Membaca Survei Kepuasan Layanan Haji 2024

Membaca Survei Kepuasan Layanan Haji 2024

Layanan haji yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah senantiasa berusaha untuk memberikan layanan yang terbaiknya kepada masyarakat, sehingga jemaah mendapatkan kepuasan dari layanan yang diterimanya.

Lantas bagaimana cara mengetahui layanan yang diberikan itu memuaskan masyarakat? Berpedoman pada Permen PAN-RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat untuk Penyelenggara Pelayanan Publik, di dalam Pasal 3 disebutkan bahwa Survei Kepuasan Masyarakat (IKM) dapat dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik, yang dalam konteks haji adalah Kementerian Agama c.q. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, yang bekerja sama dengan lembaga lain yang memiliki kredibilitas dan reputasi di bidang penelitian dan survei. 

Di dalam lampiran Permen PAN-RB itu dijelaskan bahwa yang dimaksud “lembaga lain” adalah lembaga pemerintah atau nonpemerintah yang secara hukum berkedudukan di Indonesia yang memiliki kredibilitas dan akreditasi yang jelas di bidang penelitian dan survei, semisal  lembaga penelitian yang ada di universitas atau perguruan tinggi. Lebih jelasnya, lampiran Permen PAN-RB ini menyebutkan dua kategori pelaksana survei IKM, yaitu unit penyelenggara pelayanan yang terdapat pada lembaga negara atau korporasi yang dibentuk berdasarkan UU; dan unit independen yang dapat dilaksanakana oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pakar di perguruan tinggi, atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang telah melakukan kerja sama dengan lembaga penyelenggara pelayanan. 

BPS sebagai Unit Independen Pelaksana Survei IKM

BPS baru saja melakukan survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji (IKJH) untuk penyelenggaraan haji 2024. Akun YouTube @kompascom yang melakukan report on location mencoba menayangkan secara langsung acara “Dialog Publik dan Rilis Survei BPS Kepuasan Jemaah Haji 2024: Menggapai Asa Layanan Tamu Allah”. Akun ini menarasikan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) membantah dugaan survei IKJH sebagai pesanan dari Kementerian Agama. Hal ini disampaikan Direktur Sistem Informasi Statistik BPS, Joko Parmiyanto di Red Top Hotel, Jakarta Pusat, pada Jumat 20 September 2024.

Joko menegaskan, hasil survei ini tidak dipengaruhi oleh pihak mana pun. Ia menekankan kredibilitas BPS, karena selama ini juga telah banyak bekerja sama dengan berbagai kementerian dan instansi lainnya. Ia mengatakan bahwa poin IJKH tidak selalu naik. Sebagai contoh, IJKH pada tahun 2023 turun 4,62 poin dari sebelumnya, yakni dari 90,45 menjadi 85,83. Penurunan itu justru menjadi evaluasi bagi Kemeneterian Agama, khususnya Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

Di dalam akun itu juga dinarasikan bahwa seluruh pelayanan haji 2024 yang diberikan pemerintah dinilai sangat memuaskan. Berdasarkan sampel sebanyak 14.400 jemaah haji yang terbagi dalam dua gelombang, IJKHI 2024 mencapai 88,20. Angka ini meningkat sebanyak 2,37 poin dari IJKHI tahun 2023.

Metode pengumpulan data untuk survei ini adalah pengisian kuesioner secara mandiri. Selain itu, dilakukan juga wawancara dan observasi. BPS turut mengirimkan enam petugas ke Arab Saudi untuk mel akukan survei langsung kepada para jemaah haji Indonesia. Survei ini dilakukan saat jemaah tiba di Bandara Jeddah, lalu di Hotel Mekkah, Arafah Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), kemudian di Hotel Madinah dan Bandara Madinah.

Mencoba menjelaskan apa yang menjadi rilis survei BPS di atas, akun resmi X milik Kementerian Agama, yaitu @Kemenag_RI yang memposting pada 20 September 2024 menyampaikan bahwa ada sepuluh indikator yang menjadi fokus survei BPS, yaitu

  1. Pelayanan Transportasi Bus Shalawat, yang meningkat 1.70 poin dari tahun 2023, menjadi 91.61 yang berada pada derajat sangat memuaskan;
  2. Pelayanan Transportasi Bus Antarkota, yang meningkat 1.21 poin dari tahun 2023, menjadi 91.11 yang berada pada derajat sangat memuaskan;
  3. Pelayanan Hotel, yang meningkat 0.86 poin dari tahun 2023, menjadi 89.75 yang berada pada derajat sangat memuaskan; 
  4. Pelayanan dari Petugas Haji, yang meningkat 1.47 poin dari tahun 2023, menjadi 88.97 yang berada pada derajat sangat memuaskan;
  5. Pelayanan Konsumsi Non-Armuzna, yang meningkat 2.30 poin dari tahun 2023, menjadi 88.75 yang berada pada derajat sangat memuaskan;
  6. Pelayanan Ibadah, yang meningkat 1.58 poin dari tahun 2023, menjadi 88.02 yang berada pada derajat sangat memuaskan;
  7. Pelayanan Lainnya (Umum), yang meningkat 2.88 poin dari tahun 2023, menjadi 86.66 yang berada pada derajat sangat memuaskan;
  8. Pelayanan Transportasi Bus Armuzna, yang meningkat 6.86 poin dari tahun 2023, menjadi 85.20 yang berada pada derajat sangat memuaskan;
  9. Pelayanan Konsumsi Armuzna, yang meningkat 11.20 poin dari tahun 2023, menjadi 84.77, tapi berada pada derajat memuaskan;
  10. Pelayanan Tenda, yang meningkat 3.16 poin dari tahun 2023, menjadi 76.10 tapi berada pada derajat memuaskan.

Dari sepuluh pelayanan di atas, akun X @Kemenag_RI menyampaikan bahwa terdapat delapan jenis pelayanan yang mengalami peningkatan, sehingga mencapai derajat sangat memuaskan, yaitu: pelayanan transportasi bus shalawat, pelayanan transportasi bus antarkota, pelayanan hotel, pelayanan dari petugas haji, pelayanan konsumsi non-Armuzna, pelayanan ibadah, pelayanan lainnya (umum), dan pelayanan transportasi bus Armuzna. Sedangkan dua pelayanan lainnya, yaitu: pelayanan konsumsi Armuzna dan pelayanan tenda berada pada derajat memusakan. Meskipun demikian, justru kedua pelayanan ini mengalami kenaikan poin yang terbesar dari sepuluh pelayanan yang disurvei. Pelayanan konsumsi Armuzna naik 11.20 poin dari 73.57 pada 2023 menjadi 84.77 pada 2024. Demikian pula pelayanan tenda, naik 3.16 poin dari 72.94 pada 2023 menjadi 76.10 pada 2024, meskipun keduanya berada pada derajat memuaskan. Namun secara keseluruhan, BPS menilai bahwa IKJH 2024 berada pada derajat sangat memuaskan, yaitu 88.20. Artinya, Jemaah haji 2024 sangat puas dengan pelayanan yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Agama.

Survei yang dilaksanakan BPS sebagai unit independen itu sontak mendapat perhatian warganet, ditengah ramainya isu Pansus Haji DPR. Bahkan, tagar #PuasnyaHaji2024 sempat menjadi trending topik di medsos X untuk beberapa jam, mengingat survei BPS tersebut menjadi survei independen yang disampaikan ke publik.

Riset oleh Pakar di Perguruan Tinggi

Telah disebutkan bahwa unit pelaksana survei lainnya yang masuk kategori independen adalah riset-riset yang dilakukan oleh pakar di perguruan tinggi. Aplikasi Harzing’s Publish or Perish yang mencatat semua artikel yang diterbitkan di jurnal-jurnal bereputasi dan terindeks oleh pengindeks Scopus, menampilkan bahwa untuk tahun 2024 dengan kata kunci “Hajj Pilgrims” (Jemaah Haji), ditemukan 13 artikel yang berbicara dengan tema haji. 

Kalau dibuat kategori berdasarkan kesimpulan tema kajian, dari ke-13 artikel ini, maka dapat dibuatkan literature review sebagai berikut:

  1. Saber Yezli, Salleh Ehaideb, Yara Yassin, Badriah Alotaibi, Abderrezak Bouchama, [Peningkatan risiko kesehatan terkait iklim di Mekkah selama periode studi]. Journal of Travel Medicine, 31(4), 2024, Page Links
  2. Riad Alharbey, Ameen Banjar, Yahia Said, Mohamed Atri dan Mohamed Abid, [Pengembangan manajeman keramaian dalam haji dan umrah menggunakan dataset WIDER FACE untuk deteksi wajah], Engineering, Technology & Applied Science Research, 14(1), 2024 Page Links
  3. Amr Kandeel, Manal Fahim, Ola Deghedy, Hala Bahaa Eldin, Wael H. Roshdy, Mohamed Kamal Khalifa, Ahmed Kandeil, Rabeh El Shesheny, Amel Naguib, Mohamad Abdel Fatah, Salma Afifi dan Khaled Abdel Ghaffar, [Prevalensi SARS-CoV-2 di antara jemaah haji Mesir yang kembali pada Juli meningkat karena efektivitas vaksin yang menurun, yang menunjukkan kemungkinan gelombang SARS-CoV-2 pada musim dingin mendatang].  Archives of Public Health, 82(6), 2024    Page Links
  4. Mashael Alsobhi dan Rawan Aldhabi, [Banyak jamaah haji yang merasakan nyeri di bagian tubuh. Meskipun rekomendasi kebugaran fisik telah diterbitkan di Kementerian Kesehatan Saudi, langkah-langkah pencegahan perlu disebarluaskan oleh pihak-pihak yang berkepentingan di seluruh dunia.] Work (Reading, Mass.), 79(1), 2024, Page Links
  5. Enes Yalcin dan Nick Hopkins, [Eksplorasi para peziarah haji yang mengharuskan mereka memahami keyakinan dan nilai-nilai yang terkait dengan identitas ritualnya secara psikologis.] British Journal of Social Psychology, 00, 1–17 (2024) Page Links
  6. Hanan M. Alghamdi dan Abeer Mostafa, [Membangun chatbot multibahasa bertenaga AI sehingga petugas Kesehatan dapat memberikan informasi medis kepada Jemaah haji untuk keselamatan mereka]   Information, 15(7), 2024  Page Links
  7. Nihal E. Abuzinadah, [Peningkatan Keselamatan Jemaah Haji dengan Aplikasi MYPARAMEDIC dan Gelang Pemantau Tanda Vital] Intelligent Computing: Lecture Notes in Networks and Systems, 2024 Page Links
  8. Alison Shepherd, [Saat air disemprotkan ke jemaah haji di Gunung Arafat di Arab Saudi, para pejabat mengumumkan bahwa lebih dari 1300 jemaah haji telah meninggal karena panas ekstrem] BMJ Journal, 385, 2024 Page Links
  9. Ozayr Mahomed, Mohammed Nasir Jaffer dan Salim Parker [Jemaah haji Afrika Selatan cenderung mengalami sakit pernafasan ketika kembali, dan yang memiliki sakit bawaan kronis lebih rawan sakit setelah tujuh hari kepulangan ] Scientific Report, 14, 2024 Page Links
  10. Ali M. Al-Shaery, Soha G. Ahmed et.al [Penggunaan Wearable Sensors untuk memprediksi manajemen kerumunan Jemaah haji] IEEE Access, 12, 2024    Page Links
  11. Abdulaziz R. Seroji, [Pengukuran Tingkat kelelahan Jemaah haji akibat panas dengan menggunakan aplikasi The Custodian of the Two Holy Mosques Institute for Hajj and Umrah Research di Universitas Umm Al-Qura] Journal of King Saud University - Science, 36(5), 2024    Page Links
  12. Aljawaharah A. Alqathama dan Rizwan Ahmad [Pengetahuan, sikap, dan praktik jamaah haji mengenai pengobatan komplementer dan alternatif ] Saudi Pharmaceutical Journal, (32)3, 2024    Page Links
  13. Sherif A. El-Kafrawy et.al  [Keanekaragaman genetik dan analisis molekuler virus influenza manusia di antara jamaah haji ] Heliyon, (10)1, 2024 Page Links

Beberapa riset di dalam jurnal terindeks Scopus yang terbit pada 2024 tentang jemaah haji menyiratkan pentingnya beberapa pelayanan haji, yaitu: mitigasi resiko iklim panas di Arab Saudi, aplikasi pendekteksi wajah di kerumunan haji, pemberian vaksin SARS-CoV-2 , manajemen informasi haji berbasis AI,  penguatan identitas Jemaah, informasi deteksi penyakit bawaan dan kronis, antisipasi kelelahan Jemaah, dan penyiapan obat-obatan antivirus. Semua catatan pakar ini tentunya menjadi layanan yang ke depannya perlu dipertimbangkan untuk diimplementasikan dalam beragam kebijakan.

Untuk konteks Indonesia, pada tahun 2024 baru ditemukan tiga artikel jurnal menyangkut kajian tentang jemaah haji, yaitu:

  1. Badrah Uyuni dan Mohammad Adnan, [Studi ini menggarisbawahi pentingnya praktik inklusif dalam ketaatan beragama, memastikan warga lanjut usia dapat memenuhi kewajiban spiritual mereka dengan bermartabat dan mudah]. International Journal of Emerging Issues in Islamic Studies, 4(1), 54–68. Page Links
  2. Nanda Rizki Maulidia dan Laily Muzdalifah [Aplikasi haji pintar berpengaruh terhadap kepuasan Jemaah dalam pemberian informasi]  El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5(6), 3747    Page Links
  3. R.A. Indrawati et.al   [Kebijakan kenaikan biaya haji bagi jemaah haji Indonesia perlu dilakukan sosialisasinya agar masyarakat tidak ada yang dirugikan sehingga tidak jadi berangkat ] International Journal of Society Reviews, 2(1), 2024    Page Links

Ketiga artikel jurnal di atas pada intinya mengkaji pentingnya penggunaan aplikasi Haji Pintar, haji ramah lansia dengan memperhatikan inklusivitas dan pentingnya sosialisasi kebijakan biaya haji. Semuanya menjadi catatan ke depannya, meskipun ada beberapa yang sudah diimplementasikan, karena kajiannya bersifat evaluatif.

Namun demikian, pada dasarnya, baik survei BPS atau riset para pakar sejatinya menjadi cerminan kondisi ril jemaah haji Indonesia. Dengan survei BPS, misalnya, ke depannya ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk perbaikan, misalnya terkait pelayanan konsumsi Armuzna dan tenda, yang masih berada dalam derajat memuaskan. Sementera pelayanan lainnya, selain perlu dipertahankan, juga perlu dikembangkan sehingga poin-poin derajat kepuasanya meningkat. Sementara untuk konteks riset haji, pelayanan haji ke depan perlu mempertimbangkan penggunaan beragam aplikasi yang berbasis AI, termasuk pendeteksi wajah saat berkerumunan, mengukur tingkat kelelahan melalui tanda pengenal semacam jam tangan digital dan mitigasi cuaca ekstrim yang panas di Saudi Arabia. 

Di atas semua itu, upaya pemerintah saat ini, melalui Kementerian Agama, patut diapresiasi karena telah mengantarkan nama baik Indonesia di kancah Internasional, sebagaimana disampaikan Widi Dwinanda sebagaimana dilansir dalam menpan.go.id, yang mengutip pandangan Asisten Direktur Jenderal Kesehatan Kemenkes Arab Saudi, dr. Hatim Abdul Azizi Khoger bahwa “Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengakui KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) telah memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh otoritas Arab Saudi. Apresiasi ini diberikan sebagai ucapan terima kasih atas kerja sama yang baik dalam penanganan jemaah haji”. Pengakuan internasional ini penting, meskipun jumlah jemaah Indonesia itu terbanyak, tapi pemerintah tetap memfokuskan pada pemberian layanan yang sangat memuaskan.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Toto Suharto
Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Wakil Rais PCNU Sukoharjo, dan Ketua Umum Pengurus Masjid Agung Sukoharjo.


Editor: Muhammad Zunus
logo