4 Persiapan Spiritual Menjelang Datangnya Bulan Ramadhan

4 Persiapan Spiritual Menjelang Datangnya Bulan Ramadhan

Arina.id - Ramadhan tinggal menghitung hari. Artinya, umat Muslim akan kembali berjumpa bulan yang penuh berkah, ampunan, pahala, dan nilai-nilai positif lainnya. Menjelang datangnya bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk menyambut kedatangan bulan mulia ini dengan suka cita dan kesiapan spiritual yang matang. Dalam satu riwayat disebutkan:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أتاكم شهر رمضان شهر مبارك، فرض الله عليكم صيامه، تفتح فيه أبواب السماء، وتغلق فيه أبواب الجحيم، وتغل فيه مردة الشياطين، لله فيه ليلة خير من ألف شهر، من حرم خيرها فقد حرم.

Artinya, “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan ini, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan yang jahat dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa terhalang dari kebaikannya, maka sungguh ia telah merugi."

Menurut Ibnu Rajab al-Hambali dalam Lathaiful Ma’arif, hadits ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk bersuka cita dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Ekspresi kebahagiaan yang bisa kita lakukan adalah dengan saling berkabar kepada sesama bahwa bulan yang sangat mulia ini akan segera tiba. Sekaligus mengabarkan bahwa di bulan ini banyak hal-hal baik seperti pintu surga dibuka selebar mungkin, pintu neraka dikunci serapat mungkin, pahala ibadah dilipatgandakan, dan sebagainya. (al-Hambali, tanpa tahun: h. 148)

Untuk bisa meraih kemuliaan bulan Ramadhan dengan maksimal, kita perlu mempersiakan diri secara spiritual secara matang yang bisa dimulai sejak jauh hari sebelum bulan suci ini tiba. Berikut adalah 4 (empat) persiapan spiritual menjelang datangnya bulan Ramadhan.

1. Perbanyak Doa

Salah satu tradisi para ulama terdahulu ketika hendak tiba bulan suci Ramadhan adalah memperbanyak doa agar diberi keselamatan hingga bulan puasa tiba, bisa melewatinya dengan maksimal beribadah, dan amal perbuatan yang kita lakukan di dalamnya diterima oleh Allah swt. Yahya bin Abi Katsir merekomendasikan doa yang bisa kita baca untuk hal ini:

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضَانَ، اللَّهُمَّ سَلِّمْ لِي رَمَضَانَ، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

Allâhumma sallimnî ilâ Ramadlân, Allâhumma sallim lî Ramadlân, wa tasallamhu minnî mutaqabbalan.

Artinya, “"Ya Allah, sampaikanlah aku kepada Ramadan, ya Allah, jadikanlah Ramadan ini tetap ada untukku, dan terimalah ia dariku dengan penerimaan yang baik."

2. Menata Niat

Niat merupakan unsur penting dalam setiap aktivitas. Tanpa ada niat yang mantap, tentu perbuatan yang kita lakukan tidak akan maksimal. Demikian juga dalam menyambut Ramadhan, kita perlu berniat sejak dini terutama menjelang kedatangannya agar sebelum bulan suci ini tiba kita sudah mendapatkan pahala. Sebab, sejak niat dilakukan hingga Ramadhan tiba, kita sudah mendapat pahala dan kemuliaan Ramadhan. Islam sendiri memandang niat sebagai bagian penting dalam beribadah. Dalam satu riwayat dikatakan:

عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك، فمن هم بحسنة فلم يعلمها كتبها الله له عنده حسنة كاملة) متفق عليه.

Artinya, “Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menjelaskannya. Barang siapa yang berniat melakukan kebaikan tetapi tidak melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna di sisi-Nya." (Hadis muttafaq ‘alaih)

Hadits ini menunjukkan bahwa niat merupakan unsur penting dalam beribadah. Bahkan, jika kita sudah berniat untuk beribadah, tapi ibadahnya gagal terlaksana, maka kita tetap mendapatkan pahala ibadah tersebut.

3. Bertobat

Bertobat juga merupakan upaya penting dalam menyambut bulan Ramadhan. Sebab, saat kita tobat maka dosa-dosa kita akan diampuni. Jika dosa kita sedikit atau bahkan bersih sebab tobat yang telah kita lakukan, Insya Allah kita akan lebih mudah dan giat dalam beribadah selama Ramadhan. Ingat, dosa merupakan penghambat dalam melakukan ketaatan. Al-Fudhail pernah menyampaikan:

إذا كنت لا تستطيع قيام الليل وصيام النهار فاعلم أنك محبوس قد قيدتك ذنوبك.

Artinya, "Jika kamu tidak mampu melaksanakan salat malam dan berpuasa di siang hari, ketahuilah bahwa kamu sedang terpenjara, dosamu telah membelenggumu."

Al-Majalisi juga pernah mengatakan:

اعلم أنَّ الذنوب تورث الغفلة، والغفلة تورث القسوة، والقسوة تورث البعد من الله، والبعد من الله يورث النار، وإنَّما يتفكر في هذا الأحياء، وأما الأموات فقد أماتوا أنفسهم بحب الدنيا.

Artinya, “Ketahuilah bahwa dosa-dosa menimbulkan kelalaian, kelalaian menimbulkan kekerasan hati, kekerasan hati menjauhkan seseorang dari Allah, dan jauhnya seseorang dari Allah akan membawanya ke neraka. Dan orang yang merenungkan hal ini hanyalah mereka yang masih hidup, sedangkan mereka yang mati telah mematikan hati mereka sendiri karena cinta dunia."

4. Mulai Berpuasa

Selama bulan Ramadhan, kita diwajiabkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Oleh karena itu, selain kesiapan spiritual dengan memperbanyak doa dan tobat, kita juga perlu mempersiapkan diri secara fisik seperti dengan membiasakan puasa sebelum bulan suci ini tiba. Oleh karena itu, pada bulan Sya’ban atau satu bulan sebelum Ramadhan, kita dianjurkan untuk perbanyak puasa sunnah yang salah satu faedahnya agar kita bisa melatih diri demi kesiapan selama Ramadhan. Dalam satu riwayat disebutkan: 

عن عائشة زوج النبي صلى الله عليه وسلم أنها قالت كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم وما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان وما رأيته في شهر أكثر صياما منه في شعبان.

Artinya, “Dari Aisyah, istri Nabi ﷺ, ia berkata: "Rasulullah ﷺ biasa berpuasa begitu lama hingga kami mengira beliau tidak akan berbuka, dan beliau juga berbuka begitu lama hingga kami mengira beliau tidak akan berpuasa. Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa dalam satu bulan selain di bulan Sya'ban."

Dengan 4 persiapan spiritual tersebut, semoga kita semua bisa menjalani bulan Ramadhan lebih siap dan mampu beribadah dengan maksimal, baik ibadah wajib maupun amalan sunnah di dalamnya. Marhaban ya Ramadhan.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Muhamad Abror
Penulis rubrik Keislaman dan Sejarah Islam Klasik


Editor: Aiz Luthfi
logo