The Wild Robot: Kisah Robot AI yang Bikin Penonton Mewek

The Wild Robot: Kisah Robot AI yang Bikin Penonton Mewek

Potongan kata ini tiba-tiba populer: "Sometimes, to survive, you must become more than you were programmed to be." (Kadang, untuk bertahan hidup, kau harus menjadi lebih dari apa yang telah diprogramkan untukmu).

Yup, potongan kata tersebut terlontar dari sebuah robot, unit ROZZUM 7134 atau akrab dipanggil Roz dalam film The Wild Robot. Film yang diadaptasi dari novel karya Peter Brown ini menjadi salah satu film animasi yang sukses mengaduk perasaan para penonton karena sarat akan makna.  

Lantas apa makna dari film tersebut?

Begini. Film merupakan pementasan drama modern yang dapat ditampilkan sebagai pertunjukan utuh yang memenuhi kriteria dari elemen-elemen karya fiksi.

Melalui sebuah film, meskipun bergenre fiksi animasi, penonton secara tidak langsung dapat merasakan dan menghayati berbagai problematika kehidupan yang disuguhkan dalam tayangan itu.

Menurut Nurgiantoro (2018:30) sebuah film dibangun oleh dua unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Unsur Intrinsik merupakan unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsur-unsur yang secara faktual akan ditemukan jika seseorang membaca karya sastra.

Unsur untrinsik terdiri dari tema, alur atau plot, tokoh, penokohan, latar, gaya bahasa, dan sudut pandang.

Sedangkan unsur ekstrinsik, menurut Mido (2016:76), adalah latar belakang dan sumber informasi yang tidak bisa diremehkan karena memiliki nilai, arti, dan pengaruhnya.

Film The Wild Robot yang diadopsi dari novel karya Peter Brown ini tentunya bukan hanya sekadar hiburan semata saja, tetapi terdapat pesan, hal-hal yang baik, serta berguna yang patut dijadikan contoh.

Biasanya sebuah pesan dari film yang akan ditayangkan mengandung pesan seperti mengenai kehidupan budaya, sosial, agama, maupun pendidikan. Akan tetapi di dalam sebuah film perbandingan pesan positif yang akan disampaikan dengan hiburannya belaka tidak terlalu seimbang dalam isi film tersebut.

Plot Film The Wild Robot

Film The Wild Robot ini bercerita tentang petualangan robot yang terdampar sebatang kara di sebuah pulau. Robot model Rozzum 7134 tergolong robot AI yang cepat beradaptasi dengan lingkungan dan mampu mempelajari hal-hal yang baru.

Namun secerdas apapun, robot tetaplah robot. Mereka tercipta untuk menerima dan melaksanakan perintah pemiliknya. Mereka juga tidak  diprogram untuk menilai benar-salah, suka-duka. Berbeda dengan Roz yang mereset programnya sendiri sehingga ia mampu membaca sisi emosional, seperti tanggung jawab, persahabatan, cinta.

Lambat laun Roz mulai membangun hubungan dengan hewan-hewan yang ada di pulau tersebut, dan menjadi orang tua angkat dari seekor angsa yang tidak memiliki ibu. Selain itu, ini juga menyajikan kisah persahabatan, dan petualangan di tempat baru.

Pengisi suara film ini di antaranya, Lupita Nyong’o, Pedro Pascal, Catherine O’Hara, Bill Nighy, Kit Connor, Stephanie Hsu, Mark Hamill, Matt Berry, dan Ving Rhames.

Film The Wild Robot mendapatkan review yang cukup baik dan berhasil membuat banyak penonton turut larut dalam kesedihan saat menyaksikannya. Khususnya ketika Brightbill si angsa kecil mengetahui bahwa Roz penyebab kematian ibu kandungnya.

Brightbill kemudian menjauh dan mengasingkan diri dari Roz. Dia merasa sedih dan kecewa karena Roz yang selama ini dia anggap sebagai ibunya, ternyata tidak lebih dari sebuah robot yang membunuh ibu kandungnya. Apalagi Brightbill merasa gagal sebagai angsa terbang, sebab hingga menginjak remaja masih belum bisa terbang.

Melihat hal itu, Fink si rubah berusaha mencarikan solusi agar Roz dan Brightbill kembali rukun. Sebab terbukti Roz melindungi dan membesarkan Brightbill penuh perjuangan. Selain itu, Roz adalah satu-satunya robot yang diterima sebagai keluarga oleh seluruh binatang di pulau tersebut.

Di sinilah, peran penting sosok sahabat yang diperankan Fink si rubah (Pedro Pascal). Fink merayu Roz agar dia melatih Brightbill terbang. Roz pun setuju meski awalnya dia masih merasa bersalah dan dibenci Brightbill. Namun kemudian dia menyanggupinya.

Lalu Fink juga mendatangi Brightbill agar bersedia dilatih Roz, sebagai bekal terbang dan bermigrasi bersama kelompoknya. Ketika Brightbill sudah bisa terbang dan siap bermigrasi, Roz merasa tugasnya sudah selesai.

Suasana tiba-tiba terasa menyesakkan dada, mewek, menitikkan air mata, karena slide kenangan membesarkan Brightbill hingga bisa terbang ditayangkan dengan apik. Apalagi kemudian muncul lagu Kiss the Sky yang dinyanyikan oleh Moren Morris. Gak tahan deh kesedihannya.

Pesan moral yang didapatkan dari film ini adalah:

1. Menjalin persahabatan

2. Mendidik anak (parenting)

3. Melaksanakan tugas hingga purna

4. Mengayomi semua

5. Perasaan cinta kasih yang tidak dapat diduplikasi oleh mesin AI

Film ini sangat rekomended untuk ditonton bersama anak istri, karena memang pesan moralnya sangat berbobot.


Editor: Fajar WH
logo