Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا، فَصَّلَ وَبَيَّنَ وَقَرَّرَ صِرَاطًا مُسْتَقِيْمًا وَمَنْهَجًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ خَيْرِ الْأَنَامِ وَسَلَّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
أَمَّا بَعْدُ، فَيَاعِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Pada kesempatan kali ini, marilah kita merenungkan tentang betapa pentingnya memiliki ketakwaan sebagai seorang Muslim. Takwa merupakan landasan yang menjadi kunci keselamatan di dunia dan akhirat dan harus kita pertahankan sampai kita berpisah dengan kehidupan dunia. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Imran ayat 102:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita juga panjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT yang masih memberikan kesempatan kepada kita untuk berada di bulan Sya’ban, bulan yang penuh keberkahan, sekaligus sebagai pertanda bahwa bulan suci Ramadhan semakin dekat. Sya’ban adalah bulan persiapan, bulan di mana Rasulullah SAW memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah, sebagai bentuk penyambutan terhadap bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan.
Oleh karena itu, momentum Sya’ban ini hendaknya kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan amal ibadah dan memperbaiki diri. Sebab, siapa yang bersiap dengan baik di bulan Sya’ban, insyaAllah akan lebih siap dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
Mari perbanyak doa seperti yang dipanjatkan Rasulullah dan ada dalam hadits nabi riwayat Anas bin Malik ra:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah umur kami pada bulan Ramadhan.”
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Hadirnya bulan Sya’ban sebelum bulan Ramadhan, seolah menjadikan bulan ini sebuah pintu gerbang yang mengingatkan kita untuk menyiapkan diri dan membawa bekal persiapan yang cukup untuk menghadapi dan memasuki suasana serta kondisi baru. Agar tidak kaget memasuki bulan Ramadhan, Rasulullah SAW telah memberi contoh untuk melakukan latihan-latihan di bulan Sya’ban berupa peningkatan kuantitas berpuasa.
Hal ini didasarkan hadits Rasulullah SAW diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah:
فَمَا رَاَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم اِسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ اِلَّا رَمَضَانَ وَمَارَاَيْتُهُ اَكْثَرَ صِيَامُا مِنْهُ فِيْ شَعْبَانَ رواه البخاري
Artinya: “Saya tidak pernah melihat Rasulullah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan tidak pernah melihat Rasulullah memperbanyak puasa dalam satu bulan selain bulan Sya’ban” (HR. Bukhari).
Latihan ini penting karena pada bulan Ramadhan nanti, kita umat Islam akan menjalankan kewajiban yang menjadi salah satu rukun Islam yakni berpuasa selama satu bulan penuh. Dengan memulai latihan puasa di bulan ini, maka saatnya nanti menjalankan puasa di bulan Ramadhan, tubuh kita akan sudah terbiasa dengan perubahan pola makan seperti di bulan-bulan lainnya.
Selain manfaat secara jasmani, keutamaan berpuasa di bulan Sya’ban juga sudah diingatkan oleh Nabi Muhammad dalam haditsnya. Nabi menyebut bahwa pada bulan ini, amal ibadah manusia akan diangkat oleh Allah SWT sehingga Nabi ingin saat amal itu diangkat, beliau masih dalam keadaan berpuasa. Hal ini disebutkan dalam hadits riwayat Nasai:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya. Bulan yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan yang disana berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam, aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (HR Nasai).
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Bukan hanya ibadah puasa, pada bulan ini, kita juga dianjurkan untuk meningkatkan ibadah-ibadah lain seperti membaca Al-Qur’an, shalat, berzikir, dan membaca shalawat. Terkait membaca shalawat, memang bulan ini merupakan bulan yang spesial untuk nabi dan dianjurkan banyak membaca shalawat padanya. Pasalnya, pada bulan inilah diturunkan sebuah ayat yang memerintahkan kita untuk bershalawat kepada Nabi. Bukan hanya kita saja sebagai manusia biasa, Allah dan Malaikat-Nya pun dalam ayat ini disebutkan ikut bershalawat kepada Nabi.
Ayat ini tertulis dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56 yang sudah sangat masyhur yakni:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Turunnya ayat ini di bulan Sya’ban menjadi tanda bahwa Rasulullah menjadikan bulan ini spesial baginya. Dalam sebuah hadits dari Dari Anas bin Malik ra rasulullah menyebut bulan Sya’ban ini adalah bulan miliknya:
رجَب شَهْرُ اللَّهِ وشَعْبَان شَهْرِي وَرَمَضَان شَهْرُ أُمَّتي
Artinya: “Rajab adalah bulan Allah, dan Syaban adalah bulanku, Ramadhan adalah bulan umatku.”
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Di bulan Sya’ban ini, mari kita gapai kualitas dan kuantitas ibadah dengan mempersiapkan jasmani dan ruhani kita. Mari kita bersihkan diri kita dari dosa-dosa di masa lalu melalui istighfar “Astaghfirullah” serta mengungkapkan rasa syukur karena masih diberi umur panjang bisa bertemu bulan Sya’ban dengan ungkapan “Alhamdulillah”, sekaligus mempersiapkan diri memasuki gerbang masa depan dengan ucapan “Bismillah”. Mari kita sirami tanaman amal kita di bulan Sya’ban yang telah kita semai sebelumnya di bulan Rajab sehingga pada bulan Ramadhan nanti kita akan dapat memanennya dengan baik.
Semoga kita dapat meraih keutamaan-keutamaan di bulan Sya’ban yang dalam Kitab Duratun Nashihin diwakili oleh huruf-huruf yang ada dalam kata “Sya’ban” (شعبان). Pertama adalah ش (syin) berarti asy-syafa’ah wasy syarafah (pertolongan dan kemuliaan), kedua ع (‘ain) berarti al-‘izzah wal karamah (kemuliaan dan kehormatan), ketiga ب (ba’) berarti al-birr (kebajikan), keempat ا (alif) berarti al-ulfah (kecondongan atau kasih sayang), dan kelima ن (nun) yang berarti an-nur (cahaya atau menerangi).
Semoga Allah senantiasa mengabulkan harapan-harapan kita dan kita bisa terus menjalankan misi utama kita di dunia yakni beribadah kepada Allah sekaligus mendapatkan pertolongan dan perlindungan-Nya. Sya'ban berlalu, Ramadhan selalu ditunggu. Amin
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِتِّحَادِ وَالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاهُ نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ، اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلًا وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلاَلًا طَيِّبًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا، اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنا ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
H Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung
Editor: Muhammad Faizin
