Khutbah I
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِأَنْفُسِنَا وَمِن سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ١٢٨ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِࣖ ١٢٩
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Mengawali khutbah ini, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita di antaranya nikmat kesehatan, kesempatan, dan iman yang tiada bandingannya.
Dengan rasa syukur yang tulus ini, kita insya Allah akan selalu merasakan kedamaian hati dan keberkahan dalam hidup. Sesungguhnya, Allah berjanji dalam Al-Qur'an, bahwa barang siapa yang bersyukur, maka Dia akan menambah nikmat-Nya.
Selain bersyukur, mari kita juga tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebaik-baiknya takwa. Takwa bukan sekadar takut kepada Allah, tapi juga menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Takwa adalah perisai kita di dunia dan akhirat, bekal terbaik yang akan menyelamatkan kita dari segala marabahaya dan fitnah dunia. Semoga kita semua senantiasa termasuk ke dalam golongan hamba-hamba yang bertakwa. Amin.
Tidak lupa, mari kita perbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sang pemimpin dan teladan umat. Khususnya di bulan rabiul Awal saat ini yang merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kita diingatkan untuk mengenang detik-detik kelahiran beliau, sosok yang membawa cahaya hidayah bagi seluruh umat manusia.
Kelahiran Nabi Muhammad bukan hanya peristiwa biasa, melainkan awal dari perubahan besar bagi dunia, membawa ajaran tauhid dan akhlak mulia. Dengan bershalawat, kita berharap mendapatkan syafaat dari beliau di hari kiamat kelak.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Nabi Muhammad SAW adalah Nabi terakhir di muka bumi ini yang dilahirkan pada Hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal di Tahun Gajah sekitar tahun 580 Masehi. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim Rasulullah bersabda:
أَنَّ أَعْرَبِيًّا سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صلي الله عليه وسلم عَنْ صِيَامِ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ: ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ, وَأُنْرِلَ عَلَيَّ فِيْهِ
Artinya: “Seorang Arab Badui bertanya kepada Rasulullah SAW tentang puasa di hari Senin, Rasulullah menjawab: “Itu adalah hari dimana aku dilahirkan, dan hari dimana (wahyu) diturunkan kepadaku.” (HR. Imam Muslim).
Dalam riwayat Imam Ibnu Ishaq dari Sayyidina Ibnu Abbas juga disebutkan:
وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، لِاثْنَتَيْ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ شَهْرِ رَبِيع الْأَوَّلِ، عَام الْفِيلِ
Artinya: “Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal dua belas di malam yang tenang pada bulan Rabiul Awwal, Tahun Gajah.”
Dinamakan Tahun Gajah karena pada waktu itu, pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah dari Habasyah berencana untuk menghancurkan Ka'bah. Orang tua Nabi Muhammad adalah Abdullah dan Aminah. Nabi Muhammad adalah anak yatim karena ayahnya meninggal dunia saat ia masih dalam kandungan. Kakeknya, yang bernama Abdul Muthaliblah yang memberi nama ‘Muhammad’.
Syihabuddin al-Qastalani dalam Mawahibul Ladduniyah menyebutkan bahwa salah satu peristiwa luar biasa yang menjadi pertanda akan dilahirkannya Nabi Muhammad adalah belum ada satu orang pun yang menggunakan kata “muhammad” sebagai nama. Hal ini sengaja Allah lakukan demi menjaga kesucian Nabi Muhammad sebagaimana hal serupa juga dilakukan kepada Nabi Yahya AS.
Saat Nabi Muhammad lahir, Abdul Muthalib membawanya ke dalam Ka’bah dan bertawaf. Setelah itu, ia keluar dan melewati kerumunan massa. Mereka kemudian bertanya kepada Abdul Muthalib perihal nama cucunya itu. Maka dijawablah kalau nama cucunya adalah Muhammad.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Pada saat kelahiran Nabi Muhammad terdapat sejumlah keistimewaan yang terjadi. Di antaranya adalah dilahirkannya Nabi Muhammad dalam keadaan dan posisi bersujud. Hal ini dijelaskan oleh Imam Jalaluddin as-Suyuti dalam Khasaishul Kubra yang menjelaskan bahwa pada umumnya bayi lahir dalam keadaan menangis dan belum bisa apa-apa. Namun Nabi Muhammad lahir dalam keadaan sujud dan begitu keluar dari rahim Siti Aminah, bayi Nabi mengangkat kedua tangannya seperti orang yang sedang berdoa.
Saat lahir, nabi pun sudah sangat istimewa karena sudah dalam keadaan dikhitan. Hal ini seperti yang terjadi pada Nabi-nabi sebelumnya seperti Nabi Adam, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Sulaiman, Nabi Isa, dan beberapa Nabi lainnya.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Seiring kelahiran Nabi Muhammad, sejumlah peristiwa besar dan bersejarah juga terjadi. Di antaranya adalah padamnya api yang menjadi benda sesembahan umat Majusi. Umat Majusi memang dikenal sangat menyarkralkan api. Bagi mereka, api adalah kekuatan yang bisa memberi perlindungan dari segala macam bahaya serta mampu menganugerahi kesejahteraan bagi umat manusia. Mereka memiliki sumber api yang tidak pernah padam selama ribuan tahun. Dan ketika Nabi Muhammad lahir, api ini padam.
Peristiwa besar lainnya saat Nabi Muhammad lahir adalah tertutupnya pintu langit bagi iblis. Sebelum Nabi Muhammad lahir, beberapa literatur sejarah menyebutkan bahwa iblis bisa mendengarkan perbincangan malaikat di langit tentang soal takdir manusia. Kemudian, iblis akan menyampaikan informasi rahasia itu kepada para dukun sehingga mereka bisa mengetahui hal-hal gaib. Begitu Nabi Muhammad lahir, pintu langit pun ditutup bagi Iblis.
Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Dari sejarah, keistimewaan, dan peristiwa besar yang terjadi pada detik-detik kelahiran Nabi Muhammad ini kita bisa mengambil hikmah bahwa Allah memang benar-benar memberi keistimewaan lebih pada Nabi Muhammad. Semua ini harus menjadi tambahan penguatan keimanan bagi kita atas kehadiran Nabi Muhammad sebagai Rasulullah yang membawa risalah Rahmatan lil Alamin.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ٢١
Artinya: "Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah." (QS: Al-Ahzab: 21)
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ .اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنِ. فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْن ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا، اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلاً وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلاَلاً طَيِّبًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا. اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ. اللّهُمَّ قَنِّعْنَا بِمَا رَزَقْتَنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَنَا وَاخْلُفْ عَلَيْنَا كُلَّ غَائِبَةٍ لَنَا مِنْكَ بِخَيْرٍ بِرَحْمَتِكَ يآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
H. Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung
Editor: Muhammad Faizin
