Doa Mujarab Sebelum Berhubungan Intim Agar Suami-Istri Sama-sama Terpuaskan

Doa Mujarab Sebelum Berhubungan Intim Agar Suami-Istri Sama-sama Terpuaskan

Arina.id – Islam mengajarkan agar hubungan intim suami istri tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga dijalankan dengan adab dan niat yang baik. Salah satu adab yang dianjurkan adalah membaca doa sebelum berhubungan intim untuk memohon perlindungan Allah SWT dan keberkahan dalam kehidupan rumah tangga.

Anjuran tersebut memiliki dasar dalam hadis sahih. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibaca ketika seorang suami hendak berhubungan intim dengan istrinya. Doa itu berisi permohonan agar Allah menjauhkan pasangan dan keturunan yang mungkin lahir dari gangguan setan.

Selain doa yang diajarkan Rasulullah, terdapat pula doa yang dinukil dari Ibnul Munkadir, seorang tabiin. Doa ini berisi permohonan agar Allah memberikan kekuatan kepada suami supaya dapat memenuhi hak istrinya. 

Dalam kitab Faidlul Qadir, Aburra’uf al-Munawi menjelaskan bahwa permohonan tersebut berkaitan dengan tanggung jawab suami terhadap istri, bukan semata-mata untuk melampiaskan syahwat.

Lantas, bagaimana bacaan doa sebelum berhubungan intim dengan istri menurut hadis Nabi? Bagaimana pula kedudukan doa Ibnul Munkadir dan hukum mengonsumsi obat untuk membantu menjaga stamina serta mengatasi ejakulasi dini? Berikut penjelasannya.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَمَا لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ يَقُولُ حِينَ يَأْتِي أَهْلَهُ

 بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا،

 ثُمَّ قُدِّرَ بَيْنَهُمَا فِي ذَلِكَ، أَوْ قُضِيَ وَلَدٌ، لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

Artinya: Sekiranya saat mereka mendatangi istrinya membaca:

“Bismillahi Allahumma Jannibnisy Syaithaana wa Jannibisy Syaithaana ma Razaqtanaa“ 
(Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah setan dari kami, dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau karuniakan kepada kami

Lalu mereka pun ditakdirkan mendapat keturunan dari hasil hubungan badan itu, atau mereka dikaruniai anak, maka ia tidak akan diganggu oleh setan selama-lamanya.” (HR. Bukhari no. 5165 dan Muslim no. 1434)

Sementara itu, berikut kutipan doa yang diajarkan Ibnu Munkadir:

 اَللَّهُمَّ قَوِّ ذَكَرِي فَإِنَّهُ مَنْفَعَةٌ لِأَهْلِي 

Latin: Allahumma qawwi dzakarî fa innahû manfa’atun li ahlî.  

Artinya, “Ya Allah, kuatkan dzakarku karena sesungguhnya hal itu bermanfaat buat isteriku.” 

Doa itu dipanjatkan agar Allah menguatkan dzakar Ibnul Munkadir semata-mata untuk memenuhi kewajibannya sebagai suami yang menjadi hak isterinya, bukan untuk mengumbar syahwatnya. Sebab, birahi perempuan itu ada pada laki-laki. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan perempuan akan terjerumus ke dalam perzinahan,” (Aburra’uf al-Munawi, Faidlul Qadir, Darul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, cet ke-1, 1415 H/1994 M, juz, IV, h 145). 

Dari kutipan ini kita bisa memahami bahwa harus ada upaya untuk tidak ejakulasi dini guna membahagiakan istri sehingga tidak terjadi perselingkuhan. Upaya tersebut bukan hanya dalam bentuk ikhtiar medis, namun juga melalui doa sebagai kamantapan dan keyakinan hati untuk tidak mengalami ejakulasi dini. Di antara doa yang bisa dibaca adalah doa yang dipanjatkan Ibnul Mukadir, salah seorang tabi’in yakni:

Lalu bagaimana hukumnya jika untuk tidak ejakulasi dini dan memiliki daya tahan tubuh, suami istri mengonsumsi obat-obat baik medis maupun ramuan seperti madu, telur, dan ramuan-ramuan lainnya? 

Dalam Kitab I’ânatuth Thâlibîn, Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha menjelaskan bahwa meminum obat kuat agar tidak ejakulasi dini dan kuat dalam berhubungan badan dengan istri hukumnya sunnah. Kesunahan ini dengan catatan bahwa obat yang digunakan diperbolehkan secara medis dan dengan tujuan baik seperti menjaga keharmonisan keluarga dan mendapatkan keturunan. 

Pesan yang dapat dipetik ialah bahwa hubungan intim dalam pernikahan juga berkaitan dengan perhatian terhadap kebutuhan pasangan. Suami dan istri perlu saling memahami, menjaga komunikasi, serta berupaya membangun keharmonisan rumah tangga.
 


Editor: Muhammad Zunus
logo