Arina.id. Kasus penyiraman air keras dialami seorang mahasiswi di Yogyakarta. Apa saja efek tersiram air keras dan bagaimana cara yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama terhadap korban?
Billy menjadi tersangka. Ia diduga membayar eksekutor guna menyiram air keras kepada korban, mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Yogya.
Motif penyiraman air keras itu adalah Billy merasa sakit hati dengan korban. Pelaku dan korban pacaran sejak 2021 dan putus tahun 2024.
Billy berulang kali meminta balik dan korban menolak. Baik Billy lantas menyewa eksekutor hingga melakukan tindakan penyiraman air keras terhadap korban.
Kedua pelaku kini sudah diamankan dan ditangkap pihak aparat keamanan. Kasus ini menjadi viral dan mengundang perhatian publik.
Efek Tersiram Air Keras dan Pertolongan Pertama
Air keras secara umum termasuk air yang memiliki kandungan mineral tinggi seperti kalsium dan magnesium.
Mengutip laman Water.co.id, air keras termasuk larutan asam kuat. Cairan ini kerap dipakai untuk industri dan laboratorium. Air keras biasanya berasal dari asam klorida (HCl), salah satu asam mineral kuat yang sangat korosif.
Contoh air keras di antaranya meliputi Asam klorida (HCl), asam sulfat (H2SO4), dan asam nitrat (HNO3). Air keras dapat digunakan untuk membersihkan atau menghilangkan oksida dari logam sebelum proses penyolderan.
Selain itu, air keras dapat dipakai persiapan penyolderan dalam bengkel logam dan industri. Kendati demikian, air keras memiliki efek yang berbahaya jika tersiram ke kulit manusia.
Menurut laman KlikDokter, bahaya atau efek akibat tersiram air keras adalah kerusakan jaringan kulit, kerusakan mata, hingga kerusakan fungsi organ penting, semisal pendengaran.
Andai tersiram air keras, berikut adalah bentuk pertolongan pertama yang bisa diberikan kepada korban:
Bilas air
Cara pertama sebagai pertolongan terhadap korban penyiraman air keras adalah dengan membilas menggunakan air sebanyak mungkin.
Bilas pada bagian tubuh yang terkena siraman air keras dengan cepat dan tepat.
Tutupi Wajah
Selama ini, wajah menjadi bagian utama yang dialami korban penyiraman air keras. Oleh sebab itu, tutup wajah dengan tangan atau benda lain guna mengurangi resiko paparan air keras.
Hindari Olesan Obat
Sebaiknya menghindari olesan obar pada bagian yang terdampak air keras. Contohnya krim, minyak, atau obat lain.
Lepaskan Benda yang Menempel
Benda yang menempel pada bagian tubuh kena air keras sebaiknya dilepaskan demi memudahkan proses pembilasan pakai air.
Jangan Menutup Luka
Disarankan untuk tidak menutup luka bakar akibat air keras. Hal ini dilakukan demi mencegah kontaminasi dan segera menuju rumah sakit.
Editor: Abdul Fatah
