Oleh Ira D. Aini
Terima kasih, Sayyidah Hajar r.a.
Dari keteladananmu, aku belajar banyak hal yang tak tertulis di buku mana pun, tentang menjadi perempuan, tentang menjadi manusia yang berserah, yang yakin, dan yang terus berharap meski dunia terasa gersang.
Darimu, aku belajar PENERIMAAN.
Ketika Nabi Ibrahim mengajakmu meninggalkan rumah yang selama ini kau huni, engkau tidak protes, tidak melawan, bahkan tidak mengeluh. Engkau manut, ikut dalam diam, dalam ikhlas, menuju tanah asing yang kering dan tandus, demi menghormati keputusan suami, demi menjaga harmoni rumah tangga. Padahal itu berarti engkau harus menekan perasaanmu sendiri, mengalah tanpa menghapus cinta, dan menerima tanpa kehilangan harga diri.
Darimu, aku belajar KEYAKINAN.
Ketika engkau tahu bahwa Ibrahim akan meninggalkanmu bersama Ismail yang masih bayi di lembah sunyi tanpa bekal dan teman, engkau hanya bertanya, “Apakah ini perintah Allah?” Dan saat beliau menjawab, “Ya,” engkau tak menahan, tak merengek, hanya mengucap mantap, "Kalau begitu, pergilah. Allah tidak akan menelantarkan kami." Keyakinanmu bukan sekadar pasrah, tetapi keberanian untuk percaya penuh bahwa Allah tahu yang terbaik, dan memang, Allah menjawab keyakinanmu dengan keajaiban yang tak lekang zaman.
Darimu, aku belajar HARAPAN.
Ketika Ismail menangis kehausan dan bekal telah habis, engkau tidak hanya diam dan bersedih. Engkau berlari, bolak-balik antara Safa dan Marwah tujuh kali dengan tubuh lelah dan hati nyeri, karena cinta seorang ibu selalu menemukan tenaga untuk terus berusaha. Dan dari usahamu, dari peluh dan air matamu, Allah hadiahkan air zamzam yang terus mengalir, menjadi berkah abadi bagi jutaan manusia dari seluruh dunia.
Terima kasih, Sayyidah Hajar r.a.
Darimu kami belajar bahwa keimanan adalah tindakan, bukan hanya ucapan. Bahwa pengorbanan bukan kelemahan, dan bahwa perempuan adalah penjaga sejarah yang paling kokoh.
Semoga kami terus belajar darimu, mewarisi keberanianmu, keyakinanmu, dan keteguhan hatimu. Agar kami pun bisa bertahan di tengah gersangnya ujian hidup, dan percaya bahwa air harapan akan selalu Allah pancarkan, asal kami tak berhenti berusaha.
=======
Ira D. Aini adalah penulis Buku "Perempuan Pembelajar"
Editor: Muhammad Zunus
