Peneliti Ungkap Fosil 'Pangeran Naga' di Asia Sebelum Eranya T-rex

Peneliti Ungkap Fosil 'Pangeran Naga' di Asia Sebelum Eranya T-rex

Arina.id - Baru-baru ini fosil dinosaurus berusia 86 juta tahun bernama Khankhuuluu Mongoliensis teridentifikasi dalam sebuah penelitian tim paleontologi internasional di Mongolia. Keberadaan spesies purba ini sebelumnya tidak diketahui oleh dunia.

Khankhuuluu diyakini sebagai nenek moyang terdekat Tyrannosaurus (T-Rrex) raksasa. Penelitian yang dipimpin oleh Jared Voris dan Dr. Darla Zelenitsky dari Fakultas Sains Universitas Calgary, itu sebelumnya telah dipublikasikan dalam jurnal Nature .

Seperti dikutip dari sciencedaily, Voris, seorang kandidat PhD di Departemen Bumi, Energi, dan Lingkungan Universitas Calgary, itu menjelaskan bahwa Khankhuuluu yang masih berkerabat dengan T-rex tersebut diidentifikasi hidup sekitar 86 juta tahun yang lalu. 

Khankhuuluu diidentifikasi sebagai predator berukuran sedang dan bergerak cepat yang berevolusi setelah kepunahan dinosaurus karnivora besar lainnya.

Sekilas Tentang Evolusi Tyrannosaurus

Menurut Voris, "Spesies baru ini memberi kita jendela ke tahap pendakian evolusi Tyrannosaurus; tepat ketika mereka bertransisi dari predator kecil ke bentuk predator puncak mereka." 

Khankhuuluu dianggap sebagai nenek moyang terdekat yang diketahui dari Tyrannosaurus kolosal yang dipopulerkan oleh film-film seperti Jurassic Park.

Nama Khankhuuluu berasal dari bahasa Mongolia dan berarti "pangeran naga". Nama ini mencerminkan posisinya dalam silsilah keluarga Tyrannosaurus—sebagai "pangeran" sebelum "raja" di puncak rantai makanan. 

Voris melanjutkan, dengan berat sekitar 750 kilogram (seukuran kuda), ia dua hingga tiga kali lebih kecil daripada keturunannya yang besar, tetapi memiliki banyak kesamaan dengan ciri-ciri khas mereka.

Khankhuuluu memiliki struktur seperti tanduk kecil di kepalanya, ciri-ciri yang kemudian menjadi lebih jelas pada spesies Tyrannosaurus yang lebih baru seperti Albertosaurus dan Gorgosaurus. Tanduk kecil itu kemungkinan digunakan untuk pertunjukan kawin atau intimidasi. 

Kemudian tengkoraknya yang panjang dan menonjol menunjukkan bahwa ia tidak memiliki kekuatan gigitan penghancur tulang seperti T-rex. Sebaliknya, para ilmuwan menggambarkan Khankhuuluu sebagai mesopredator, mirip dengan coyote modern, yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan untuk berburu.

Fosil dari Mongolia Mengungkap Kisah Baru

Fosil-fosil tersebut digali dari Formasi Bayanshiree di Mongolia tenggara dan pertama kali dipelajari pada tahun 1970-an oleh ahli paleontologi Altangerel Perle, yang awalnya membandingkannya dengan spesies serupa yang dikenal sebagai Alectrosaurus dari Tiongkok. 

Ketika Voris memeriksa fosil-fosil tersebut pada tahun 2023 di Institut Paleontologi Mongolia, ia menemukan perbedaan-perbedaan kecil namun penting yang membedakannya dari Alectrosaurus .

Sementara itu, Doktor Zelenitsky menjelaskan bahwa Khankhuuluu atau spesies yang berkerabat dekat kemungkinan bermigrasi dari Asia ke Amerika Utara sekitar 85 juta tahun yang lalu. 

"Studi kami memberikan bukti kuat bahwa Tyrannosaurus besar pertama kali berevolusi di Amerika Utara sebagai akibat dari peristiwa imigrasi ini," ujarnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa migrasi antara Asia dan Amerika Utara ini lebih jarang dan lebih terbatas daripada yang diperkirakan sebelumnya. Khankhuuluu tampaknya merupakan nenek moyang terakhir Tyrannosaurus di Asia yang diketahui sebelum mereka terdiversifikasi di Amerika Utara.


Editor: Muhammad Taufiq
logo