Arina.id - Salah satu tarikh pada masa kenabian yang cukup popular ialah kisah Masjid Dhirar. Masjid yang justru diperintahkan agar dirobohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Bahkan setelah dirobohkan, masjid megah ini dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah dan bangkai binatang.
Alkisah, saat Rasulullah berhijrah ke Madinah, bersama para sahabat segera mendirikan masjid pertama. Masjid ini sangat sederhana, hanya berdinding tanah liat, tiang kayu dan atap pelepah kurma. Lantainya juga hanya tanah saja. Masjid ini sekarang disebut sebagai masjid Quba', lokasinya berjarak sekitar 3 kilometer dari Masjid Nabawi.
Masjid Quba' ini merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah bersama para sahabat Muhajirin dan Ansahar ketika sampai di Madinah. Para sejarahwan mencatat perkiraan tahun pendirian pada 1 Hijriah atau sekitar 622 Masehi. Karena ia masjid pertama, artinya Masjid Quba' lebih tua dari Masjid Nabawi.
Ketika kaum Muhajirin berniat memugar masjid tersebut Rasulullah pernah menolaknya. Walaupun secara lahiriah masjid Quba’ sangat sederhana namun Allah menyebut masjid ini sebagai masjid yang dibangun atas dasar ketakwaan sejak awal berdirinya.
لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًاۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ ١٠٨
"Janganlah engkau melaksanakan salat di dalamnya (masjid itu) selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang gemar membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri." [at-Taubah/9:107]
Masalahnya pada saat itu, ketika Masjd Quba' kian ramai menjadi pusat kegiatan umat Islam, orang-orang munafik kemudian iri. Mereka tidak tenang atas persaudaraan yang erat di kalangan umat Islam. Mereka lantas membangun masjid Dhirar yang lebih bagus di Madinah sebagai saingan Masjid Quba'.
Motivasi pembangunan Masjid Dhirar ini bertujuan untuk memecah belah persaudaraan dan melemahkan persatuan umat Islam pada saat itu. Peristiwa ini sampai disinggung oleh Allah SWT dan diabadikan dalam ayat Alquran:
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِن قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
"Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemadharatan (pada orang-orang Mukmin), untuk kekafiran dan memecah belah antara orang-orang Mukmin serta menunggu kedatangan orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah,”kami tidak menghendaki selain kebaikan.”Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya)." [at-Taubah/9:107]
Mengetahui siasat buruk orang-orang munafik tersebut, Rasulullah kemudian memerintahkan para sahabat meruntuhkan masjid tersebut. Kemudian Lokasi bangunan masjid Dhirar dijadikan tempat pembuangan sampah dan bangkai binatang.
Demikian akhir dari masjid yang didirikan atas dasar kemunafikan dan niat yang tidak baik, niat untuk memecah belah umat Islam, melakukan propaganda-propaganda yang memicu permusuhan di antara sesama muslim.
Editor: Muhammad Taufiq
