Ingin Pekerjaan Layak dan Berkah? Amalkan Doa Nabi Musa dan Nabi Nuh

Ingin Pekerjaan Layak dan Berkah? Amalkan Doa Nabi Musa dan Nabi Nuh

Arina.id - Mendapatkan pekerjaan yang layak dengan gaji yang berkah adalah impian banyak orang. Selain dapat memenuhi kebutuhan hidup, penghasilan yang diperoleh dari sumber yang halal akan membawa ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan.

Pekerjaan yang berkah bukan hanya diukur dari besarnya gaji, tetapi juga dari cara kita mendapatkannya yang sesuai dengan syariat, serta lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari perilaku atau budaya kerja yang toxic.

Nah, berikut doa agar kita bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan berkah. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah doa nabi Musa yang beliau panjatkan di berbagai kesempatan. Arti doa ini selaras dan juga bisa dilakukan agar kita mendapatkan perkejaan yang layak dan berkah. 

Pertama, doa agar cepat dan dipermudah untuk mendapatkan pekerjaan berikut lafadz lengkapnya;

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي واحلل عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يفقهوا قَوْلِي 

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lancarkanlah lisanku, agar mereka memahami perkataanku.” (QS. Taha ayat 25-28).

Kedua, doa Nabi Nuh agar mendapatkan pekerjaan yang berkah dan lingkungan yang tidak toxic:

رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلاً مُبارَكاً وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

Artinya: ”Wahai Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.” (QS. Al Mu’minun: 29)

Imam Fakhruddin ar-Razi dalam kitab tafsirnya Mafatihul Ghaib menjelaskan bahwa doa surat Al Mu’minun ayat 29 merupakan doa yang diajarkan Allah kepada Nabi Nuh ketika beliau turun dari perahu. Jika dipandang dari maknanya, doa tersebut mengajarkan agar kita senantiasa memohon ditempatkan di lingkungan yang tepat, bukan lingkungan yang toxic. Lingkungan yang baik akan mendukung kita untuk terus melakukan kebaikan.

Mendapat pekerjaan dengan gaji besar, tetapi berada di lingkungan yang tidak sehat, sejatinya sebuah kerugian. Sebab, selain dapat merusak karakter, kita juga akan lebih mudah terjebak dalam lingkaran setan. Godaan untuk berbuat maksiat bisa muncul hanya karena rasa tidak enak menolak ajakan teman.

Lebih jauh, lingkungan yang toxic juga dapat mengganggu kesehatan mental, membuat pikiran tidak tenang, menimbulkan stres, bahkan menjadikan hidup penuh beban, meskipun gaji yang diterima sangat tinggi.

Karena itu, doa yang diajarkan Nabi Nuh patut kita amalkan sebagai ikhtiar agar Allah memberikan pekerjaan dan rezeki yang tidak hanya layak dari segi materi, tetapi juga berada di lingkungan yang mendukung produktivitas, menumbuhkan ketenangan, serta mendorong kita untuk konsisten dalam melakukan hal-hal positif. Wallahu a’lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
logo