Doa Melihat atau Melewati Iring-iringan Jenazah

Doa Melihat atau Melewati Iring-iringan Jenazah

Dalam waktu tertentu, kadang kita melihat atau melewati iring-iringan jenazah yang akan disemayamkan di sebuah pemakaman. Hal terbaik yang bisa dilakukan ketika berada dalam keadaan ini adalah berdzikir mengingat pada kekuasaan Allah sekaligus membaca doa, sebagaimana yang telah diajarkan oleh para ulama.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan, ketika sedang berjalan dan melewati jenazah atau secara sengaja maupun tidak sengaja melihat jenazah, disunnahkan untuk berdoa sebagaimana berikut:

سُبْحَانَ الحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوْتُ

Subḫânal ḫayyil ladzî lâ yamût.

Artinya: "Maha Suci Allah, Yang Maha Hidup dan tidak mati." (Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar [Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004], halaman 286).

Selain itu, Imam Nawawi juga mengutip pernyataan salah seorang ulama dari kalangan Syafi‘iyah yaitu Imam Abul Mahasin Rauyani dalam Kitab Al-Bahr. Ia mengatakan, bagi umat Islam ketika melewati atau melihat jenazah disunnahkan untuk membaca doa ini:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَيُّ الَّذِي لَا يَمُوْتُ

Lâ ilâha illallâhul ḫayyil ladzî lâ yamût.

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Hidup dan tidak mati."

Setelah berdzikir mengingat pada kekuasaan Allah, selanjutnya disunnahkan juga untuk mendoakan kebaikan pada jenazah dan memujinya dengan pujian kebaikan, jika memang jenazah tersebut pantas untuk dipuji, dengan catatan pujiannya tidak berlebihan.

Memberi pujian pada orang yang baru meninggal tentu akan membawa dampak positif pada jenazah, hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah berikut ini:

مَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ 

Artinya: “Orang yang kalian puji dengan kebaikan wajib baginya surga.” (HR Muslim)

Itulah dzikir atau doa yang dibaca ketika melewati atau melihat jenazah. Diharapkan dengan membaca doa tersebut bisa membawa kebaikan kepada almarhum. Selain itu, saat melihat jenazah juga bisa menjadi sebuah pengingat bahwa kita pun akan mengalami hal serupa dan menyusul ke alam berikutnya. Wallahu a‘lam.


Editor: Muhammad Faizin
logo