Panduan Lengkap Menjenguk Orang Sakit: Doa, Adab, dan Waktu yang Dianjurkan

Panduan Lengkap Menjenguk Orang Sakit: Doa, Adab, dan Waktu yang Dianjurkan

Salah satu kebiasaan yang diteladankan Nabi Muhammad ialah menjenguk orang yang sedang sakit. Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan termasuk amal shaleh yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, kepada ampunan, rahmat dan Surga-Nya.

Dalam mengunjungi orang sakit terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, di samping merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:

عَائِدُ الْمَرِيْضِ يَمْشِيْ فِيْ مَخْرَفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

Artinya: “Orang yang menjenguk orang sakit maka ia akan berjalan di taman surga sampai ia kembali.” 

Hadis ini diriwayatkan oleh imam Muslim dari sahabat Tsauban r.a. Imam An-Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa maksud hadis ini adalah orang yang mengunjungi orang sakit diliputi oleh pahala seperti ia berada di taman surga yang dikelilingi buah-buahan.

Adab Menjenguk Orang Sakit

Ada beberapa adab dan ketentuan saat kita menjenguk orang sakit. 

  1. Hendaknya dalam mengunjungi orang yang sakit, diawali dengan membaca basmalah dan dengan niat yang ikhlas untuk tujuan yang baik. 
  2. Memberikan kesenangan di hati orang yang sedang sakit, menyuguhkan apa yang dia perlukan, dan menasehati tentang derita yang ia alami.
  3. Diantara adab yang baik ketika menjenguk orang sakit adalah menanyakan keadaannya. Selain itu juga menyemangatinya seperti berkata, “Tidak apa-apa, Insyaallah kamu akan sembuh.” Sebaiknya, orang yang menjenguk orang yang sedang sakit tidak mengucapkan apa pun kecuali kata-kata yang baik, karena para malaikat mengamini ucapannya.
  4. Hendaknya memperhatikan situasi dan kondisi yang sesuai ketika hendak menjenguk. Janganlah memberatkan orang yang dijenguk dan pilihlah waktu yang tepat. Jika orang yang sakit dirawat di rumah hendaknya meminta izin terlebih dahulu sebelum menjenguknya, mengetuk pintu rumahnya dengan pelan, menyebutkan perihal dirinya, dan tidak berlama-lama karena bisa jadi itu dapat membuatnya lelah.
  5. Hendaknya menundukkan pandangan (tidak menatap dengan tajam), sedikit bertanya, menunjukkan belas kasih kepada yang sakit, menasehatinya untuk senantiasa bersabar terhadap penderitaan sakitnya karena hal itu mengandung pahala yang besar dan mengingatkan agar tidak berkeluh kesah karena hal tersebut hanya akan menimbulkan dosa dan menghilangkan pahala.
  6. Hendaknya orang yang menjenguk mendo’akan orang yang sakit dengan doa kesembuhan dan kesehatan.
  7. Orang yang menjenguk dianjurkan duduk di dekat kepala orang yang sedang sakit. Ini adalah sunnah yang dilaksanakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang shalih setelah beliau. Karena duduknya orang yang menjenguk di dekat kepala orang yang sedang sakit memiliki beberapa faedah. Diantaranya: untuk mengakrabkan orang yang sedang sakit, memudahkan orang yang menjenguk untuk meletakkan tangannya pada orang yang sedang sakit, dan mendoakannya.
  8. Mengusap bagian yang sakit dengan tangan kanan dan mengucapkan: “Ya Allah, Rabb pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah, Engkau-lah Yang Mahamenyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit.” [HR. Al-Bukhari no. 5743 dan Muslim no. 2191 (46). Dan lafazh seperti ini berdasarkan riwayat Muslim]

 

Waktu yang dianjurkan

Ketika menjenguk orang sakit, ada waktu-waktu yang dianjurkan yakni pada pagi dan sore hari. Alasannya adalah karena pada waktu itu para malaikat sedang memperbanyak membaca shalawat. Hal itu berdasarkan penjelasan Ibnu Muflih Al-Hanbali dalam Kitab Al-Adabus Syar’iyyah.


قَالَ بَعْضُ الْأَصْحَابِ وَتُكْرَهُ وَسَطَ النَّهَارِ نَصَّ عَلَيْهِ وَقَالَ الْأَثْرَمُ : قِيلَ : لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ فُلَانٌ مَرِيضٌ وَكَانَ عِنْدَ ارْتِفَاعِ النَّهَارِ فِي الصَّيْفِ .فَقَالَ : لَيْسَ هَذَا وَقْتُ عِيَادَةٍ قَالَ الْقَاضِي : وَظَاهِرُ هَذَا كَرَاهِيَةُ الْعِيَادَةِ فِي ذَلِكَ الْوَقْتِ انْتَهَى كَلَامُ الْأَصْحَابِ ، وَالْأَوْلَى أَنْ يُقَالَ : تُسْتَحَبُّ الْعِيَادَةُ بُكْرَةً وَعَشِيَّةً لِمَا فِيهِ مِنْ تَكْثِيرِ صَلَاةِ الْمَلَائِكَةِ


Artinya: Sebagian ulama dari kalangan Madzhab Hanbali berkata, bahwa makruh menjenguk orang sakit pada tengah hari. Demikian sebagaimana dikemukakan Imam Ahmad bin Hanbal. Al-Atsram berkata, dikatakan kepada Abi Abdillah, si fulan sakit, sedangkan ia pada saat mengetahui berita tersebut ketika tengah hari. Lantas Abi Abdullah berkata, “Ini bukan waktu untuk menjenguk orang sakit.” Qadhi Abu Ya’la pun berkata, bahwa  secara zhahir pandangan ini mengarah pada kemakruhan menjenguk orang sakit pada waktu itu (tengah hari).

Demikian pendapat para ulama dari kalangan Madzhab Hanbali. Pendapat yang lebih utama untuk dikemukakan adalah disunnahkan menjenguk orang sakit pada waktu pagi dan petang hari karena pada waktu tersebut para malaikat sedang memperbanyak shalawat (Lihat Ibnu Muflih, Al-Adab As-Syar’iyyah, Beirut, Muassatur Risalah: 1999 M/1419 H, juz II, halaman 189-199). 

Doa untuk Kesembuhan

Doa menjenguk orang sakit yang biasa diucapkan oleh Rasulullah SAW adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

 

Arab Latin: Allaahumma rabban naasi adzhibil ba'sa. Isyfihi wa antas syaafi. Laa syifaa'a illā syifaa'an lā yughaadiru saqaman

Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah sakit (ini), sembuhkanlah ia, engkau adalah Dzat Yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan (dari)-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan sakit.”

Doa ini dibaca 3 kali, kemudian menyapukannya kepada badan orang sakit dengan tangan kanan, atau ketika kita menyapu badan orang sakit. Hal ini dilakukan Nabi Saw. ketika salah seorang keluarganya sakit. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

 


Editor: Muhammad Zunus
logo