Tiga kelompok ulama menyebutkan nabi-nabi yang berdiam di tiap lapis langit bukan tanpa alasan. Masing-masing punya alasan sendiri.
***
Setiap peringatan Isra Mi’raj, jamak kita mendengar tentang nabi yang menempati setiap lapis langit. Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad SAW pun bertemu dengan mereka. Di langit pertama ada Nabi Adam AS, lalu Yahya dan Isa AS di langit kedua. Lalu berturut-turut, setelah di langit ketiga ada Yusuf AS, menyusul Idris AS di langit keempat, Nabi Harun AS di lapis kelima, setingkat di atasnya ada Nabi Musa AS, dan pada langit ketujuh dihuni oleh Ibrahim AS.
Lalu apa hikmah penempatan nabi-nabi itu pada setiap lapis langit itu? Apa alasan mereka ditempatkan pada lapis langit yang berbeda urutannya?
Dalam kitabnya, Al-Isra wa Al-Mi'raj, Imam Suyuthi menyebutkan beberapa perbedaan pandangan di kalangan para ulama. Sebagian ada yang mengatakan hal itu merupakan kehendak Allah dan tidak ada hikmahnya.
Namun, beberapa ulama lainnya memandang penempatan tersebut ada alasan atau hikmah di baliknya. Para ulama itu dalam kategori ini pun terbagi dalam tiga kubu.
Pertama, mereka yang menyatakan penempatan tersebut untuk menunjukkan tingkat derajat para nabi tersebut. Ulama golongan kedua, salah satunya Syekh al-Suhaili yang diafirmasi oleh Ibnu Hajar Al Asqalani, berpendapat penempatan nabi-nabi itu merupakan isyarat terkait peristiwa yang akan terjadi kepada Nabi Muhammad SAW.
Di langit pertama ada Nabi Adam AS yang dulu hidup di surga kemudian diturunkan ke bumi. Dalam konteks ini, Nabi Muhammad SAW itu akan hijrah dari Makkah menuju Madinah Al-Munawwarah. Titik persamaannya, kedua nabi tersebut mengalami kegundahan karena berpindah dari tempat yang dicintainya.
Untuk langit lapis kedua yang dihuni Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Beragam peristiwa yang dialami kedua nabi itu memiliki persamaan dengan yang akan dialami Rasulullah SAW, yakni sama-sama dibenci dan dimusuhi oleh golongan Yahudi.
Sedangkan pada langit lapis yang ketiga yang dihuni Nabi Yusuf AS, memiliki kemiripan dengan yang dialami Rasulullah. Jika Yusuf dimusuhi saudaranya, Nabi Muhammad pun akan diperangi oleh saudaranya sendiri yakni golongan Quraisy. Pada langit lapis keempat yang dihuni Nabi Idris AS, merupakan penggambaran diangkatnya derajat Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT seperti halnya Nabi Idris diangkat kedudukannya. Namun tentu saja Rasulullah SAW berada pada papan paling atas.
Nabi Harun AS yang berada di langit lapis kelima menandakan Nabi Muhammad SAW itu akan dicintai umatnya meski sebelumnya itu mereka sangat memusuhinya. Hal itu pula yang dialami oleh Nabi Harun AS.
Di langit lapis keenam, yang dihuni Nabi Musa AS, hal ini menunjukkan yang telah dialaminya juga akan terjadi pada Nabi Muhammad. Seperti halnya Musa AS, Nabi Muhammad SAW pun memiliki kesabaran yang luar biasa. Bahkan lebih dari itu, Nabi Muhammad mendoakan umatnya dan memberinya syafaat.
Sedangkan pada lapis langit ketujuh atau lapis yang terakhir, yang dihuni Nabi Ibrahim AS, menandakan bahwa Nabi Muhammad SAW akan melaksanakan ibadah haji sebagaimana Nabi Ibrahim AS.
Di golongan ini, ada ulama yang berpandangan bahwa lapis langit ketujuh itu merupakan isyarat bahwa Nabi Muhammad SAW akan hijrah ke Madinah pada tahun ke-7 Hijriyah dan bertawaf sejumlah 7 kali. Namun pendapat yang terakhir ini tidak sesuai dengan realitas.
Pandangan Ulama Lainnya
Ibnu Abi Jamroh, golongan ulama ketiga, memaparkan alasan penempatan yang berbeda. Nabi Adam AS, yang berada di lapis langit pertama, disebutkan sebagai leluhurnya para nabi. Di langit lapis kedua tempat Nabi Isa AS merupakan nabi yang paling dekat masanya dengan Nabi Muhammad SAW.
Sedangkan alasan penempatannya Nabi Yusuf berada di lapis langit ketiga itu adalah karena kelak umatnya Nabi Muhammad SAW ketika masuk surga itu bentuk fisiknya akan menyerupai Nabi Yusuf AS.
Lalu lapis selanjutnya adalah Nabi Idris AS karena merupakan nabi yang pertama kali berperang atas nama agama. Selain merupakan legitimasi juga bagi Nabi Muhammad SAW, penempatan ini juga ditengarai oleh persamaan di antara keduanya, yaitu pernah di angkat ke langit semasa hidupnya.
Lapis langit kelima yang ditempati Nabi Harun AS – yang berada di bawah Nabi Musa AS yang menempati langit keenam, yang memang derajatnya lebih tinggi.
Adapun alasan penempatan Nabi Ibrahim AS berada pada lapis langit terakhir yakni yang ketujuh sebab dia merupakan kekasih Allah (Khalilullah) dan juga bapaknya para nabi. Toh begitu, sebagai Habibullah Nabi Muhammad SAW berada di atasnya.
Demikianlah penjelasan alasan tentang Nabi-Nabi yang menempati tujuh lapis langit beserta hikmahnya. Keterangan ini disarikan dari kitab yang berjudul Al-isra' wa al-Mi'raj karya Imam As Suyuti halaman 61-63. Wallahu a'lam, semoga bermanfaat.
Ahmad Hidhir Adib
Alumni Ma'had Aly UIN Maliki Malang
Editor: Muhammad Faizin
