Arina.id - Menjalin tali silaturahim memiliki banyak manfaat, baik untuk kehidupan di dunia maupun akhirat. Di kehidupan dunia, silaturahim bisa menjadi investasi jangka panjang yang menguatkan kasih sayang, membangun solidaritas, serta membuka peluang untuk berbagi pengalaman dan wawasan. Dengan begitu, ketika menghadapi masa-masa sulit, kita tidak perlu merasa sendirian.
Selain itu, dalam berbagai kajian Islam, sering kali kita mendengar bahwa silaturahim dapat memperpanjang umur. Namun, banyak di kalangan masyarakat yang bertanya, apakah yang dimaksud dengan “memperpanjang umur” itu adalah menambah jumlah tahun dalam hidup seseorang?
Salah satu dalil terkait silaturahim dapat memperpanjang umur adalah hadits sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim berikut;
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ ، وَيُنْسَأَ - أي : يُؤَخَّرَ - [ لَهُ ] فِي أَثَرِهِ - أي : أَجَلِهِ - .. فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim.”
Imam Nawawi dalam kitab Syarah Sahih Muslim menjelaskan, hadits terkait bersilaturahim dapat memperpanjang umur sebagaimana telah disebutkan di atas, setidaknya memiliki 3 makna sebagai berikut:
1. Keberkahan umur
Di antara makna 'memperpanjang umur' adalah tercurahnya keberkahan dalam setiap detik kehidupan. Seseorang yang bersilaturahim akan diberikan berkah dalam umurnya, ia diberikan kemudahan oleh Allah Swt dalam melakukan kebaikan dan memanfaatkan waktunya dengan hal yang bermanfaat untuk akhirat.
أَنَّ هَذِهِ الزِّيَادَةَ بِالْبَرَكَةِ فِي عُمْرِهِ وَالتَّوْفِيقِ لِلطَّاعَاتِ وَعِمَارَةِ أَوْقَاتِهِ بِمَا يَنْفَعَهُ فِي الْآخِرَةِ وَصِيَانَتِهَا عَنِ الضَّيَاعِ فِي غَيْرِ ذَلِكَ
Artinya: “Maksud bertambahnya umur adalah bertambah keberkahan dalam hidup, kemudahan dalam beribadah, serta pemanfaatan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat bagi akhirat, sekaligus terhindar dari kesia-siaan.”
2. Bertambahnya umur
Makna ‘memperpanjang umur’ berikutnya adalah bertambahnya jatah hidup di dunia. Misalnya seseorang sebelumnya diberi jatah umur 60 tahun, namun karena ia bersilaturahim umurnya akan ditambahkan misalnya 40 tahun lagi sehingga jatah usianya menjadi 100 tahun.
وَالثَّانِي أَنَّهُ بِالنِّسْبَةِ إِلَى مَا يَظْهَرُ لِلْمَلَائِكَةِ وَفِي اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ وَنَحْوِ ذَلِكَ فَيَظْهَرُ لَهُمْ فِي اللَّوْحِ أَنَّ عُمْرُهُ سِتُّونَ سَنَةً إِلَّا أَنْ يَصِلَ رَحِمَهُ فَإِنْ وَصَلَهَا زِيدَ لَهُ أَرْبَعُونَ
Artinya: “Pendapat kedua, tambahan umur ini berkaitan dengan apa yang tampak bagi malaikat dan yang tertulis di Lauh Mahfuz. Misalnya, dalam catatan tersebut tertulis bahwa seseorang memiliki umur 60 tahun, tetapi jika ia rajin menyambung silaturahim, umurnya bisa diperpanjang hingga 40 tahun lagi.”
3. Dikenang walau telah meninggal
Silaturahim tidak hanya menghidupkan hubungan antarmanusia, tetapi juga mengabadikan nama pelakunya. Maksudnya, orang yang rajin menyambung silaturahim akan dikenang oleh banyak orang setelah wafatnya. Namanya tetap hidup melalui kebaikan yang ia tinggalkan, seakan-akan ia belum meninggal.
وَالثَّالِثُ أَنَّ الْمُرَادَ بَقَاءُ ذِكْرِهِ الْجَمِيلَ بَعْدَهُ فَكَأَنَّهُ لَمْ يَمُتْ
Artinya: “Pendapat ketiga, yang dimaksud dengan umur yang panjang adalah tetap terkenangnya nama baik seseorang setelah ia wafat, seolah-olah ia tidak pernah meninggal.”
Dengan demikian, makna silaturahim yang dikatakan dapat memperpanjang umur tidak selalu berarti menambah jumlah tahun dalam kehidupan seseorang. Misalnya, jika seseorang ditakdirkan berumur 60 tahun, bukan berarti umurnya secara fisik bertambah menjadi 70 tahun.
Bisa jadi, keberkahan dalam hidupnya yang bertambah, ia dimudahkan dalam berbuat kebaikan, diberikan kesempatan untuk terus bermanfaat bagi orang lain, serta selalu menggunakan waktunya untuk hal-hal yang membawa keberuntungan di akhirat. Wallahu a’lam.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Aiz Luthfi
