5 Jenis Thawaf dan Ketentuannya: Jemaah Haji dan Umrah Harus Tahu

5 Jenis Thawaf dan Ketentuannya: Jemaah Haji dan Umrah Harus Tahu

Arina.id - Thawaf merupakan salah satu ritual utama dalam ibadah haji dan umrah yang dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali putaran. Ibadah ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam, menggambarkan ketaatan, kecintaan, dan penyucian diri kepada Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an, perintah Thawaf tertuang pada surat Al-Haj ayat 29:

وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ 

Artinya: “Hendaknya mereka melakukan Thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah),”

Musthafa Said al-Khin dan Musthafa Diyeb al-Bugha dalam kitab Al-Fiqh ‘Al-Manhaji ‘ala Madzzahib al-Imam al-Syafi’i, j. I, h. 397 menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, Thawaf dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan waktu dan tujuan pelaksanaannya. Berikut adalah jenis-jenis Thawaf beserta ketentuannya:

1. Thawaf Ifadah

Thawaf Ifadah adalah Thawaf rukun yang wajib dilakukan oleh jemaah haji setelah wukuf di Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Thawaf ini harus dilaksanakan oleh jemaah haji karena jika tidak dijalankan, maka akan menyebabkan haji menjadi batal.

Ada beberapa alternatif waktu melaksanakan Thawaf ini. Paling utama ialah dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah sesudah melempar jumrah ‘aqabah dan tahallul awal. Bisa juga dilakukan sesudah terbitnya fajar atau sesudah keluarnya matahari di tanggal 10 Dzulhijjah.

Meskipun tidak ada batasan akhir pelaksanaan, sebaiknya Thawaf ifadah sudah dilaksanakan sebelum berakhirnya hari-hari Tasyriq (tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah). Jemaah haji boleh juga melaksanakannya sesudah prosesi pelemparan jumrah di Mina diselesaikan semua.

2. Thawaf Qudum

Thawaf Qudum (kedatangan) adalah Thawaf selamat datang yang dilakukan oleh jemaah haji ketika pertama kali tiba di Masjidil Haram. Bagi pelaksana haji ifrad dan qiran, Thawaf ini mesti dilakukan saat memasuki Makkah sebelum pelaksanaan wuquf di Arafah. Bagi pelaksana haji tamattu’, Thawaf ini sudah tercakup ke dalam Thawaf umrah. Hukum melaksanakan Thawaf ini adalah wajib sehingga jika tidak dilaksanakan oleh jemaah haji bisa menyebabkan kewajiban membayar dam.

3. Thawaf Umrah

Thawaf ini dilakukan dalam rangkaian ibadah umrah, yang merupakan bagian dari rukun umrah.

4. Thawaf Wada’ (Perpisahan)

Thawaf ini dilakukan sebelum meninggalkan Makkah, sebagai bentuk perpisahan dengan Baitullah. Hukumnya ialah wajib. Meski demikian, kewajiban Thawaf ini tidak berlaku bagi wanita haid atau nifas. Satu hal yang mesti diingat ialah bahwa tidak boleh ada kegiatan duniawi lain setelah Thawaf wada’ kecuali langsung keluar dari kota Makkah.

5. Thawaf Sunnah

Thawaf sunnah ialah Thawaf yang dilakukan kapan saja sebagai bentuk ibadah tambahan. Thawaf ini tidak terikat waktu dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Tidak pula ada kewajiban menggunakan kain ihram pada Thawaf ini. Setiap kali seseorang memasuki masjidil haram maka ia sunnah melaksanakan Thawaf.

Berikutnya, Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Al-Tsimar al-Yani’ah Syarh Riyadl al-Badi’ah, h. 128-129 menjelaskan ada 9 syarat seseorang melaksanakan Thawaf, yakni:

  1. Suci dari najis dan hadats kecil maupun besar
  2. Menutup aurat
  3. Dimulai dari titik Hajar Aswad
  4. Pundak kiri sejajar dengan Hajar Aswad di awal dan akhir putaran
  5. Memposisikan Ka’bah di sebelah kiri
  6. Semua anggota badan dan pakaian harus berada di luar bangunan Ka’bah, Syadzarwan (pondasi Ka’bah, saat ini bercirikan warna putih) dan Hijr Ismail.
  7. Dilakukan sebanyak 7 kali putaran
  8. Memurnikan tujuan memutari Ka’bah hanya untuk Thawaf bukan karena niat yang lain
  9. Tidak dilakukan di luar area Masjidil Haram

Untuk niat, bagi yang tidak sedang berihram maka ia wajib niat Thawaf. Sedangkan bagi yang sedaang berihram, maka niatnya sudah tercakup pada niat ihram baik untuk haji maupun untuk umrah.

Satu hal yang mesti sama kita pahami ialah bahwa Thawaf bukan hanya ritual fisik mengelilingi Ka'bah, tetapi juga merupakan ibadah spiritual yang penuh makna. Memahami macam-macam Thawaf dan ketentuannya penting agar ibadah haji dan umrah yang dilakukan sah dan diterima oleh Allah SWT.

Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk mengunjungi Baitullah dan melaksanakan ibadah Thawaf dengan sempurna. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor: Muhammad Faizin
logo