Oleh Siti Nurjanah
Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia, jatuh pada 3 Januari setiap tahunnya. Pada tahun ini, bertepatan dengan peringatan ke-78, tema yang diusung adalah "Indonesia Hebat Bersama Umat”.
Siapa pun yang mengikuti perkembangan wacana dan langkah strategis Kemenag dalam beberapa tahun terakhir, hampir dipastikan tak terlalu asing dengan program kerukunan umat dan kampanye moderasi beragama.
Di tengah euforia tahun politik, Kemenag mempertegas posisinya sebagai inisiator keumatan yang on the track dan tak bergeser sejengkal pun dari apa yang diperjuangkan para punggawanya yakni Gus Menteri dan jajarannya --− yang selama ini telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam menciptakan momentum kebangkitan umat dan bangsa.
Berbagai langkah yang diambil oleh kementerian ini dapat menjadi inspirasi dan acuan positif bagi pembangunan bangsa yang lebih baik. Langkah-langkah tersebut antara lain peningkatan kerukunan umat beragama (KUB).
Dalam beberapa tahun terakhir, KUB terus mengalami peningkatan yang signifikan. Langkah-langkah konkret seperti dialog antarumat beragama, pelaksanaan kegiatan bersama lintas agama, dan peningkatan pemahaman terhadap toleransi menjadi jejak dari komitmen kementerian ini untuk terus membangun keharmonisan di antara umat beragama.
Selain itu, Kementerian Agama juga memainkan peran penting dalam upaya menjaga stabilitas nasional. Keberhasilan kementerian ini sebagai garda terdepan menjaga keseimbangan persatuan umat, termasuk di tahun politik kali ini, menunjukkan kontribusi yang tidak dapat diabaikan. Melalui kebijakan-kebijakan yang mendukung harmoni antarumat beragama, Kemenag mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk keamanan nasional. Terlebih, Kemenag juga berperan dalam penguatan peran abdi negara dalam menjaga keamanan umat beragama.
Langkah-langkah strategis itu yang dilakukan dalam menciptakan kebangkitan umat, antara lain menghindarkan campur tangan politikus dalam urusan keagamaan, menekankan pentingnya fokus pada harapan, dan penguatan aspek positif.
Transformasi Digital Pelayanan Keagamaan
Di era digital, siapa pun harus melakukan adaptasi, termasuk Kementerian Agama sebagai "kementerian paling sibuk". Kementerian ini pun harus mampu beradaptasi dengan dunia digital dalam pelayanan keagamaan. Penghargaan untuk Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tokoh Transformasi Digital Pelayanan Keagamaan 2023 merupakan bukti, sekaligus langkah cepat kementerian idalam memajukan pelayanan publik.
Pengembangan satu data Kementerian Agama untuk memfasilitasi kebutuhan publik dalam layanan informasi merupakan langkah inovatif yang mendukung penguatan peran kementerian dalam memberikan pelayanan yang lebih efisien. Di samping keseriusan kementerian ini dalam melindungi keamanan masyarakat terlihat dalam upaya melakukan penolakan terhadap berita palsu atau hoaks. Langkah-langkah ini mencerminkan bahwa negara ini milik seluruh umat beragama. Untuk itu, Kementerian Agama berperan aktif dalam menjaga integritas informasi.
Dengan langkah-langkah konkret tersebut, Kementerian Agama Indonesia telah membangun momentum kebangkitan umat dan bangsa. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus bersinergi dalam menciptakan Indonesia yang lebih hebat dan memiliki daya saing, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan toleransi.
Dalam konteks pemilu, melalui HAB ini, Kemenag menegaskan pesan penting kepada umat bahwa perbedaan pilihan tak boleh mengganggu persatuan. Tahun politik harus dilalui dengan riang gembira serta tarung gagasan program untuk kebaikan umat. Tahun politik 2024 ini justru saatnya untuk memperkokoh solidaritas dan kerukunan, dan menjadikan momen HAB ke-78 sebagai panggung untuk memupuk kesatuan demi mewujudkan visi “Indonesia Emas 2045”.
*Siti Nurjanah adalah Rektor IAIN Metro Lampung
Editor: Muhammad Zunus
