Saat malam hari tiba, biasanya tubuh sudah merasa lelah dan perlu untuk istirahat atau tidur. Namun dalam kondisi tertentu, terlebih saat hati sedang dirundung gelisah, walaupun tubuh sudah lelah dan mata sudah mengantuk terkadang yang terjadi adalah kondisi insomnia alias tidak bisa tidur.
Mengenai hal ini, Rasulullah sudah mengajarkan doa saat hati dilanda gelisah dan menyebabkan tidak bisa tidur. Hal ini diungkap oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 182 yang meriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni, dari Zaid bin Tsabit, dia berkata: “Aku mengadu kepada Rasulullah SAW karena tidak bisa tidur, kemudian beliau bersabda: Bacalah doa ini:
اَللَّهُمَّ غَارَتِ النُّجُوْمُ، وَهَدَأَتِ الْعُيُوْنُ، وَأَنْتَ حَيٌّ قَيُّوْمٌ، لَا تَأْخُذُكَ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، أَهْدِئْ لَيْلِي وَأَنِمْ عَيْنِي
Allâhumma ghâratin nujûm, wa hada’atil 'uyûn, wa anta hayyun qayyûm, lâ ta’khudzuhu sinatuw wa lâ naum, yâ hayyu yâ qayyûm ahdi’ lailî wa anim ‘aynî.
Artinya: “Ya Allah, bintang-bintang telah terbenam, jutaan pasang mata telah tenang, sedang Engkau Maha Hidup lagi Maha Menghidupkan, Engkau tidak mengantuk dan tidur, tenangkanlah malamku dan tidurkanlah mataku.”
Zaid bin Tsabit mengaku telah mengamalkan doa tersebut dan Allah menghilangkan apa yang sebelumnya ia rasakan (tidak bisa tidur).
Selanjutnya, Imam Nawawi meriwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni dari Muhammad bin Yahya bin Hibban, disebutkan bahwa Khalid bin Walid tidak bisa tidur. Ia kemudian mengeluhkan hal itu kepada Rasulullah. Khalid bin Walid pun diperintahkan untuk memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka Allah, godaan hamba-hamba-Nya, godaan syaitan dan agar syaitan tidak datang.
Namun demikian, menurut Imam Nawawi hadits ini kualitasnya mursal karena Muhamad bin Yahya termasuk golongan tabi'in.
Imam Nawawi juga meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dengan sanad yang dhaif, dari Buraidah, dia berkata, Khalid bin Walid mengadu kepada Rasulullah. "Wahai Rasulullah, aku tidak bisa tidur pada malam hari karena gelisah." Kemudian Rasulullah bersabda: "Jika kamu hendak tidur, bacalah doa ini:
اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظَلَّتْ، وَرَبَّ الْأَرْضِينَ وَمَا أَقَلَّتْ وَرَبَّ الشَّيَاطِينِ وَمَا أَضَلَّتْ، كُنْ لِي جَاراً مِنْ خَلْقِكَ كُلِّهِمْ جَمِيعًا أَنْ يَفْرِطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ، أَو أَنْ يَبْغِيَ عَليَّ عَزَّ جَارُكَ وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ وَلَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Allâhumma rabbas samaawâtis sab‘i wa mâ adlallat, wa rabba ardlîna wa ma aqallat, wa rabbasy syayâthîna wa mâ adlallat, kun lî jâran min khalqika kullihim jamî‘an an yafritha 'alayya aḫadun min hum, au an yabghiya ‘alayya, azza jâruka wa jalla tsanâ’uka wa lâ ilaha ghairuka, wa lâ ilaaha illâ anta.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan pencipta langit yang tujuh beserta apa yang dinaunginya, Ya Allah, Tuhan pencipta bumi yang tujuh beserta apa yang di kandungnya. Tuhan pencipta syaitan-syaitan dan apa yang mereka sesatkan, jadilah pelindungku dari seluruh makhluk yang berbuat keji dan jahat kepadaku dari mereka. Perlindungan-Mu mulia, pujian-Mu tinggi, tiada Tuhan yang pantas disembah selain Engkau, dan tidak ada Tuhan yang pantas disembah kecuali Engkau."
Itulah doa saat mengalami susah tidur karena gelisah di malam hari. Dengan wasilah doa tersebut diharapkan bisa memberi ketenangan pada hati dan pikiran sehingga bisa tidur dengan nyenyak. Wallâḫu a‘lam.
Editor: Muhammad Faizin
