Khutbah Idul Fitri 2025: Saatnya Bersyukur, Berdoa, dan Berbenah Diri

Khutbah Idul Fitri 2025: Saatnya Bersyukur, Berdoa, dan Berbenah Diri

Khutbah I

‎اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ الكِرَامُ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَاعْلَمُوا أَنَّ مِنْ عَلَامَاتِ قَبُولِ الطَّاعَةِ الشُّعُورَ بِالْخَشْيَةِ وَالْخَوْفِ مِنْ عَدَمِ قَبُولِهَا، فَقَدْ قَالَ بَعْضُ السَّلَفِ: " كَانُوا يَدْعُونَ اللَّهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ، ثُمَّ يَدْعُونَهُ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ". فَلْنَسْأَلْ أَنْفُسَنَا الْيَوْمَ: هَلْ تَقَبَّلَ اللَّهُ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا؟ أَمْ أَنَّنَا مِنَ الَّذِينَ قِيلَ فِيهِمْ وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

Hadirin Jamaah Idul Fitri yang dirahmati Allah 

Sudah sepatutnya, di hari yang penuh kebahagiaan ini, kita melantunkan pujian dan syukur yang tak terhingga kepada Allah. Dialah yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat luar biasa yakni kesempatan bertemu dengan bulan Ramadan, menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh, dan kini merayakan Idul Fitri di tahun 2025.

Tak lupa, shalawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW. Berkat perjuangan beliau, kita mengenal Islam, memahami jalan kebenaran, dan mengenal Sang Pencipta alam semesta. Semoga kita termasuk umat yang selalu meneladani ajaran beliau hingga akhir hayat.

Hadirin Jamaah yang berbahagia

Merasa bahagia saat Idul Fitri adalah hal yang lumrah. Baju baru, momen kebersamaan dengan keluarga, menerima THR, dan berbagai kebahagiaan lainnya menjadi bagian dari perayaan ini. Namun, di tengah euforia tersebut, sering kali kita lupa untuk merenungkan satu hal yang jauh lebih penting perihal apakah amal ibadah kita selama sebulan penuh di bulan Ramadan benar-benar diterima oleh Allah? Apakah ibadah yang kita lakukan sudah sempurna dan tulus sesuai dengan syariat-Nya?

Jangan-jangan, kita berpuasa bukan karena menaati perintah Allah, melainkan sekadar ikut-ikutan agar tidak malu karena usia sudah dewasa. Kita banyak bersedekah, tetapi bukan karena keikhlasan, melainkan demi mendapat pujian dari tetangga. Kita rajin sholat Tarawih, tetapi dalam hati justru merasa lebih saleh dari mereka yang tidak melaksanakannya. Tanpa disadari, banyak amal yang kita lakukan bukan karena Allah, melainkan karena dorongan duniawi. Padahal beribadah hanya dan karena Allah amatlah penting agar amal kita tidak sia-sia. 

Dalam sebuah hadits yang sering kita dengar Rasulullah SAW bersabda;

إِنَّمَا ٱلْأَعْمَالُ بِٱلنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ ٱمْرَأَةٍ يَنكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Artinya: "Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Barang siapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia capai atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia tuju." (HR. Bukhari)

Hadirin jamaah Idul Fitri rahimahullah

Dalam kitab Lathā’if al-Ma‘ārif karya Ibnu Rajab, disebutkan bahwa para ulama terdahulu begitu khawatir terhadap diterimanya amal ibadah mereka. Mereka tidak sekadar puas setelah menunaikan puasa dan ibadah di bulan Ramadan. Mereka justru diliputi kegelisahan perihal apakah amal mereka diterima oleh Allah atau tidak?

Saking besarnya rasa takut itu, mereka banyak berdoa kepada Allah agar semua ibadah yang telah mereka lakukan diterima. Dalam kitab tersebut dikisahkan:

كانوا يَدْعُونَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ شَهْرَ رَمَضَانَ، ثُمَّ يَدْعُونَ اللهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُم

Artinya: "Dahulu ulama berdoa kepada Allah selama 6 bulan agar mereka panjang umur sehingga bisa berjumpa dengan bulan Ramadan. Lantas setelah Ramadan berakhir mereka kembali berdoa selama 6 bulan agar amal yang telah dilakukan diterima oleh Allah”

Khalifah Umar bin Abdul Aziz, sosok pemimpin yang dikenal dengan keadilan dan ketakwaannya, pernah secara khusus menyampaikan harapan agar seluruh ibadah rakyatnya selama bulan Ramadan diterima oleh Allah. Dalam salah satu pidatonya di hari Idul Fitri, beliau berkata:

أيُّهَا النَّاسُ، إِنَّكُمْ صُمْتُمْ للهِ ثَلَاثِينَ يَوْمًا، وَقُمْتُمْ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً، وَخَرَجْتُمُ اليَوْمَ تَطْلُبُونَ مِنَ اللهِ أَنْ يَتَقَبَّلَ مِنْكُمْ

Artinya: "Wahai manusia, sesungguhnya kalian telah berpuasa selama tiga puluh hari dan menunaikan sholat malam selama tiga puluh malam. Kini, kalian keluar pada hari ini untuk memohon kepada Allah agar Dia menerima amal ibadah kalian."

Bahkan, saking khawatirnya terhadap diterimanya amal ibadah mereka, tidak sedikit ulama yang justru bersedih di hari raya Idul Fitri, hari di mana kebanyakan orang bergembira dan bersuka cita. Ketika mereka ditanya, "Mengapa engkau bersedih di hari yang seharusnya penuh kebahagiaan ini?"

Para ulama itu pun menjawab:

صَدَقْتُمْ، وَلَكِنِّي عَبْدٌ أَمَرَنِي مَوْلَايَ أَنْ أَعْمَلَ لَهُ عَمَلًا، فَلَا أَدْرِي أَيَقْبَلُهُ مِنِّي أَمْ لَا؟

Artinya: ”Memang benar ini adalah hari bahagia, namun Aku hanyalah seorang hamba yang diperintahkan untuk beribadah kepada Tuhanku. Namun, aku tidak tahu apakah ibadahku diterima atau ditolak.”

Hadirin jamaah Idul Fitri yang berbahagia

Tak ada yang salah dalam menyambut hari raya Idul Fitri dengan penuh kegembiraan. Bahkan, Islam sendiri menganjurkan umatnya untuk bergembira di hari kemenangan ini. Namun, kebahagiaan itu jangan sampai membuat kita terlena, apalagi berlebihan hingga lupa untuk merenungi satu hal yang jauh lebih penting yakni Apakah amal ibadah kita selama Ramadan benar-benar diterima oleh Allah?

Justru dengan adanya rasa khawatir tersebut, kita terdorong untuk terus berdoa kepada Allah, memohon agar setiap amal yang telah kita lakukan selama bulan suci ini diterima di sisi-Nya. Kekhawatiran itu juga akan membuat kita lebih bersemangat dalam memperbaiki kualitas ibadah di bulan-bulan berikutnya, hingga akhirnya kita dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang dengan iman yang lebih kuat dan ibadah yang lebih baik.

Semoga amal ibadah kita sebulan penuh di bulan Ramadan diterimah oleh Allah SWT dan mendapat ridha-Nya, amin.

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ العَائِدِيْنَ وَالفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بَخَيْرٍ. آمين بسم الله الرحمن الرحيم، وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ. وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وارْحَم وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

Khutbah II

اَللهُ أَكْبَرُ ×٧، اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ : إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَأًصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِماَتِ, وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ يَا قَاضِيَ اْلحَاجَاتِ. رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهىَ عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
logo