Mimpi Orang Tua Meninggal: Pertanda Buruk atau Justru Baik?

Mimpi Orang Tua Meninggal: Pertanda Buruk atau Justru Baik?

Arina.id - Kehilangan orang tua adalah salah satu episode terburuk dalam hidup. Meskipun kita tahu mereka sudah menua dan semakin dekat dengan ajal, tetap saja tak ada anak yang siap melihat orang tuanya pergi selamanya.

Rasa takut itu akan semakin menjadi-jadi saat orang tua sedang terbaring sakit di rumah sakit, dengan selang infus, tabung oksigen, dan layar detak jantung di sampingnya. Tak jarang, kecemasan itu terbawa hingga ke alam mimpi, hingga kita bermimpi orang tua meninggal dunia.

Lantas, apa artinya jika kita bermimpi orang tua meninggal dunia? Apakah mimpi tersebut pertanda baik atau buruk? Ataukah justru berarti orang tua kita akan diberi umur yang panjang?

Dalam literatur kitab tafsir mimpi, para ulama menjelaskan bahwa pada dasarnya kematian dalam mimpi bisa menjadi pertanda baik ataupun buruk, tergantung pada situasi dan kondisinya.

الْمَوْتُ مُحَقَّقٌ لِمَا دَلَّ عَلَيْهِ النّزَاعُ، مِمَّا ذَكَرْنَا. وَيَدُلُّ: عَلَى سِجْنٍ، أَوْ مَرَضِ الْأَصِحَّاءِ، وَعَلَى التَّجَهُّزِ إِلَى مُلَاقَاةِ الْأَكَابِرِ، وَمَا أَشْبَهَ ذَلِكَ. فَإِنْ كَانَ فِي مَوْتِهِ مُتَوَجِّهًا إِلَى جِهَةٍ يَعْتَقِدُ أَنَّهَا تُقَرِّبُهُ إِلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ، أَوْ كَانَتْ صُورَتُهُ حَسَنَةً، أَوْ طَيِّبَ الرَّائِحَةِ، أَوْ أَنَّ حَوَالَيْهِ أَرْبَابَ صَلَاحٍ، أَوْ نُورٍ: حَصَلَتْ رَاحَةٌ لِلْمُسَافِرِ، وَخَلاصٌ مِنْ مَرَضٍ، أَوْ سِجْنٍ، أَوْ مُلَاقَاةِ الْأَكَابِرِ بِكُلِّ خَيْرٍ، وَنَحْوِ ذَلِكَ. وَإِنْ كَانَ خِلَافَ ذَلِكَ: حَصَلَ لَهُ نَكَدٌ فِيمَا ذَكَرْنَا

Artinya: ”Kematian dalam mimpi memiliki arti sama seperti bermimpi sakaratul maut yang sudah disebutkan sebelumnya (pertanda baik). Mimpi ini juga bisa menandakan seseorang akan dipenjara, atau orang yang sehat akan jatuh sakit, atau bersiap untuk bertemu orang-orang besar dan terpandang. Jika dalam mimpi itu, kematiannya terlihat menghadap ke arah yang diyakini akan mendekatkannya kepada Allah, atau dia terlihat dengan rupa yang baik, beraroma wangi, dikelilingi oleh orang-orang saleh, atau ada cahaya, maka maknanya adalah kenyamanan bagi orang yang sedang bepergian, kesembuhan dari penyakit, bebas dari penjara, atau pertemuan dengan orang-orang besar dalam kebaikan dan hal-hal baik lainnya. Namun, jika yang terlihat sebaliknya, maka akan ada kesusahan atau kesulitan.”(Qawaidh Tafsir al-Ahlam, hal.466)

Oleh karena itu, ketika kita bermimpi orang tua meninggal dunia, mimpi tersebut bisa menjadi pertanda baik maupun buruk. Semua itu tergantung pada kondisi orang tua kita saat ini dan bagaimana situasi mereka dalam mimpi tersebut.

Jika orang tua kita sedang sakit dan dalam mimpi kita melihat mereka meninggal dalam keadaan baik, misalnya wajahnya tersenyum, jenazahnya terlihat bersih, atau tercium aroma wangi, maka itu justru pertanda baik. Bisa jadi, mereka akan segera sembuh dari sakitnya. Namun, jika yang terlihat dalam mimpi sebaliknya, maka itu bisa menjadi pertanda buruk.

Lebih lanjut Syekh Abu Bakar Bin Muhammad Bin Umar Al-Mula Al-Hanafi menjelaskan secara spesifik dan jelas dalam kitabnya bahwa bermimpi melihat orang tua meninggal dunia merupakan pertanda buruk. Mimpi tersebut menandakan bahwa urusan dunia atau akhirat seseorang akan berantakan.

وَمَنْ رَأَى أَنَّ أَحَدَ أَبَوَيْهِ مَاتَ فَإِنَّهُ تَذْهَبُ دُنْيَاهُ وَيَفْسُدُ حَالُهُ، وَإِنْ كَانَ مِنْ طُلَّابِ الْآخِرَةِ تَعَطَّلَ عَنْ عَمَلِهِ

Artinya: ”Barang siapa bermimpi salah satu dari orang tuanya meninggal, maka itu menandakan bahwa urusan dunianya akan hilang dan keadaannya akan rusak. Namun, jika dia termasuk orang yang fokus mencari akhirat, maka dia akan terhenti dari amal ibadahnya.” (Tanbihul Afham Bi at-Ta’wil al-Ahlam, hal.129)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bermimpi orang tua meninggal dunia bisa menjadi pertanda baik maupun buruk, tergantung pada situasi dan kondisi seperti yang telah dijelaskan. Namun, jika mengacu pada pendapat Syekh Abu Bakar yang secara spesifik menyebutkan mimpi orang tua meninggal, hal itu merupakan pertanda buruk yang bisa menimpa urusan dunia atau akhirat kita, seperti mengalami kebangkrutan atau terjerumus dalam dosa dan hal buruk lainnya.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa tafsir mimpi tidak boleh diyakini seratus persen. Bisa saja terjadi, dan bisa juga tidak, karena semua itu bergantung pada kehendak Allah. Oleh karena itu, ketika kita bermimpi orang tua meninggal dunia, hendaknya kita memohon kepada Allah agar mimpi tersebut menjadi pertanda baik dan dijauhkan dari pertanda buruk yang tidak kita inginkan. Semoga orang tua kita selalu diberi umur panjang dan penuh keberkahan. Aamiin. Wallahu a’lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
logo