Jakarta, Arina.id - Silakan buka mesin pencari (search engine) apa saja, lalu ketik keyword ngabuburit dan drakor (untuk menyebut drama korea). Kalau mau lebih spesifik tambahkan kata rekomendasi drakor buat menemani ngabuburit. Lalu lihat hasilnya. Deretan informasi bakal nongol, ulasan pada website agregator, tulisan blog, maupun artikel-artikel berbagai jenis media online.
Biar lebih seru coba cari juga pada menu pencarian platform media sosial, bisa Instagram (IG), Twitter, Facebook maupun TikTok. Akun-akun personal, official media, maupun grup-grup, banyak sekali membagikan unggahan konten informasi tentang rekomendasi drakor--dengan embel-embel kata asik, seru, romantis, lucu-- kepada para followers-nya untuk menemani waktu ngabuburitnya.
Akun IG @backpackerkorea misalnya menulis begini: "Ngabuburit paling asik sambil nonton film! Biar nunggu waktu buka puasa nggak berasa, cobain deh film-film ini. Semua filmmya seru banget! Pas buat nemenin sore kamu, BK Squad! Ada film favorit kamu nggak di sini? 👀 Komen dan share ke temen yang mau kamu ajak nonton ya!"
Begitu juga akun media @femaledailynetwor, akun @kataoma.id, kemudian akun @oppal_id yang mengunggah konten serupa. Namun hal itu semata-mata hanya contoh, yang menggelitik tetap perilaku atau respons para followersnya. Meskipun Ramadan, komentar mereka mirip hari - hari biasanya. Para K-Drama Lover (sebutan buat pencinta Drakor) itu tetap membara kalau omon-omon soal film favorit mereka.
Lihat saja komentar @shafiraaliftya yang merespon begini: "Buried hearts jg seru pollll buat yg suka action, detektif, dll tp romancenya jg gk kalah bapernya."
Lalu akun @karynorie nampak lebih emosional lagi: "Melo movie, baguss bangettt asliii.."
Palingan akun @retsa.26 yang responnya sedikit agak berbeda. "Pengen sih tapi mana sempet, sekarang ngabuburitnya masak sambil beres - beres rumah.."
Lalu baca komentar akun @desycapricons yang terlihat kocak ini. "Cemilan saat pulang tarawih.."
Jadi begitulah para pecinta drakor di Indonesia. Sebenarnya drakor-- film bergenre drama impor dari Korea Selatan--hanya salah satunya saja yang masuk ke Indonesia. Ada juga drama-drama impor lain: Drama India, Drama China (Drachin), Drama Taiwan, Thailand, Drama Turki dan lainnya.
Lalu bagaimana bila dikaitkan dengan konteks Ramadan? Apakah menonton drama saat ngabuburit bisa dimaklumi?
Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Rumadi Ahmad, dalam program TAJIL (Tanya Jawab Seputar Islam) di CNNIndonesia pada 2024 lalu pernah menerima pertanyaan begini. "Bolehkah menghabiskan waktu menonton Drakor sampai menunggu waktu berbuka puasa?"
Rumadi kemudian menjawab bahwa drakor merupakan hiburan yang mubah. Artinya, menonton drama Korea bukan sesuatu yang dilarang, selama tontonan tersebut tidak menimbulkan hal negatif. Ia memisalkan, jika menonton drakor kemudian muncul prasangka buruk kepada orang lai, "maka itu yang tidak boleh," katanya.
Namun selama tontonan tersebut bisa membawa kebaikan atau bahkan mendorong orang untuk berbuat baik, tentu tidak didilarang. Namun sangat disayangkan, kata dia, jika waktu puasa Ramadan hanya dihabiskan untuk menonton tayangan drakor.
Sebab, kata dia, selama Ramadan Allah SWT menjanjikan banyak pahala untuk setiap amalan baik. Sehingga sayang sekali kalau aktivitas puasa hanya diisi dengan menonton drakor. "Sayang jika kita habiskan hari, jam demi jam, detik demi detik Ramadan hanya dengan melakukan perbuatan seperti itu," kata dia.
Oleh sebab itu Ia pun menyarankan agar umat Islam yang sedang berpuasa Ramadan memperbanyak beribadah, melakukan amal kebaikan, kerja-kerja sosial, hingga menggelar musyawarah untuk memakmurkan masjid. Hal itu jauh lebih mulia dari sekadar menghabiskan waktunya menonton drama Korea.
Pertanyaan berikutnya bagaimana kedudukan menonton film sendiri? Seperti dikutip dari laman NUOnline.id, menonton film merupakan sebuah kelaziman di kalangan masyarakat sekarang ini. Nonton film bisa dilakukan di rumah, bioskop maupun lewat aplikasi-aplikasi di smartphone. DR Yusuf Qaradhawi dalam karyanya Al-Halal wal Haram fil Islam menerangkan sebagai berikut:
ولا شك أن السينما وما ماثلها أداة هامة من أدوات التوجيه والترفيه. وشأنها شأن كل أداة فهي إما أن تستعمل في الخير أو تستعمل في الشر فهي بذاتها لابأس بها ولاشئ فيها والحكم في شأنها يكون بحسب ما تؤديه وتقوم به
Tidak perlu ragu bahwa pertunjukkan film dan sejenisnya merupakan sarana penting dari sekian banyak sarana hiburan. Sebagai sarana, kedudukan film bioskop sama seperti sarana lainnya. Artinya, ia bisa jadi digunakan untuk kebaikan. Tetapi ada kalanya film dimanfaatkan untuk keburukan. Secara substansi, pertunjukan bioskop tidak masalah. Kedudukan hukumnya didasarkan pada pesan dan isi film.
Kami, kata Qaradhawi, memandang aktivitas nonton di gedung bioskop halal dan baik-baik saja. Lalu, Qaradhawi menyebutkan sejumlah syarat antara lain agar pengunjung menjauhkan film-film yang menampilkan kefasikan atau menafikan aqidah, syariah, maupun adab Islam. Begitu juga film-film yang membangkitkan kesenangan-kesenangan duniawi, dosa, atau mendorong orang untuk berbuat kriminal.
Selain itu, aktivitas nonton tidak melalaikan pengunjung gedung bioskop dari kewajiban duniawi seperti aktivitas sekolah atau mencari nafkah, dan kewajiban agama seperti sembahyang lima waktu. Terakhir, kata Qaradhawi, pengunjung gedung bioskop mesti menjauhkan diri dari kerumunan dan desakan-desakan yang membangkitkan syahwat laki-laki dan perempuan. Wallahu a‘lam.
Editor: Muhammad Taufiq
