Cara Rasulullah Mengobati Orang Sakit Perut

Cara Rasulullah Mengobati Orang Sakit Perut

Khazanah keilmuan Islam sangatlah kaya dan melimpah. Mulai dari persoalan fiqih, tasawuf, tafsir hadits, tauhid, dzikir harian hingga kesehatan dan pengobatan semuanya tersedia.

Namun sayangnya beberapa bab yang didalami secara serius oleh umat Islam masih berkutat pada persoalan ubudiah dan muamalah. Sedangkan bab tentang kesehatan dan pengobatan masih terbilang minim.

Padahal terkait kesehatan dan pengobatan, akan mudah dijumpai hadits Rasulullah yang mengungkap tentang hal itu. Misalnya kasus seorang sahabat yang perut saudaranya bermasalah lalu ia melaporkan kepada Nabi Muhammad.

Hal ini disebutkan dalam sebuah riwayat hadits Sahih Muslim 4107 dari Abil Mutawakkil dari Abi Said Al-Khudri:

جَاءَ رَجُلٌ إلى النبيِّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ فَقالَ: إنَّ أَخِي اسْتَطْلَقَ بَطْنُهُ فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ اسْقِهِ عَسَلًا فَسَقَاهُ، ثُمَّ جَاءَهُ فَقالَ: إنِّي سَقَيْتُهُ عَسَلًا فَلَمْ يَزِدْهُ إلَّا اسْتِطْلَاقًا، فَقالَ له ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ جَاءَ الرَّابِعَةَ فَقالَ: اسْقِهِ عَسَلًا فَقالَ: لقَدْ سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزِدْهُ إلَّا اسْتِطْلَاقًا، فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: صَدَقَ اللَّهُ، وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ فَسَقَاهُ فَبَرَأَ.

Artinya: "Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah lalu dia berkata: 'Saudaraku sakit perut sehingga dia buang air berulang kali.' Rasulullah bersabda: 'Minumkan madu kepadanya! ' Lalu diminumkan madu kepadanya. Kemudian dia datang lagi kepada Nabi lalu ia berkata: 'Telah kuminumkan madu kepadanya, tetapi sakitnya bertambah.' Nabi Muhammad lalu menyuruhnya meminumkan madu sampai berulang tiga kali. Lalu laki-laki itu datang untuk keempat kalinya, Nabi tetap menyuruhnya meminumkan madu. Kata orang itu; 'Aku telah meminumkannya, ya Rasulullah, namun sakit perutnya semakin parah.' Rasulullah bersabda: 'Allah Maha Benar! Perut saudaramu itulah yang dusta.' Lalu diminumkannya madu dan sembuhlah dia."

Dari hadits ini dapat dipahami bahwa seseorang yang sedang sakit sebaiknya berobat melalui perantara. Dalam kasus ini perantaranya adalah madu. Namun harus tetap meyakini bahwa yang menyembuhkannya adalah Allah.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauzi mengatakan manfaat madu dalam kitab Tibbun Nabawi halaman 25:

والعسل فيه منافع عظيمة : فإنه جلاء للأوساخ التي في العروق والأمعاء وغيرها

Artinya: "Madu itu memiliki manfaat yang besar, sebab dapat membersihkan kotoran dalam otot, pencernaan dan lainnya."

Lantas mengapa Rasulullah memberikan resep pada sahabat harus meminum madu hingga empat kali?

Imam Ibnu Hajar Asqalani dalam Fathul Bari bab Dawa' al-Mabtun 10/179, berkata:

وأن بقاء الداء ليس لقصور الدواء في نفسه ولكن لكثرة المادة الفاسدة ، فمن ثم أمره بمعاودة شرب العسل لاستفراغها ، فكان كذلك ، وبرأ بإذن الله

Artinya: "Sesungguhnya penyakit yang membandel itu bukan dikarenakan tidak berkualitasnya obat, akan tetapi dikarenakan parahnya tempat penyakit. Oleh sebab itu, Rasulullah memerintahkan meminum madu berulang kali untuk membersihkan tempatnya, dan sembuh atas izin Allah."

Dari sini dapat dipetik sebuah pelajaran penting, bahwa Rasulullah sangat mendorong para sahabat yang sakit untuk berobat menggunakan perantara. Untuk kasus sakit perut, perantara yang tepat adalah menggunakan madu yang berkualitas. Tentunya tetap harus meyakini bahwa yang menyembuhkan semua penyakit adalah Allah. Wallahu a'lam bis shawab.


Editor: Muhammad Faizin
logo