Arina.id - Jamak diketahui para sahabat Nabi Muhammad memiliki karakteristik yang berbeda-beda, khususnya Khulafurrasyidin. Abu Bakar dikenal mudah menangis, Umar bin Khattab dikenal tegas pemberani, Usman bin Affan dikenal lemah lembut, Ali bin Abi Talib dikenal berhati baja.
Meski demikian mereka semua tetap dalam satu tujuan, yaitu melanjutkan perjuangan Nabi Muhammad dalam menegakkan ajaran agama Islam dan menjaga persatuan umat.
Khusus Umar bin Khattab adalah sahabat Nabi yang terkenal tegas dalam membela kebenaran dan dihormati oleh kaum Quraisy. Dari ketegasan itu, Umar mendapat julukan al-Faruq.
Selain dikenal karakternya yang tegas, Umar bin Khattab juga sosok yang bijaksana dan cerdas. Umar bin Khattab menjadi khalifah kedua, menggantikan Abu Bakar Asshidiq. Secara usia, Umar berusia lebih muda daripada Nabi Muhammad. Dia lahir 13 tahun setelah peristiwa pasukan bergajah.
Dalam kitab Tarikh al-Khulafa halaman 89 karya Imam Suyuti disebutkan:
عمر بن الخطاب: بن نفيل بن عبد العزى بن رياح بن قرط بن رزاح بن عدي بن كعب بن لؤي، أمير المؤمنين، أبو حفص، القرشي، العدوي، الفاروق
Artinya: "Nama lengkapnya Umar bin Khattab bin Nufail bin Abd Uzza bin Riyah bin Qurt bin Razah bin Adiy bin Ka’b bin Luaiy. Bergelar amirul mukminin, julukannya Abu Hafs al-Qurasyi al-Adwi, al-Faruq"
أسلم في السنة السادسة من النبوة، وله سبع وعشرون سنة، قاله الذهبي
Artinya: "Adzzahabi berkata, Umar bin Khattab masuk Islam pada tahun enam hijriah dan berusia 27 tahun."
وقال النووي: ولد عمر بعد الفيل بثلاث عشرة سنة، وكان من أشراف قريش، وإليه كانت السفارة في الجاهلية، فكانت قريش إذا وقعت الحرب بينهم أو بينهم وبين غيرهم بعثوه سفيرًا، أي: رسولًا
Artinya: "Menurut Imam Nawawi, Umar bin Khattab lahir 13 tahun setelah peristiwa pasukan bergajah menyerbu Makkah. Dia adalah suku Quraisy yang paling dihormati dan tokoh besar yang menjadi rujukan pada masa Jahiliyah. Apabila terjadi peperangan antara suku Quraisy dengan suku lain, maka mereka mengutus utusan untuk meminta pertimbangan Umar bin Khattab."
Umar bin Khattab Inisiator Pertama Pengumpulan Al-Qur'an
Umar bin Khattab termasuk sahabat yang menorehkan banyak prestasi. Namun salah satu prestasi luar biasa adalah mengumpulkan Al-Qur'an menjadi mushaf.
Abu Dawud merekam inisiasi tersebut dalam Al-Masahif libni Dawud 1/171:
عن الحسن : أن عمر بن الخطاب سأل عن آية من كتاب الله فقيل كانت مع فلان فقتل يوم اليمامة، فقال: " إنا لله " وأمر بالقرآن فجمع ، وكان أول من جمعه في المصحف "
Artinya: "Diriwayatkan dari Hasan, bahwa Umar bin Khattab bertanya satu ayat Al-Qur'an, dia mendapatkan laporan bahwa ayat tersebut dihapalkan oleh fulan yang meninggal ketika perang Yamamah. Umar berkata," Inna Lillah", dia pun memerintahkan mengumpulkan Al-Qur'an, Umar adalah orang pertama yang menginisiasi pengumpulan Al-Qur'an dalam bentuk mushaf."
Keterangan Abu Dawud ini semakin mempertegas bahwa Umar bin Khattablah yang memunculkan ide pengumpulan Al-Qur'an untuk kemudian dijadikan mushaf. Alasannya dikarenakan banyak sahabat penghafal Al-Qur'an gugur dalam peperangan Yamamah.
Tercatat dalam sejarah, pasca perang Yamamah, yakni peperangan umat Islam dalam menumpas nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab pada abad 12 Hijriyah yang menggugurkan 70 para sahabat penghafal Al-Qur'an, Umar bin Khattab memiliki ide agar Al-Qur'an dibukukan menjadi mushaf. Hal itu demi kemaslahatan dan eksistensi Al-Qur'an sehingga tidak lenyap dari muka bumi jika para hafidz Al-Qur'an wafat. Padahal membukukan Al-Qur'an ini sama sekali tidak pernah dilakukan dan diperintahkan oleh Rasulullah.
Sahabat Umar kemudian menyampaikan idenya kepada pemerintah yang berkuasa saat itu yakni khalifah Abu Bakar Shiddiq. Namun ide tersebut tidak serta merta disetujui, bahkan terjadi perdebatan panjang antara Khalifah Abu Bakar dan Umar akibat ide itu.
Akhirnya sahabat Abu Bakar menyetujui gagasan Umar untuk mengumpulkan Al-Qur'an yang tercatat di berbagai media, seperti pelepah kurma dan hafalan para sahabat. Sedangkan ketua pelaksana yang ditunjuk adalah Zaid bin Tsabit.
Dari sini dapat ditarik kesimpulan, bahwa Sahabat Umar merupakan tokoh utama yang menginisiasi pengumpulan Al-Qur'an dan dijadikan sebuah mushaf. Kecerdasan Umar boleh dibilang melampaui zaman. Umar seakan mampu melihat tantangan masa depan yang bakal dihadapi umat Islam sehingga beliau mengusulkan ide tersebut. Wallahu a'lam bish shawab.
Editor: Muhammad Faizin
