Habib Umar bin Hafiz memberikan kesan sebagai sosok yang penuh hikmah, cinta kasih, dan ketulusan dalam membimbing umat dan membawa nilai-nilai Islami ke dalam tatanan kehidupan modern. Lahir pada 27 Mei 1963, di sebuah desa kecil bernama Tarim di Hadramaut. Kehidupan dan kontribusinya telah memberikan pengaruh besar dalam dunia Islam, khususnya dalam bidang tasawuf dan dakwah.
Habib Umar merupakan bagian dari keluarga yang memiliki tradisi ilmiah dan spiritual yang kaya. Ayahnya, Habib Hafiz bin Abdullah bin Abu Bakar bin Sumayt, adalah seorang ulama besar dan pemimpin spiritual yang juga memberikan kontribusi besar dalam pendidikan dan dakwah di Yaman.
Selama bertahun-tahun, Habib Umar memperdalam ilmu agama di bawah bimbingan ayahnya dan ulama lainnya, seperti Al-Habib Muhammad bin Alawi bin Shihab al-Din, Al-Habib Ahmad bin Ali Ibn al-Shaykh Abu Bakr, dan Al-Habib Abdullah bin Shaykh Al-Aidarus, serta Al-Habib Abdullah bin Hasan Bil-Faqih. Selain itu Al-Habib Umar bin Alawi al-Kaf, al-Habib Ahmad bin Hasan al-Haddad, dan ulama lain di Tarim turut menjadi gurunya. Habib Umar juga menuntut ilmu di berbagai negara seperti Madinah, Mekkah, dan Mesir. Pengalaman pendidikannya yang beragam memberikan wawasan yang mendalam dalam berbagai disiplin ilmu Islam.
Di saat situasi sosial-politik di Tarim sedang kacau atas penguasaan rezim Komunis pada 1981, Habib Umar pindah ke Kota Al-Bayda di sebelah utara Yaman. Di sana Habib Umar kembali mempelajari ilmu agama kepada al-Habib Muhammad bin Abdullah al-Haddar, Al-Habib Zain bin Ibrahim Bin Sumayt dan Al-Habib Ibrahim bin Umar bin Aqil. Sambil belajar, ia juga mengajar dan membuat forum kajian baik di kota Al-Bayda, di Al-Hudaydah dan juga di Kota Ta`izz.
Pada tahun 1992, ketika bersamaan rezim Komunis takluk, Habib Umar pindah dari Al-Bayda ke kota Al-Shihr, Ibu Kota Provinsi Hadramaut untuk mengajar. Dua tahun berselang, Habib Umar kembali ke kota asalnya, Tarim.
Pada tahun itu juga, Habib Umar mulai merintis berdirinya pondok pesantren Darul Mustofa dan mulai menerima murid dari berbagai tempat. Walau demikian, pembukaan secara resmi Darul Mustofa terjadi pada tahun 1997. Sejak saat itu, murid-murid berdatangan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Dar al-Mustafa, terus berkembang menjadi institusi pendidikan dan spiritual di kota Tarim, Yaman. Dar al-Mustafa telah menjadi pusat bagi ribuan pelajar dari seluruh dunia yang ingin memperdalam ilmu agama dan mendalami ajaran tasawuf di bawah bimbingan Habib Umar.
Habib Umar juga aktif dalam menyebarkan ajaran Islam melalui dakwah dan khotbah-khotbahnya. Beliau sering kali berbicara tentang nilai-nilai kebaikan, toleransi, dan cinta kasih dalam Islam. Pesan-pesan dakwahnya tidak hanya menginspirasi umat Muslim, tetapi juga orang-orang dari berbagai latar belakang.
Saat ini, Habib Umar telah melakukan dakwahnya secara global. Sejumlah negara yang kerap dia hadiri adalah Syiria, Lebanon, Jordania, Mesir, Aljazair, Sudan, Mali, Kenya, Tanzania, Afrika Selatan, India, Pakistan, Sri lanka, Malaysia, Singapura, Australia dan sejumlah negara Eropa lainnya.
Keberanian dan keteguhan Habib Umar dalam menghadapi tantangan di tengah situasi politik dan sosial yang sulit di Yaman adalah salah satu sifat yang membedakan beliau. Meskipun situasi di negaranya seringkali penuh dengan konflik, beliau terus menerus berusaha untuk membawa kedamaian dan memberikan bimbingan spiritual kepada masyarakat sekitar.
Dengan kepemimpinan spiritualnya yang luas dan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam, Habib Umar bin Hafiz telah meninggalkan warisan yang berharga bagi umat Islam dan dunia pada umumnya. Kontribusinya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan tasawuf terus memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk menjalani kehidupan dengan penuh makna dan kebaikan.
Editor: Muhammad Zunus
