Tendangan penalti yang gemilang. Mohamed Salah berhasil mengecoh kiper Girona, Paulo Gazzaniga. Kiper itu membanting tubuhnya ke arah kiri sedangkan bola yang disepak Salah menerpa jaring di sebelah kanan. Aksi Salah, dengan kaki kirinya, membungkam pendukung tuan rumah di Estadio Montilivi, 11 Desember 2024.
Gol yang punya banyak arti. Sebiji gol itu membuat Liverpool menyapu semua pertandingan di Liga Champions dengan kemenangan. Gol yang juga menghibur Arne Slot yang misuh-misuh karena menganggap anak buahnya bermain buruk. “Saya tidak senang dengan penampilan anak-anak pada malam ini,” katanya.
Namun yang jauh lebih penting dari semua itu, gol ini teramat istimewa karena menjadi penggenap koleksinya yang ke 50 di ajang Liga Champions. Tak pernah ada pemain Liverpool bisa mencapainya. Jumlah gol itu pula yang membuatnya masuk dalam daftar 10 pencetak gol terbanyak di liga paling mahal sedunia itu.
Mo Salah – panggilan media di Inggris, kini berjejer dengan nama-nama penggede sepak bola dunia. Bahkan mengangkangi Didier Drogba, Filippo Inzaghi, Zlatan Ibrahimovic, Thierry Henry, Sergio Aguero, dan Samuel Eto'o.
Perjalanannya sejauh ini menjadi gelagat bahwa musim ini memang milik Si Raja Mesir, julukannya, itu. Dia bermain teramat apik. Di Liga Inggris, dia mengantar klubnya Liverpool berada di puncak selama berpekan-pekan.
Salah punya peran besar. Untuk seluruh kompetisi musim ini, pemain 32 tahun ini mencatatkan 16 gol dan 12 assist di seluruh ajang. Namanya selalu ada dalam 28 gol Liverpool dalam 22 laga.
Tidak heran bila Slot pun memujinya sebagai pemain kunci yang terus memberikan kontribusi penting bagi Liverpool. "Setiap kali kami membutuhkannya, dia mencetak gol penting musim ini. Kami berharap dan yakin dia akan terus melakukannya untuk waktu yang lama," ujarnya.
Nah, keyakinan Slot inilah yang jadi masalah. Bisa jadi Salah tak bisa berlama-lama berseragam merah-merah khas Liverpool. Pasalnya, kontrak bermainnya akan habis pada akhir musim ini dan sampai sekarang pembicaran tentang perpanjangan kerja belum juga ada kabar baiknya. Andai hingga 1 Januari kelak tak ada acara teken kontrak baru, Salah – bisa mulai lirik-lirik klub yang antre menginginkannya.
Salah – yang mengaku betah dan masih ingin bermain dengan klub yang dibelanya sejak 2017 itu, menyatakan kegelisahannya. Bahkan secara terbuka mengkritik klubnya. Katanya, Liverpool tidak benar-benar berniat untuk menjaganya untuk jangka panjang.
Sebenarnya, seperti yang ditulis The Athletic, klub telah mengajukan tawaran kontrak baru. Namun, negosiasi tampaknya masih jauh dari selesai. Keduanya masih belum mencapai kesepakatan. Soal angka masih belum klop.
Dugaan itu pula yang ada di kepala banyak orang. Salah satunya, mantan bek Liverpool Glen Johnson. Dia menganggap dengan bicara pada pers, Mo Salah disebut tengah memberikan tekanan pada klub untuk menegosiasikan dengan lebih baik.
"Mo tahu bahwa dia berada dalam posisi yang kuat. Dia mungkin ingin bertahan tapi dia berharap mendapat banyak. Bisa jadi dalam durasi kontrak atau juga besarnya uang,” katanya. “Dengan bicara pada pers merupakan pilihan terakhirnya.”
***
Mo Salah telah memberi banyak pada klub berjuluk The Kop, termasuk yang paling fenomenal mengantar Liverpool menjadi juara Liga Primer untuk pertama kalinya pada 2020. Penantian panjang selama 30 tahun, dituntaskannya.
Tak diragukan lagi, ditambah dengan gelar juara Liga Champions pada 2019, menandakan bahwa dia adalah pemain terbaik Liverpool di era Liga Primer.
Semua itu tak lain merupakan sebuah hasil dari perjalanan panjang yang ditempuh anak kecil dari kota Najrij, di Mesir -- hampir berjarak 144 kilometer dari Kairo, ibu kota Mesir, hampir dua puluh tahun silam.
Saat itu, rela menempuh perjalanan jauh demi mewujudkan mimpi menjadi pemain sepak bola. Salah, yang berusia 12 tahun terpilih masuk klub Al Mokawloon- yang dimiliki Arab Contractor, perusahaan kontraktor terbesar di Mesir. Dia pun tak mau menyia-nyiakan peluang itu. Meski untuk itu dia harus berlatih tiga kali tiap minggunya.
Bukan perjalanan yang menyenangkan. Biasanya diantar ayah atau ibunya, dia menumpang sebuah minibus yang melayani trayek Najrij hingga ke Ibu Kota Kairo. Jarak yang jauh sering membuatnya harus berlatih dalam keadaan lelah.
Untunglah nasib baik menghampirinya. Selain menaikkan gajinya, dia tinggal di asrama. Sehingga tak perlu lagi turun naik angkutan umum. Perubahan itu dilakukan Refaat Ragab, pengurus klub karena talentanya yang luar biasa.
Salah - yang pertama kali dia lihat di klub sebelumnya, Othmason Tanta-adalah pemain yang teramat bagus. Selain punya akselerasi yang bagus, dia juga punya power. "Dia bisa menendang bola dengan kuat," ujarnya.
Penilaian yang tidak keliru. Karir Salah terus menanjak hingga akhirnya masuk dalam tim nasional Mesir U-23. Saat itu, Basel, klub asal Swiss, kesengsem oleh bakatnya saat mereka melakukan pertandingan uji coba.
Di klub itu, Salah bermain baik. Sehingga klub besar Chelsea meminangnya. Tapi bukan cerita bagus yang terjadi kemudian. Pelatih Chelsea ketika itu, Jose Mourinho, menganggapnya pemalas. Salah dibuang ke Italia dan bermain di Fiorentina dengan status pemain pinjaman.
Karirnya berlanjut dengan bermain di klub AS Roma. Di sana, permainannya cemerlang. Juergen Klopp, pelatih Liverpool saat itu, membawanya kembali ke Liga Inggris dengan membayar biaya transfer hingga 42 juta pound sterling. Di Liverpool, karirnya benar-benar cemerlang sampai sekarang, setelah tujuh musim dilaluinya.
Kini, Salah berada di persimpangan jalan. Pendukung klub ini tentu menginginkannya untuk tetap tinggal. Tak ada alasan untuk melepasnya. Apa pun, dengan uang seberapa pun Mo Salah layak untuk tetap berada di Anfield.
Salah telah menunjukkan gairah dan kecintaan pada klubnya. Termasuk dengan rekor barunya – 50 gol di Liga Champions, yang dicetak di Estadio Montilivi, itu.
Irfan Budiman
Mantan wartawan dan penulis lepas di sejumlah media.
Editor: Fajar WH
