Hidup sering kali memberikan tantangan dan cobaan yang berat, sehingga membuat kita merasa lelah secara fisik, emosional, bahkan spiritual. Dalam situasi seperti ini, penting untuk tetap menjaga ketenangan hati dan pikiran agar kita tidak terpuruk.
Islam menawarkan berbagai amalan yang dapat menjadi pelipur lara serta sumber kekuatan bagi mereka yang merasa lelah menghadapi kerasnya kehidupan. Perasaan lelah atas kerasnya kehidupan bisa jadi timbul dari faktor internal seperti suasana hati yang sedang tidak baik, mood yang naik turun, atau fikiran yang sedang tidak menentu. Bisa juga karena faktor eksternal seperti lingkungan yang toxic, suasana yang tidak mendukung, atau merasa kehilangan dukungan orang lain.
Dalam situasi semacam itu, Islam mengajarkan kepada kita untuk tetap berbaik sangka kepada Allah SWT, senantiasa mengedepankan optimisme, yakin bahwa Allah akan selalu membersamai kita, bersabar, tawakal, dan percaya bahwa tidak ada ikhtiar kita yang akan Allah sia-siakan.
Islam juga mengingatkan kepada kita agar memperbanyak zikir untuk mengingat Allah dan berdoa kepada Allah agar kita diberikan kekuatan dalam menghadapi kehidupan dan bisa lepas dari kesusahan yang melanda.
Berikut ini adalah 3 doa yang bisa kita panjatkan saat kita sedang lelah atau kesusahan dalam menghadapi kerasnya kehidupan:
Doa Rasulullah saat Tertimpa Musibah dan Meminta Solusi
Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk membaca doa berikut ini ketika sedang tertimpa musibah seperti kerasnya kehidupan:
إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها
Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.
Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.” (HR. Muslim)
Doa Meminta Kemudahan Riwayat Imam Nawawi Al-Baghdadi
Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi Al-Baghdadi (631-676 H) merekomendasikan salah satu doa yang bisa dibaca agar kita bisa mendapatkan kemudahan, sekaligus agar kesusahan yang menimpa bisa berubah menjadi kemudahan. Doa tersebut ialah:
اللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ ما جَعَلْتَهُ سَهْلاً وأنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إذَا شِئْتَ سَهْلاً
Allâhumma lâ sahla illâ mâ ja‘altahu sahlan wa anta taj‘alul ḫazna idzâ syi’ta sahlan.
Artinya: “Ya Allah tidak ada kemudahan kecuali Engkau jadikan perkara itu menjadi mudah dan Engkau jadikan kesulitan menjadi kemudahan, jika Engkau menghendaki.” (Nawawi Al-Baghdadi, Al-Adzkar [Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004], h. 238)
Doa Ketika sedang Menghadapi Masalah Hidup Riwayat Imam Al-Ghazali
Dalam kitab Ihya, Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali (1058-1111 H) menganjurkan kita untuk membaca suatu doa saat kita sedang dirundung oleh suatu masalah hidup. Doa tersebut ialah:
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَائُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي وَنُوْرَ صَدْرِي وَجِلَاءَ غَمِّي وَذَهَابَ حُزْنِي وَهَمِّي
Allāhumma innī ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika. Nāshiyatī bi yadika mādhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhā’uka. As’aluka bi kulli ismin huwa laka sammayta bihī nafsaka, wa anzaltahū fī kitābika, aw ‘allamtahū ahadan min khalqika, awista’tsarta bihī fī ilmil ghaybi ‘indaka, an taj’alal qur’āna rabī‘a qalbī, wa nūra shadrī, wa jilā’a ghammī, wa dzahāba huznī wa hammī
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku hamba-Mu, putra hamba-Mu (ayah), putra hamba-Mu (ibu). Nasibku di tangan-Mu, berlaku padaku ketentuan-Mu, adil padaku putusan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama-Mu yang Kau sebut untuk diri-Mu, (nama) yang Kau turunkan dalam kitab-Mu, (nama) yang Kau ajarkan pada segelintir hamba-Mu, atau (nama) yang hanya Kau sendiri yang mengetahuinya dalam pengetahuan ghaib agar Kau menjadikan Al-Quran sebagai musim semi (di) hatiku, cahaya batinku, pelenyap kebingunganku, dan penghilang kesedihan serta kebimbanganku”. (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018], j. I, h. 409).
Demikian 3 doa yang bisa kita amalkan dan panjatkan saat kita sedang merasakan kesusahan akibat kerasnya kehidupan. Semoga Allah meringankan kesusahan kita dan memberikan petunjuk-Nya agar kita bisa terbebas dari kesusahan tersebut dan mempertahankan kita dalam rasa optimis serta selalu berbaik sangka atas ketetapan-Nya kepada kita. Wallahu a’lam bis shawab.
Editor: Muhammad Faizin
