Hikmah Lahir Batin dari 8 Aktivitas Berwudhu

Hikmah Lahir Batin dari 8 Aktivitas Berwudhu

Bagi umat Islam, suci dari hadats besar dan kecil merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi ketika akan melaksanakan berbagai ibadah seperti sholat, tawaf, dan ibadah sejenis. Cara untuk menghilangkan hadats besar adalah dengan mandi janabat sedangkan hadats kecil dengan wudhu.

Berbeda dengan mandi janabat, dalam wudhu hanya diharuskan membasuh anggota badan tertentu yang jika direnungkan ternyata mengandung hikmah tersendiri bagi umat Islam. Adapun hikmah tersebut diungkapkan oleh Syekh Ali Ahmad Al-Jurjawi dalam kitab Hikmatu Tasyri wa Falsafatuhu, [Beirut: Darul Fikr, 2003], Juz I, halaman 70, sebagaimana berikut: 

1. Membasuh telapak tangan

Dalam menjalani aktivitas sehari-hari, telapak tangan lebih banyak bergerak daripada anggota tubuh lain sehingga keduanya perlu dibersihkan agar suci secara lahir dan batin. Suci secara lahir bisa untuk menjaga kesehatan jasmani dari kuman dan virus. Suci secara batin untuk menjaga tangan agar terhindar dari gerakan yang mengarah pada maksiat, seperti mencuri, memukul, dan sejenisnya.

2. Berkumur

Mulut merupakan anggota tubuh yang cukup penting karena mulut menjadi pintu masuk makanan ke dalam tubuh sekaligus pintu keluar uap makanan dari perut. Dengan berkumur, mulut bisa terjaga dari bau tidak sedap, kuman, dan virus. Dengan berkumur juga menjadi isyarat agar umat Islam memiliki mulut bersih sehingga tidak mengucapkan kata-kata kotor yang bisa membuat orang lain tersinggung atau sakit hati.

3. Istinsyaq atau menghirup air ke hidung

Hidung juga merupakan bagian anggota tubuh yang tidak kalah penting karena hidung bekerja 24 jam non-stop dalam bernafas dan menghirup udara. Mengingat hal tersebut, dengan adanya istinsyaq bisa menjadi wasilah membersihkan hidung dari debu dan zat kotor yang datang dari aroma tidak sedap.

4. Membasuh wajah

Keunikan manusia dan membedakannya dengan orang lain ada pada wajah. Wajah juga menjadi garda terdepan ketika berinteraksi dengan orang lain sehingga perlu dibersihkan secara intensif. Dengan demikian, membasuh wajah bisa menjaga kebugaran dan kebersihan dari bekas keringat, debu, dan sejenisnya. Selain itu, membasuh muka dengan berwudhu juga bisa memicu inner beauty (Kecantikan dari dalam) yang membuat wajah lebih sejuk ketika dipandang orang lain.

5. Membasuh tangan

Membasuh tangan sampai siku bisa membuat tangan lebih bersih karena bagian ini, terutama laki-laki, merupakan bagian terbuka yang mudah terkena kotoran debu dan sejenisnya. Membasuh tangan juga bisa menjadi isyarat agar tangan selalu terjaga dari perbuatan maksiat seperti pada poin nomor satu.

6.  Mengusap kepala

Di bagian kepala terdapat pori-pori tempat keluarnya keringat. Namun Allah Yang Maha Bijaksana tidak mewajibkan membasuh keseluruhan dengan air karena hal ini termasuk hal yang menyulitkan, melainkan cukup dengan mengusap bagian yang masih dalam wilayah kepala. Selain itu, di dalam kepala juga ada otak yang menjadi tempat berpikir manusia. Dengan membasuh kepala diharapkan bisa mempunyai kecerdasan dan pemikiran yang baik.

7. Mengusap telinga

Telinga bisa menjadi sarang tempat kotoran dari dalam dan dari luar berupa debu dan sejenisnya. Selain itu, telinga juga menjadi tempat mendengar sesuatu yang bisa memengaruhi terhadap karakter dan kepribadian seseorang. Dengan mengusap telinga saat berwudu bisa membersihkan kotoran tersebut sekaligus menjadi isyarat agar umat Islam bisa bersih dari suara-suara kotor seperti ghibah, namimah, dan sejenisnya.

8. Membasuh kaki

Kaki menjadi anggota tubuh yang rawan terkena kotoran yang ada di tanah. Membasuh kaki bisa membuatnya tetap bersih dari kotoran tersebut. Selain itu, membasuh kaki juga menjadi isyarat agar kaki ini bisa melangkah dan membawa tubuh umat Islam ke tempat-tempat yang baik.

Dengan demikian, hikmah disyariatkannya wudhu bagi umat Islam bisa terjaga dari kotoran lahir yang muncul dari debu, kuman, virus, dan sejenisnya. Selain itu, wudhu juga bisa membersihkan anggota tubuh dari kotoran batin berupa akhlak tercela. Wallahu a‘lam.


Editor: Muhammad Faizin
logo