Membuat Inovasi di Kelas, Guru MTsN 1 Pandeglang Raih Beasiswa ke Amerika

Membuat Inovasi di Kelas, Guru MTsN 1 Pandeglang Raih Beasiswa ke Amerika

Seorang guru Bahasa Inggris dari Madrasah Tsanawiyah Negeri atau MTsN 1 Pandeglang, Mahbudin, berhasil membuktikan diri bahwa inovasi yang lahir dari ruang kelas bisa membawanya ke panggung internasional. 

Ia sukses menjadi salah satu penerima beasiswa prestisius dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (Kemlu AS) untuk mengikuti Program Pertukaran Pendidik Media dan Literasi Digital di Georgia State University, Atlanta.

Kisah keberhasilannya ini menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya. Apalagi inovasi yang dibuat tidak membutuhkan persiapan ambisius untuk lomba, melainkan konsistensi dan dedikasi pada tugas mengajarnya sehari-hari.

Berawal dari kesehariannya, Mahbudin, yang juga menjabat sebagai kepala perpustakaan di sekolahnya, mengaku tidak pernah secara khusus membuat karya untuk diikutsertakan dalam kompetisi. 

Karyanya yang berjudul "Interactive Films for Extensive Viewing" yang sebelumnya juga memenangkan penghargaan Guru Inovatif tingkat Nasional adalah produk asli dari proses pembelajarannya di kelas. 

"Prosesnya tidak singkat. Semua berawal dari keseharian saya mengajar di kelas," ujar Mahbudin sambal menambahkan kalau kesempatan emas ini datang tanpa disangka-sangka. 

"Saya tidak pernah membuat karya khusus untuk lomba. Saya hanya menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab saya sebagai guru. Ketika ada kesempatan, saya kirimkan karya yang sudah ada, dan ternyata karya itu dinilai layak," tuturnya dengan rendah hati.

Mekanisme Program Bergengsi Kemenlu AS

Mahbudin juga meluruskan persepsi mengenai penyelenggara program. Ia menjelaskan bahwa beasiswa ini didanai sepenuhnya oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (U.S. Department of State), bukan oleh kedutaan besar lokal. 

"Bukan Kedubes Amerika yang membiayai nya, tapi Kementerian Luar Negeri Amerika," katanya menambahkan.

Ia menambahkan bahwa Kedutaan Besar AS di setiap negara mitra, termasuk Indonesia, bertugas untuk melakukan proses seleksi awal. "Hasil seleksi tersebut kemudian diusulkan ke Kementerian Luar Negeri Amerika untuk mendapatkan persetujuan akhir," jelasnya.

Prestasi ini disambut dengan bangga oleh Kepala MTs Negeri 1 Pandeglang, H. Eman Sulaiman. Ia berharap keberhasilan Mahbudin tidak hanya berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga membuka pintu kolaborasi di masa depan.

"Untuk Kedubes Amerika ke depan ada program kolaborasi yang sejenis yang bisa di kerjasama dan dilakukan dengan MTsN 1 Pandeglang," ucap Eman. 

Ia juga berharap kisah ini dapat memotivasi guru-guru lain untuk terus meningkatkan kompetensi mereka. (WAN)

Artikel ini persembahan Arina.id dan Kementerian Agama
 


Editor: Muhammad Taufiq
logo