Arina.id - Jika kita mengamati jurusan dan program studi di beberapa kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, terdapat Prodi Psikologi Islam pada jenjang Sarjana. Lalu, apa perbedaannya dengan Psikologi di kampus non-PTKIN?
Di Indonesia, studi mengenai psikologi memang semakin berkembang, dengan adanya dua jalur pendidikan yang memiliki pendekatan yang berbeda namun sama-sama mengedepankan pemahaman tentang perilaku manusia.
Prodi Psikologi di kampus non-PTKI dan Psikologi Islam di kampus PTKIN adalah dua pilihan yang dapat dipertimbangkan oleh calon mahasiswa. Keduanya berfokus pada psikologi, namun dengan penekanan dan pendekatan yang berbeda sesuai dengan latar belakang pendidikan dan nilai-nilai agama yang terkandung di dalamnya.
Psikologi di Kampus Non-PTKI
Program studi Psikologi di kampus non-PTKI menawarkan pendekatan psikologi yang bersifat lebih umum. Para mahasiswa akan mempelajari berbagai teori dan praktik psikologi dengan pendekatan yang lebih rasional, objektif, dan berbasis pada metodologi ilmiah. Di prodi ini, ada berbagai konsentrasi yang dapat dipilih, seperti psikologi klinis, psikologi industri dan organisasi, psikologi pendidikan, hingga psikologi perkembangan.
Sebagai disiplin ilmu yang mempelajari perilaku manusia, Psikologi di kampus non-PTKI menekankan pada pemahaman proses mental manusia secara menyeluruh. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis berbagai aspek kejiwaan dan sosial manusia tanpa terbatas pada satu perspektif agama atau budaya tertentu.
Dengan demikian, lulusan dari prodi Psikologi di kampus non-PTKI dapat bekerja di berbagai bidang, seperti di rumah sakit, perusahaan, lembaga pendidikan, hingga lembaga pemerintah, dengan pemahaman psikologis yang sangat luas.
Psikologi Islam di Kampus PTKI
Sementara itu, Prodi Psikologi Islam yang terdapat di kampus PTKI dan PTKIN memiliki pendekatan yang lebih mengintegrasikan ilmu psikologi dengan nilai-nilai agama Islam.
Di Prodi Psikologi Islam, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori-teori psikologi dari perspektif umum, tetapi juga mengkaji bagaimana psikologi dapat diterapkan dalam konteks kehidupan beragama. Hal ini berarti bahwa mahasiswa akan memperoleh wawasan mengenai konsep-konsep psikologi yang selaras dengan ajaran Islam, seperti konsep kesejahteraan mental menurut Islam, serta pentingnya keselarasan antara aspek fisik, mental, dan spiritual.
Pendekatan ini sangat relevan bagi mereka yang tertarik dengan penerapan psikologi dalam konteks kehidupan sehari-hari, terutama bagi umat Islam yang ingin mengembangkan diri secara holistik—baik dari sisi intelektual, emosional, maupun spiritual.
Lulusan dari prodi Psikologi Islam PTKIN diharapkan dapat memberikan konseling atau terapi yang tidak hanya mempertimbangkan aspek psikologis, tetapi juga mengacu pada prinsip-prinsip agama Islam.
Selain itu, lulusan Psikologi Islam sering kali bekerja di institusi-institusi yang berbasis agama, seperti pesantren, lembaga zakat, rumah sakit Islam, dan organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada pembinaan karakter dan pengembangan spiritual.
Perbandingan Pendekatan dan Kurikulum
Secara umum, kurikulum di Prodi Psikologi non-PTKI lebih mengarah pada penguasaan teori dan praktik psikologi yang bersifat universal, sedangkan di Psikologi Islam, kurikulum lebih mengintegrasikan ilmu psikologi dengan ajaran Islam.
Dalam prodi Psikologi Islam, pembelajaran sering kali mencakup kajian tentang konsep-konsep dalam Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan kesehatan mental, serta pendekatan dalam mengatasi masalah psikologis dengan merujuk pada petunjuk agama.
Kedua program ini tentunya menawarkan kelebihan dan tantangannya masing-masing. Prodi Psikologi di kampus non-PTKI mungkin lebih fleksibel dalam hal aplikasi ilmu di berbagai sektor, sementara Psikologi Islam di kampus PTKIN memberikan nilai tambah berupa pemahaman dan penerapan ilmu psikologi dengan kearifan lokal berbasis ajaran Islam yang bisa memberikan solusi dalam konteks kehidupan beragama.
Visi Misi, Tujuan dan Prodi Psikologi Islam
Salah satu PTKIN yang menyediakan Prodi Psikologi Islam adalah Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU).
Berdasarkan situs resmi uinsatu.ac.id diakses Kamis (2/1/2025), berikut visi, misi dan, tujuan serta profil lulusan Prodi Psikologi Islam.
Visi Prodi Psikologi Islam UIN SATU adalah menjadi rujukan dalam mengintegrasikan kompetensi Psikologi dan Keislaman sesuai dengan perkembangan masyarakat modern pada tahun 2021.
Sementara Misinya adalah
- Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang inovatif dan dinamis terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang Psikologi Islam
- Menyelenggarakan penelitian ilmiah integratif antara sumber Islam dan Psikologi modern serta mampu mengembangkan jaringan kemitraan penelitian di dalam negeri maupun luar negeri
- Melakukan pengabdian pada masyarakat di bidang ilmu psikologi Islam untuk merespon dan megantisipasi kebutuhan masyarakat modern akan layanan psikologi yang berbasiskan khazanah keislaman.
Kemudian, Tujuan Prodi Psikologi Islam di UIN SATU yaitu:
- Melahirkan lulusan yang memiliki pengetahuan, sikap, dan karakter berdasarkan ajaran agamaIslam
- Menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang Psikologi Islamsehingga dapat berkontribusi mengatasi permasalahan psikologi dengan pendekatan nilai Keislaman
- Menghasilkan lulusan yang memiliki perangkat metodologi yang kuat dalam penelitian sehingga menghasilkan psikologi Islam terapan
- Menguatkan citralembaga melalui kontribusi terhadap masyarakat dan kerjasama dengan lembaga lain.
Profil Lulusan
Profil atau keterserapan lulusan Prodi Psikologi Islam UIN SATU di dunia kerja terdiri dari profil utama dan profil tembahan. Profil utama seperti menjadi Asisten Psikolog yang berintegritas, profesional, berpengetahuan luas, serta mampu menganalisis, merencanakan, dan mengembangkan suatu penanganan psikologis yang sesuai menurut Kode Etik Psikologi Indonesia dengan berlandaskan nilai Keislaman.
Adapun profil tambahan berkarier di berbagai bidang seperti menjadi Manajer Sumber Daya Manusia, Perancang dan Fasilitator Pengembangan Komunitas, serta Pengembang Pendidikan Inklusi.
Ohya untuk diketahui, saat ini Prodi Psikologi Islam di UIN SATU masuk dalam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.
Nah bagi kalian yang tertarik menempuh Prodi Ilmu Psikologi cek ketersediaan dan cara mendaftarnya di situs web kampus-kampus PTKIN. Kalian juga bisa menyiapkan diri masuk melalui jalur UM-PTKIN.
Editor: Kendi Setiawan
