Ada di Lagu Gita Gutawa dan Sempat Bikin Pendaki Di-Blacklist, Ini Penyebab hingga Pengobatan Hipotermia

Ada di Lagu Gita Gutawa dan Sempat Bikin Pendaki Di-Blacklist, Ini Penyebab hingga Pengobatan Hipotermia

Kata 'hipotermia' tidak terlalu akrab di kalangan umum masyarakat Indonesia. Mungkin hanya kalangan pendaki gunung yang familiar dengan diksi tersebut.

Namun, ada sebuah lagu yang dibawakan Gita Gutawa berjudul Parasit yang menyertakan diksi hipotermia. Pergi kau ke ujung dunia/dehidrasi di Gurun Sahara/hilang di Segitiga Bermuda..demikian potongan lirik lagu Parasit yang dirilis tahun 2007.

Lagu ini menggambarkan perasaan frustrasi dan keletihan seseorang terhadap seseorang yang dianggap "parasit" dalam kehidupannya. Dia merasa terperangkap dalam hubungan yang tidak sehat, karena orang tersebut terus meminta berbagai hal tanpa memberi kontribusi atau perhatian yang setara.

Dalam liriknya, sang penyanyi menyatakan bahwa dia merasa seperti "parasit" ini terus-menerus menguras energinya, bahkan dengan permintaan yang tidak berkesudahan.

Lirik ini juga menggambarkan perasaan yang meledak-ledak, dengan menyebutkan berbagai permintaan yang dianggap berlebihan dan membuat sang penyanyi merasa tertekan. Pada akhirnya, dia menegaskan bahwa orang tersebut adalah parasit yang tak diinginkan lagi dalam hidupnya.

Secara keseluruhan, lagu ini mengungkapkan tema tentang pembebasan dari hubungan yang merugikan dan bagaimana pentingnya menjaga diri dari orang yang hanya mengambil tanpa memberi.

Perasaan jenuh dan marah semakin memuncak, dia berharap agar orang tersebut pergi jauh dari hidupnya, bahkan menginginkan agar orang tersebut hilang di tempat yang sangat jauh, seperti di gurun, samudra, atau luar angkasa dan mengalami hipotermia.

Kena Blacklist karena Meninggalkan Teman Pendaki yang Hipotermia
Diksi hipotermia sempat marak lagi saat terdengar kabar bahwa ada sekelompok pendaki asal Brebes masuk dalam daftar hitam (blacklist) pendakian Gunung Slamet via Permadi selama lima tahun.

Mereka di-blacklist karena meninggalkan rekan sesama pendaki yang mengalami hipotermia. Kasus ini terjadi pada Desember 2024.

Wakil Ketua Pengurus Basecamp jalur pendakian Gunung Slamet via Permadi Tegal, Teguh Suswanto, membenarkan hal tersebut pada Senin (30/12/2024).

Teguh menjelaskan bahwa sanksi ini dijatuhkan kepada tujuh pendaki karena telah melakukan pelanggaran yang membahayakan keselamatan.

Apa itu Hipotermia
Situs web alodokter.com menyebutkan bahwa hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh turun drastis hingga di bawah 35 derajat Celcius. Akibatnya, jantung dan organ vital lainnya gagal berfungsi. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan henti jantung, gangguan sistem pernapasan, bahkan kematian.

Suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36,5–37,3 derajat Celcius. Penurunan suhu tubuh umumnya terjadi ketika terpapar suhu udara atau air dingin yang ekstrem, tanpa mengenakan pakaian yang tepat. Bila paparan terus berlanjut, suhu tubuh dapat turun drastis dan badan tiba-tiba menggigil. Kondisi ini disebut hipotermia dan merupakan kondisi gawat darurat.

Penyebab Hipotermia
Hipotermia terjadi ketika panas yang dihasilkan tubuh tidak sebanyak panas yang hilang. Sejumlah kondisi yang berpotensi membuat panas tubuh banyak hilang dan menyebabkan hipotermia yaitu:

  1. Berada di tempat dingin dalam waktu yang lama
  2. Mengenakan pakaian yang kurang tebal saat cuaca dingin
  3. Terlalu lama mengenakan pakaian basah
  4. Berada di dalam air terlalu lama, misalnya akibat kecelakaan kapal

Hipotermia dapat dialami oleh siapa saja.

Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipotermia, yaitu:

  1. Kelompok usia bayi, balita, dan lansia
  2. Kelelahan
  3. Gangguan mental, misalnya demensia
  4. Konsumsi minuman beralkohol
  5. Penyalahgunaan NAPZA
  6. Konsumsi obat-obatan, misalnya golongan opioid, obat bius, obat penenang, atau clonidine
  7. Hipotiroidisme, radang sendi, stroke, diabetes, atau penyakit Parkinson

Gejala Hipotermia
Gejala hipotermia bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Berikut ini merupakan gejala hipotermia berdasarkan derajatnya:

  1. Gejala hipotermia ringan (suhu 32–35 derajat Celcius): pucat, kulit terasa dingin ketika disentuh, mati rasa, menggigil, respons menurun, mengantuk, takikardia yaitu kondisi jantung yang berdetak melebihi 100 kali per menit, napas cepat
  2. Gejala hipotermia sedang (suhu 28–32 derajat Celcius): Inkontinensia urine, berhenti menggigil, napas melambat, denyut jantung melambat (bradikardia), tekanan darah menurun, penurunan kesadaran
  3. Gejala hipotermia berat (suhu 28 derajat Celcius atau lebih rendah): kaku otot, tidak memberi respons, bradikardia makin parah, pernapasan dan denyut nadi sangat lemah, pingsan, henti jantung,

Hipotermia pada bayi dapat ditandai dengan kulit yang terasa dingin dan terlihat kemerahan. Bayi juga terlihat diam, lemas, dan tidak mau menyusu atau makan.

Pengobatan Hipotermia
Jika melihat orang yang memiliki gejala hipotermia, maka tindakan awal yang perlu dilakukan adalah memeriksa denyut nadi dan pernapasan. Jika denyut nadi dan pernapasannya sudah berhenti, maka lakukanlah tindakan resusitasi jantung paru (CPR) dan cari bantuan medis.

Bila orang tersebut masih bernapas dan denyut nadinya masih ada, lakukanlah tindakan berikut ini untuk membuat suhu tubuhnya kembali normal dengan langkah berikut

  1. Pindahkan penderita ke tempat yang lebih kering dan hangat secara hati-hati, karena gerakan yang berlebihan dapat memicu denyut jantungnya berhenti
  2. Ganti dengan pakaian yang kering jika pakaian yang dikenakannya basah
  3. Tutupi tubuh penderita dengan selimut atau mantel yang tebal agar hangat
  4. Berikan penderita minuman hangat dan manis jika ia sadar dan mampu menelan
  5. Berikan kompres hangat dan kering untuk membantu menghangatkan tubuhnya. Letakkan kompres di leher, dada, dan selangkangan. Hindari meletakkan kompres di lengan atau tungkai karena dapat menyebabkan darah yang dingin mengalir kembali ke jantung, paru-paru, dan otak
  6. Hindari penggunaan air panas, bantal pemanas, atau lampu pemanas untuk menghangatkan penderita. Panas yang berlebihan dapat merusak kulit dan menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur
  7. Temani dan pantau terus kondisi penderita hingga bantuan medis tiba.

Setelah tiba di rumah sakit, penderita hipotermia akan menerima serangkaian tindakan medis, berupa:

  1. Memberikan oksigen yang telah dilembapkan melalui masker atau selang hidung, untuk menghangatkan saluran pernapasan dan meningkatkan suhu tubuhnya
  2. Memberikan cairan infus yang telah dihangatkan
  3. Menghangatkan darah pasien dengan menggunakan mesin cuci darah bila hipotermia yang dialaminya berderajat berat.

Editor: Kendi Setiawan
logo