Ikan Purba Coelacanth: Hanya Ditemukan di Indonesia dan Afrika

Ikan Purba Coelacanth: Hanya Ditemukan di Indonesia dan Afrika

Arina.id. Ikan purba Coelacanth sedang ramai dibicarakan. Hal ini terutama setelah terjadi penemuan oleh masyarakat di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Konon, ikan purba Coelacanth hanya bisa ditemukan di Indonesia dan Afrika saja. 

Nelayan di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, disebut-sebut telah menemukan ikan Coelacanth dengan panjang 1 meter.

Kendati demikian, ikan purba yang memiliki berat 41 kilogram ini ditemukan dalam kondisi sudah mati. Tak ayal, kabar penemuan menjadi heboh dan ramai diperbincangkan masyarakat. 

"Nelayan kami warga Desa Imana [menemukan] ikan ini, namanya coelacanth, ini adalah ikan purba, ikan langka yang dilindungi," ungkap Isnain Talaban, Kepala Desa Imana, seperti dikutip laman CNN, Senin, 20 Januari 2025. 

Menurut penjelasannnya, Oskar Kaluku adalah nelayan yang pertama kali menemukan ikan purba Coelacanth pada saat melaut hari Kamis (16/1), sekitar pukul 16.00 WITA. Ikan Coelacanth itu katanya mendekati perahu Oskar dan dibawa hingga ke daratan.

Ikan Coelacanth Hanya Terdapat di Indonesia dan Afrika

Mengutip laman Mongabay, Coelacanth adalah fosil hidup yang masih tersisa dua spesies. Di antaranya adalah Latimeria chalumnae (Afrika) dan Latimeria menadoensis (Sulawesi, Indonesia). 

Coelacanth termasuk group ikan purba Sarcopterygii [lobe-finned fish]. Mereka hidup dan berkembang pada kedalaman sekitar 100 meter.

Ikan Coelacanth sebelumnya sempat diklaim sudah punah menjelang akhir periode Cretaceous [66 juta tahun silam]. Namun, akhirnya ditemukan spesimen yang masih hidup. Spesies pertama ditemukan pada bulan Desember 1938 di Afrika Selatan.

Seiring berjalannya waktu, spesimen berikutnya juga ditemukan di Comoros, Kenya, Tanzania, Mozambique, Madagaskar, iSimangaliso Wetland Park, dan Kwazulu-Natal di Afrika Selatan.

Pada 1997, spesies kedua ditemukan oleh Mark V. Erdmann di pasar ikan Sulawesi Utara. Spesimen kedua berhasil tertangkap nelayan pada 1998 hingga menjadi jenis baru yang diberi nama Latimeria menadoensis.

Ikan purba ini dilengkapi delapan sirip dengan mata besar dan mulut kecil. Kemudian pola bintik putih unik. Berat ikan bisa mencapai 90 kilogram dan melahirkan setelah masa kehamilan 36 bulan.

Menurut laman RRI.co.id, karakteristik biologis ikan Coelacanth sangat menarik. Metabolisme berjalan lambat dan umur panjang. 

Ikan dapat hidup hingga lebih dari 50 tahun meskipun pertumbuhannya sangat lambat. Coelacanth pun mempertahankan ciri-ciri purba dalam waktu yang sangat lama.


Editor: Abdul Fatah
logo