Ramadhan memberikan makna yang istimewa bagi siapa saja di mana pun keberadaannya. Keistimewaan itu juga terwujud dalam berbagai keunikan yang disuguhkan sebagai bentuk tradisi dari setiap komunitas Muslim di berbagai belahan dunia.
Selayaknya di Indonesia, Turki pun memiliki tradisi buka bersama atau yang biasa disebut dengan akronim bukber. Mengajak serta orang lain untuk duduk bersama menikmati hidangan berbuka menjadi satu upaya untuk mewujudkan kebersatuan di antara masyarakat di sana tanpa sekat. Hal tersebut memang dilakukan mereka dengan serius sebagaimana dilaporkan TRT World.
Berbagai kota di negeri yang menjadi Gerbang Barat dan Timur itu serius dalam mengajak orang untuk bukber. Alih-alih dalam ruangan, justru bukber digelar di tempat terbuka. Hal demikian memberikan makna inklusifitas, siapa saja dapat duduk menikmati hidangan yang tersedia.
Bahkan, sajian yang bisa dinikmati pengunjung bukan saja soal makanan, tetapi juga musik yang dimainkan secara langsung dan juga pengajian. Karenanya, hal tersebut menjadi hal yang tidak patut untuk dilewatkan begitu saja, terlebih bagi warga luar.
Tentu saja, 'war takjil' pun terdapat di Istanbul, salah satu kota penting dan besar di Turki. Restoran menjelang Maghrib lebih padat dari biasanya karena diserbu masyarakat guna menyiapkan hidangan untuk berbuka. Beberapa menikmatinya di tempat, tetapi juga ada yang membawanya pulang untuk disantap bersama keluarga di rumah.
Makanan
Güllaç merupakan salah satu hidangan khas dari bulan Ramadhan di Turki. Sajian ini adalah puding susu dengan biji delima dan kacang pistachio bubuk, sebagaimana dilaporkan Instanbul Place.
Selain itu, ada juga Ramazan Pidesi barangkali menjadi salah satu makanan khas Ramadhan di Turki. Sebelum berbuka puasa, terdapat antrean panjang di depan toko roti guna membeli roti hangat, sebagaimana dilansir dari Go Turkiye.
Sementara takjil yang dinikmati saat berbuka di sana adalah buah zaitun. Hal tersebut tersaji di piring meze yang menjadi makanan pembuka sebelum menikmati sajian utamanya.
Setelahnya, barulah mereka akan menyantap hidangan lainnya, seperti roti dengan dinikmati bersama keju. Ada pula segala macam Kebab Turki.
Syakir NF
Jurnalis tingkat muda. Peserta program Micro-Credential di Amerika Serikat, Beasiswa non-Degree Dana Abadi Pesantren Kementrian Agama (Kemenag) berkolaborasi dengan LPDP dan Lembaga Pendidikan di Amerika Serikat.
Editor: Kendi Setiawan
