Tips dan Strategi Belajar Efektif Jelang UM-PTKIN 2024

Tips dan Strategi Belajar Efektif Jelang UM-PTKIN 2024

Arina -- Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2024 telah memasuki tahap penutupan pendaftaran pada Rabu, 19 Juni 2024 pukul 23.59 WIB. Calon mahasiswa selanjutnya akan mengikuti ujian melalui aplikasi Sistem Seleksi Elektronik (SSE) pada 24 Juni-30 Juni 2024.

SSE adalah aplikasi ujian yang menggunakan komputer baik berupa personal computer (pc) maupun laptop. Artinya, melalui SSE, pelaksanaan ujian tidak lagi menggunakan kertas (paperless), baik untuk naskah soal maupun lembar jawaban. Ujian secara luring ini diadakan di PTKIN Titik Lokasi Ujian yang dipilih oleh calon mahasiswa.

Bagaimana tips agar lolos UM-PTKIN? 

Aulia Dwi Oktavia cahyani, Duta Kampus UIN Ar-Raniry pada UM-PTKIN 2022 lalu membagikan tips dan strategi mengahadapi tes UM-PTKIN.  Pertama adalah pada proses belajar. Menurut Aulia proses belajar menjelang UM-PTKIN sebagai berikut:

1. Sediakan waktu luang untuk belajar
Menurut Aulia, soal ujian yang terbilang susah dan dalam jumlah yang banyak, tidak mungkin dapat dipahami dalam waku singkat. Hal ini yang harus diatur oleh calon mahasiswa baru untuk belajar semaksimal mungkin sehingga ketika ujian dapat menjawab soal dengan baik karena sudah mempelajari soal-soal dengan waktu yang cukup.

2. Rajin megerjakan soal-soal latihan
Mengerjakan soal-soal latihan dapat akan membiasakan agar tidak kaget ketika melihat soal ujian yang sebenarnya.

3. Cari infromasi
Banyak mencari tau informasi mengenai soal ujian kepada orang-orang yang sudah mengikuti ujian UMPTKIN di tahun sebelumnya.

4. Kuasai materi belajar yang menjadi kelebihan

Dengan memaksimalkan pengerjaan soal ujian menjadi siasat sekaligus upaya mendalami mata pelajaran tertentu yang menjadi kelebihan. Dengan begitu, ketika mengerjakan soal nanti, calon mahasiswa dapat menentukan soal mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Waktu pengerjaan ujian menjadi lebih efisien karena kamu tidak berkutat hanya pada satu soal saja.

5. Menentukan target
Menentukan target ini bisa berupa target belajar, target nilai yang ingin dicapai, dan target jurusan. Setelah memiliki target, calon mahasiswa bisa menyusun strategi agar peluang untuk masuk ke jurusan di PTKIN semakin besar.

Strategi belajar

Sementara itu, strategi belajara yang efektif menjelang UM-PTKIN adalah sebagai berikut:
1. Membuat jadwal belajar setiap hari
Dengan adanya jadwal belajar kamu jadi lebih teratur dalam belajar untuk mempersiapkan ujian nantinya.

2. Mempersiapkan diri dengan matang

3. Melakukan review dari soal ujian tahun sebelumnya

Dengan melakukan review secara baik, calon mahasiswa akan tahu kelemahan dalam penyelesaian soal-soal ujian yang ada. Karena dengan itu bisa menambah pengetahuan kita dari hal-hal yang kurang tersebut

4. Evaluasi kelemahan
Kelemahan memang harus diperbaiki dari jauh-jauh hari, karena dengan memperbaiki kelemahan tersebut membuat kamu jadi sadar apa yang kurang dari persiapan menjelang ujian nantinya. Alangkah baiknya jika setelah tahu apa saja kelemahan calon mahasiswa segera untuk memperbaikinya. Dengan begitu pada saatnya tiba ujian UM-PTKIN berlangsung sudah merasa siap.

Materi ujian
UM-PTKIN 2024 akan menguji sejumah materi. Berdasarkan laman um.ptkin.ac.id, materi-materi yang akan diujikan adalah sebagai berikut:

  1. Penalaran Akademik (PA) mengukur kemampuan potensi calon mahasiswa yang dapat menghantarkan penyelesaian dan keberhasilan studi di jenjang strata satu. TPA terdiri atas
    (i) Penalaran Verbal berupa kemampuan pemahaman berbahasa secara tertulis dan ketrampilan bahasa yang berdasarkan struktur dan aturan bahasa baik dalam kata, kalimat, maupun narasi
    (ii) Penalaran Gambar berupa kemampuan dalam menvisualisasikan dan memahami objek atau simbol secara abstrak. Penalaran gambar sangat cocok untuk memprediksi kreativitas calon mahasiswa;
    (iii) Penalaran Kuantitatif berupa kemampuan menerapkan konsep hitungan, logika angka, simbol numerical dalam berpikir sistematis dan memecahkan masalah. Konteks dalam tes penalaran “gambar” bersifat umum, sedangkan konteks dalam penalaran “verbal” dikaitkan dengan aspek-aspek dalam kehidupan sehari-hari yang meliputi masalah keindonesiaan, keislaman, sains dan teknologi, Pendidikan, Kesehatan, ekonomi dan bisnis, dan seni budaya dan olah raga.
  2. Penalaran Matematika mengukur kemampuan peserta dalam memahami dan menganalisis isi bacaan sederhana dengan menggunakan penalarannya guna memecahkan permasalahan kehidupan sehari-hari melalui penerapan konsep, prosedur dan fakta dalam matematika. Bacaan tersebut dielaborasi melalui beragam representasi (grafik/ tabel/bagan atau representasi lainnya) untuk memprediksi dan/atau mengambil keputusan yang dibutuhkan mereka sebagai bekal dalam menghadapi tuntutan hidup abad ke-21.
  3. Literasi membaca mengukur kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam konteks sosio humaniora dan konteks sains serta jenis teks Bahasa Arab untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu yang moderat dan unggul sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif dan proporsional.
  4. Literasi Ajaran Islam mengukur kemampuan memahami, menerapkan dan menganalisis materi ajaran Islam meliputi Al-Quran, Hadis, Fikih dan Sejarah Kebudayaan Islam dalam konteks personal, masyarakat, global dan moderasi untuk mewujudkan masyarakat madani. Penguasaan literasi ajaran Islam ini sangat penting untuk menanamkan kepribadian yang baik dan memperkuat iman serta mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan individu sehari-hari maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Editor: Kendi Setiawan
logo