Masjid Negara akan dibangun berdampingan dengan sejumlah rumah ibadah lainnya, mulai dari gereja, katedral, wihara, pura hingga kelenteng. Harapannya, rasa persatuan bangsa menjadi lebih mesra.
***
Bangunan yang kelak akan berdiri itu sungguh megah. Masjid yang mampu menampung sekitar 61 ribu orang itu memiliki desain yang unik. Kubahnya yang berbeda sekali dengan kebanyakan masjid yang terinspirasi dari kawasan Timur Tengah.
Masjid ini memiliki desain berupa kubah yang penuh bentuk lekukan dan putaran layaknya sorban. Masjid ini juga akan memiliki menara dengan ketinggian 99 meter, sesuai dengan jumlah nama-nama Allah atau Asmaul Husna. Bangunan ini juga akan dikelilingi dengan air dan embung buatan yang mampu memperindah lingkungan masjid.
Pembangunan Masjid Negara IKN – yang peletakan batu pertama (ground breaking) dilakukan pada 17 Januari lalu ini direncanakan akan selesai pada akhir tahun ini. Bangunan ibadah ini kelak diharapkan menjadi salah satu ikon ibu kota negara baru itu.
Masjid Negara akan dibangun berdampingan dengan sejumlah rumah ibadah lainnya, mulai dari gereja, katedral, wihara, pura hingga kelenteng. "Semoga rasa persatuan bangsa menjadi lebih mesra. Memang tempat ibadah akan dibangun di pinggir danau," tulis Nyoman Nuarta melalui akun kolom komentar Instagramnya.
Nyoman Nuarta memang memiliki mimpi yang teramat indah, yakni persatuan yang makin rekat dan juga hangat di kalangan berbagai pemeluk agama di negeri ini. Meski memeluk agama Hindu, ia pun berharap masjid tersebut bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk semakin mempererat rasa persatuan.
Tema tentu menjadi satu pesan yang disampaikan seorang perancang. Nuarta pun dikenal memiliki kemampuan yang luar biasa dalam soal itu. Satu yang masih tertancap di benak banyak orang adalah Monumen raksasa Jalesveva Jayamahe --di Dermaga Ujung Madura, Komando Armada Republik Indonesia Kawasan timur (Koarmatim) Kota Surabaya.
Di sana sebuah patung prajurit mengenakan pakaian dinas upacara lengkap dengan pedang kehormatannya sedang menerawang ke arah laut. Berdiri di atas bangunan dengan tinggi mencapai 60,6 meter, monumen Jalesveva Jayamahe – yang didirikan pada 1993, memiliki makna tersirat akan generasi penerus bangsa yang yakin dan optimis dalam mencapai cita-cita bangsa Indonesia.
Demikian pula dengan karya-karya lainnya, seperti patung Fatmawati Soekarno, Patung Garuda Wisnu Kencana, dan Monumen Proklamasi Indonesia. Nuarta menghadirkan pesan-pesan di balik kemegahan karya-karyanya – yang hampir mencapai lebih dari seratus karya seni rupa.
***
Nyoman Nuarta lahir di Tabanan, 14 November 1951 adalah putra keenam dari sembilan bersaudara dari pasangan Wirjamidjana dan Samudra. Kemampuan Nuarta membuat patung rupanya sudah dimiliki sejak ia masih kecil. Pamannya, Ketut Dharma Susila yang merupakan guru seni rupa mengenalkan dan mengajarkannya banyak hal tentang karya seni rupa.
Nuarta memperoleh gelar sarjana seni rupanya di Institut Teknologi Bandung (ITB). Mulanya, dia mengambil jurusan seni lukis, namun kemudian beralih ke jurusan seni rupa. Namanya mulai melambung ketika ia masih duduk di bangku kuliah dan memenangi lomba Patung Proklamator Republik Indonesia.
Pada tahun 1977, Nuarta bersama dengan beberapa rekan senimannya, seperti pelukis Hardi, Dede Eri Supria, Harsono, dan kritikus seni Jim Supangkat memutuskan untuk ikut dalam Gerakan Seni Rupa Baru.
Sejak namanya tersohor, Nuarta sudah banyak sekali menghasilkan karya seni rupa. Tembaga dan kuningan disulapnya menjadi ratusan patung dengan beragam gaya, mulai dari yang modern hingga naturalistik.
Tidak hanya diakui oleh negara, kontribusi Nuarta di dunia seni rupa juga diacungi jempol oleh pihak luar negeri melalui penghargaan-penghargaan yang ia peroleh. Salah satu penghargaan tersebut adalah pemberian gelar “Shri Padma” dari Pemerintah India pada tahun 2018.
Pada tahun 2021 lalu, I Nyoman Nuarta meraih pencapaian yang luar biasa dengan dianugerahi gelar Doktor HC sebagai tokoh Culturepreneur di Bidang Ilmu Seni Rupa, khususnya seni patung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas inovasinya yang telah membawa perubahan signifikan dalam perkembangan seni patung. Salah satu aspek terkemuka dari karyanya adalah pendekatan baru dalam bahasa bentuk realis-figuratif, yang menjadi sorotan dan menunjukkan kecemerlangan seni yang unik.
Keberhasilan Nyoman Nuarta tidak hanya tercermin dalam aspek seni belaka, melainkan juga dalam dampaknya terhadap dunia seni-budaya dan perekonomian Indonesia. Melalui berbagai inovasinya, Nuarta telah menjadi pelopor yang menginspirasi dan mendorong semangat entrepreneurship di kalangan seniman.
Pemikiran visioner dan keberanian pematung itu dalam merintis jalur baru di dunia seni telah membawa kontribusi positif dalam mencapai kemandirian ekonomi Indonesia. Lebih dari sekadar menciptakan karya seni, Nuarta juga membawa peran strategis sebagai upaya memberdayakan intellectual capital kekayaan identitas seni-budaya nasional, membuka jalan bagi pertumbuhan dan pengakuan seni Indonesia di tingkat global.
Bakatnya yang luar biasa di bidang seni rupa rupanya menurun pada putri sulungnya Tania, yang saat ini sedang berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Melbourne, Australia dengan jurusan seni rupa. Pun dengan Tasya, adiknya. Saat ini dia sibuk membantu sang ayah di Studio Nyoman Nuarta.
Nuarta memiliki sebuah taman patung bernama NuArt di kelurahan Sarijadi, Bandung. Di dalam taman berukuran tiga hektare itu terpajang puluhan patung dengan berbagai ukuran. Taman NuArt juga mempunyai gedung empat lantai bergaya artistik yang digunakan untuk menggelar pameran serta dapat dijadikan sebagai ruang pertemuan.
========
Reporter: Hanindita Basmatulhana Editor: Irfan BudimanEditor: Muhammad Zunus
