbil-nas (Surah An-Nas) pada rakaat kedua. Bacaan-bacaan ini dipilih karena memiliki keutamaan dalam memberikan perlindungan dan keberkahan. 

Setelah selesai sholat, dianjurkan untuk membaca Ayat Kursi. Sebab ada riwayat yang mengatakan bahwa siapa saja yang membaca Ayat Kursi sebelum meninggalkan rumahnya, ia akan terlindungi dari segala keburukan hingga ia kembali ke rumah.

3. Membaca Doa ketika Menaiki Kendaraan

Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar menyarankan membaca sebuah doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Ali bin Abi Thalib saat hendak menaiki kendaraan, baik itu unta, kuda, atau kendaraan lainnya.

عن عليّ بن ربيعة، قال: شهدتُ عليّ بن أبي طالب رضي الله عنه أُتي بدابّة ليركَبها، فلما وضعَ رجلهُ في الرِّكاب، قالَ: "بِسْمِ الله"، فلما استوى على ظهرها، قال: الحمدُ لِلَّهِ الَّذي سَخَّرَ لَنا هَذَا وما كنا له مقرنين، وإنا إلى رَبِّنا لَمُنْقَلِبُونَ ثم قال: الحمدُ لِلَّهِ، ثلاثَ مرّاتٍ ثم قال: اللَّهُ أكْبَرُ، ثلاثَ مرّاتٍ، ثم قال: سُبْحانَك إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فاغْفِرْ لي، إنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَاّ أنْتَ 

Dari teks ini, doa yang dapat dibaca ketika menaiki kendaraan adalah mengucapkan  بِسْمِ الله dan setelah itu mengucapkan ucapkan doa:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

 Alhamdulillāh, alladhī sakhkhara lanā hādhā wamā kunnā lahu muqrīnīn, wa innā ilā rabbīna lamunqalibūn

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menundukkan bagi kami ini, padahal kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami"

Kemudian mengucapkan “ الْحَمْدُ لِلَّهِ “, tiga kali, “ اللَّهُ أكْبَرُ”, tiga kali, dan membaca doa berikut:

سُبْحانَك إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فاغْفِرْ لي، إنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَاّ أنْتَ

Subḥānaka innī ẓalamtu nafsī fāghfir lī, innahu lā yaghfiru adhdhunūba illā anta

Artinya: "Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku, maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."

Itulah nasihat serta doa yang dianjurkan oleh Imam Nawawi. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT di setiap perjalanan yang kita tempuh. Jadikan doa dan nasihat Imam Nawawi ini sebagai bekal agar perjalanan kita tidak hanya aman, tetapi juga diberkahi dan mendatangkan kebaikan di dunia maupun di akhirat. Wallahu a'lam bis shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
logo