Penting untuk Imam Sholat Jumat, 4 Surat yang Sunnah Dibaca

Penting untuk Imam Sholat Jumat, 4 Surat yang Sunnah Dibaca

Arina.id - Dalam pelaksanaan sholat Jumat, terdapat beberapa sunnah yang berkaitan dengan imam. Salah satunya adalah membaca surat-surat pilihan yang dianjurkan saat melaksanakan sholat Jumat. Tujuannya tak lain adalah untuk menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, mendekatkan diri kepada Allah, dan memuliakan pelaksanaan sholat Jumat.

Ibarat saat kita hendak bertemu Presiden, pasti kita akan mengenakan pakaian terbaik. Begitu pula dalam sholat Jumat, yang menjadi momen berharga menghadap Sang Pencipta alam semesta. Sudah selayaknya kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, termasuk dengan membaca surat-surat pilihan yang disunnahkan.

Lantas, surat apa saja yang dianjurkan untuk dibaca oleh imam saat pelaksanaan sholat Jumat?

Rasulullah SAW dalam sebuah hadits menjelaskan bahwa beliau membaca surat-surat tertentu ketika melaksanakan sholat pada hari Jumat. Beliau membaca surat As-Sajdah dan surat Al-Insan pada saat sholat Subuh, serta surat Al-Jumu'ah dan surat Al-Munafiqun pada saat pelaksanaan sholat Jumat.

 

عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ: {الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ} وَ{هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ}. وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ ‌فِي ‌صَلَاةِ ‌الْجُمُعَةِ: سُورَةُ الْجُمُعَةِ وَالْمُنَافِقُونَ.

Artinya: ”Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi SAW biasa membaca dalam sholat Subuh pada hari Jumat surat Alif Lam Mim Tanzil (As-Sajdah) dan surat Hal Atā 'Alal Insān (Al-Insan). Dan Nabi SAW juga biasa membaca dalam sholat Jumat surat Al-Jumu’ah dan surat Al-Munafiqun.” (Fathul Mun’im Syarah Sahih Muslim [Dar As Syuruq, 2002], juz 4 halaman 82 hadits ke 1760)

Para ulama, salah satunya Syaikh Zainuddin Al-Malibari, menjelaskan hadits ini dengan memberikan penjelasan lebih spesifik terkait surat-surat yang disunnahkan dibaca saat sholat pada hari Jumat, baik dalam sholat lima waktu maupun saat pelaksanaan sholat Jumat itu sendiri.

وَيُسَنُّ لِلْحَاضِرِ فِي صَلَاتِهِ جُمُعَة وَعِشَائِهَا: سُورَةُ الْجُمُعَةِ وَالْمُنَافِقُونَ، أَوْ {سَبِّحِ} [سورة الأعلى] {وَهَلْ أَتَاكَ} [سورة الغاشية]. وَفِي صُبْحِهَا، أَيِ الْجُمُعَةِ، إِذَا اتَّسَعَ الْوَقْتُ: {الم تَنْزِيلُ} [سورة السجدة] السَّجْدَةَ وَ{هَلْ أَتَى} [سورة الإنسان]. وَفِي مَغْرِبِهَا: الْكَافِرُونَ وَالْإِخْلَاصُ. وَيُسَنُّ قِرَاءَتُهُمَا فِي صُبْحِ الْجُمُعَةِ وَغَيْرِهَا لِلْمُسَافِرِ

Artinya: ”Disunnahkan bagi orang yang hadir (menetap) dalam sholat Jumat dan sholat Isya di malam harinya untuk membaca surat Al-Jumu'ah dan Al-Munafiqun, atau bisa juga membaca surat Sabbih (Al-A'la) dan Hal Ataka (Al-Ghasyiyah). Pada sholat Subuh hari Jumat, jika waktu memungkinkan, disunnahkan membaca surat Alif Lam Mim Tanzil (As-Sajdah) pada rakaat pertama dan surat Hal Ataka (Al-Insan) pada rakaat kedua. Pada sholat Maghrib di hari Jumat, disunnahkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Selain itu, membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas juga disunnahkan pada sholat Subuh di hari Jumat maupun di waktu lainnya bagi orang yang sedang dalam perjalanan (musafir), untuk menambah keberkahan dalam ibadahnya.” (Fathul Mu’in, halaman 107)

Lebih lanjut, Syaikh Nawawi Al-Bantani juga memberikan penjelasan terkait surat-surat pilihan yang disunnahkan dibaca saat pelaksanaan sholat Jumat. Bahkan, beliau memberikan panduan tentang cara terbaik dalam membaca surat tersebut, apakah sebaiknya dibaca secara sempurna atau hanya sebagian ayat dari surat tersebut.

 (وَفِي جُمُعَةٍ وَعِشَائِهَا: الْجُمُعَةُ وَالْمُنَافِقُونَ أَوْ سَبِّحْ وَهَلْ أَتَاكَ، وَصُبْحِهَا: فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى (أَلَمْ تَنْزِيلُ) السَّجْدَةُ تَلِي سُورَةَ لُقْمَانَ، وَفِي الثَّانِيَةِ (هَلْ أَتَى). وَهَذَا عَامٌّ فِي إِمَامِ الْمَحْصُورِينَ وَغَيْرِهِمْ. وَمِثْلُ ذَلِكَ: ق وَاقْتَرَبَتْ فِي الْعِيدَيْنِ وَالْأَفْضَلُ أَنْ يَقْرَأَ السُّورَتَيْنِ بِكَمَالِهِمَا، وَلَهُ الِاقْتِصَارُ عَلَى بَعْضٍ مِنْهُمَا، وَلَوْ آيَةَ السَّجْدَةِ، وَلَوْ بِقَصْدِ السُّجُودِ وَإِنْ لَمْ يَضِقِ الْوَقْتُ عَلَى الْمُعْتَمَدِ

Artinya: ”Pada sholat Jumat dan sholat Isya-nya, disunnahkan membaca surat Al-Jumu'ah dan Al-Munafiqun, atau bisa juga membaca Sabbih (surat Al-A'la) dan Hal Atā (surat Al-Ghasyiyah). Pada sholat Subuh hari Jumat, disunnahkan untuk membaca pada rakaat pertama Alif Lam Mim Tanzil (surat As-Sajdah) diikuti dengan surat Luqman, dan pada rakaat kedua disunnahkan membaca Hal Atā (surat Al-Insan). Kesunahan ini berlaku secara umum bagi imam yang memimpin sholat, baik bagi imam yang jamaahnya terbatas maupun yang lainnya. Begitu pula disunnahkan membaca surat Qamar dan Iqtarabat pada kedua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha). Yang terbaik adalah membaca kedua surat tersebut dengan lengkap, namun boleh juga untuk hanya membaca sebagian dari keduanya, bahkan cukup dengan membaca ayat sajadah, atau hanya dengan niat untuk sujud meskipun jika waktu terbatas.” (Nihayatuz Zain [Beirut; Dar al Fikr], halaman 65)

Dengan demikian dari ulasan ini surat yang disunnahkan dibaca imam saat pelaksanaan sholat Jumat adalah surat Al-Jumu'ah, Al-Munafiqun, surat Al-A'la dan surat Al-Ghasyiyah. Imam disarankan untuk membaca surat tersebut secara lengkap namun juga boleh membaca sebagian apabila memang waktu tidak mencukupi. Wallahu a’alam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
logo