Naskah Khutbah Jumat pada pekan ini bertema tentang Pemilu 2024. Tentunya khatib mengajak kepada umat Islam untuk mewujudkan bangsa dan negara yang berkah melalui pesta demokrasi Pemilu
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى :يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Kalimat Alhamdulillah menjadi keharusan bagi kita untuk senantiasa diucapkan atas anugerah nikmat yang tak bisa dihitung satu persatu di dunia ini yang terus dianugerahkan Allah kepada kita semua. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad juga menjadi sebuah harapan besar kelak kita akan mendapatkan syafaatnya yang agung di hari kiamat.
Pada kesempatan kali ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah untuk senantiasa menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt sebagai modal untuk senantiasa berada pada jalur yang telah ditentukan oleh Allah melalui agama Islam. Keimanan dan ketakwaan akan memandu kita untuk senantiasa menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya.
Dengan derajat iman dan takwa, manusia akan mendapatkan posisi yang mulia di sisi Allah dan memberi peluang besar untuk masuk dalam surganya Allah swt. Hal ini sesuai dengan jawaban Rasulullah saat ditanya oleh seorang sahabatnya tentang penyebab masuk surga. Beliau menjawab salah satunya adalah dengan bertakwa. Disebutkan dalam hadits:
سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ اَلْجَنَّةَ؟ قَالَ: تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
Artinya: “Rasulullah pernah ditanya perihal sesuatu yang paling banyak menyebabkan manusia masuk surga. Ia menjawab, ‘Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.’” (HR Abu Hurairah)
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Selain membawa kepada surganya Allah swt, keimanan dan ketakwaan juga menjadi wasilah turunnya keberkahan dalam kehidupan di sebuah daerah. Oleh karena itu, wasiat khatib dalam khutbah Jumat kepada jamaahnya untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan, menjadi sebuah rukun yang wajib dilakukan. Jika tidak dilakukan, maka tidak sahlah khutbah yang disampaikan. Wasiat takwa ini akan berdampak positif bagi sebuah daerah yakni turunnya berkah dari langit jika benar-benar dilakukan oleh penduduknya.
Allah berfirman:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya: “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.”
Selain dengan ikhtiar langit melalui peningkatan keimanan dan ketakwaan, sebagai penduduk dan warga bangsa kit juga harus melakukan ikhtiar bumi dengan sungguh-sungguh ikut serta membangun kehidupan berbangsa dan bernegara di negara yang kita cintai ini menuju negara yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Kalimat ini tersebut dalam Al-Qur’an surat As-Saba ayat 15:
لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ
Artinya: “Sungguh, pada (kaum) Saba’ benar-benar ada suatu tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka, yaitu dua bidang kebun di sebelah kanan dan kiri. (Kami berpesan kepada mereka,) “Makanlah rezeki (yang dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman), sedangkan (Tuhanmu) Tuhan Yang Maha Pengampun.”
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Kita semua tentu mengidam-idamkan negara yang makmur dan sejahtera dan dipenuhi dengan kerukunan, perdamaian, dan keberkahan sehingga kita bisa menjalankan misi utama diciptakan di dunia yakni beribadah kepada Allah. Untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini kita bisa berkontribusi di antaranya dengan menyukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) yang sudah menjadi sistem dan kesepakatan bersama dalam negara demokrasi Indonesia.
Nabi Muhammad pun telah mengingatkan dalam haditsnya yang diriwayatkan Abu Dawud dan Abu Hurairah bahwa jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang diantara mereka menjadi pemimpinnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memilih seorang pemimpin terlebih dalam berbangsa dan bernegara.
Melalui Pemilu, kita diberi kesempatan untuk memilih calon wakil rakyat dan pemimpin yang terbaik. Oleh karena itu, melalui mimbar yang mulia ini, khatib menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia yang memiliki hak suara untuk benar-benar menggunakan kesempatan tersebut untuk memilih pemimpin yang terbaik. Jangan sampai suara kita diperjualbelikan untuk kepentingan sesaat yang akan membawa bangsa kita lima tahun ke depan menjadi suram.
Pilihlah sesuai hati nurani. Pilihlah yang terbaik dengan tidak mudah dipengaruhi oleh berbagai macam upaya negatif seperti politik uang, ujaran kebencian, dan provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kita harus benar-benar selektif dalam memilih dengan melihat rekam jejak calon, visi dan misi yang diusung, dan komitmennya dalam memajukan daerah dan negara Indonesia ini. Dengan komitmen mewujudkan Pemilu yang sehat, maka harapan menuju negara yang Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafur, insyaallah akan terwujud nyata.
Maasyiral Muslimin rahimakumullah,
Akhirnya untuk menutup khutbah ini, kembali khatib mengingatkan kita semua untuk menjadikan negara kita penuh dengan keberkahan melalui peningkatan iman dan takwa yang diwujudkan dengan memilih pemimpin yang terbaik agar Indonesia lebih baik lagi di masa yang akan datang. Semoga pesta demokrasi yang kita lalui akan benar-benar berjalan dengan baik dan sukses serta menghasilkan wakil dan pemimpin rakyat yang mampu membawa kemakmuran dan kesejahteraan dan keberkahan.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 58:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللّٰهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ
H Muhammad Faizin, Sekretaris MUI Provinsi Lampung
Editor: Muhammad Faizin
