Sholat dalam Islam merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dan urgen untuk dilakukan. Sholat merupakan pondasi bangunan agama Islam. Bila pondasinya tak sempurna, maka robohlah agama.
Ketika Muslim melaksanakan sholat, ada syarat, rukun, dan aturan aturan khusus yang harus dipenuhi. Termasuk halnya aturan pandangan mata saat sholat. Aturan sholat setidak nya ada dua yakni aturan sebelum sholat dan aturan ketika melaksanakan sholat.
Aturan sebelum sholat seperti suci dari hadats kecil dan besar serta memperhatikan apakah ada najis yang menempel di badan dan pakaian atau tempat yang dipakai untuk sholat dan lain-lain. Sementara aturan ketika sholat seperti tidak boleh banyak bergerak, tidak boleh berbicara menjaga pandangan mata, dan lain-lain.
Terkait aturan pandangan mata ini, Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan ke mana pandangan mata seharusnya diarahkan saat sholat:
وسن إدامة نظر محل سجوده لأن ذلك أقرب إلى الخشوع، ولو أعمى، وإن كان عند الكعبة أو في الظلمة، أو في صلاة الجنازة. نعم، السنة أن يقتصر نظره على مسبحته عند رفعها في التشهد لخبر صحيح فيه
Artinya: “Disunahkan melanggengkan pandangan mata ke arah tempat sujud supaya lebih khusyu’, sekalipun tuna tentra, sedang sholat dekat Ka’bah, sholat di tempat yang gelap, ataupun sholat jenazah. Namun disunahkan mengarahkan pandangan mata ke jari telunjuk, terutama ketika mengangkat jari telunjuk, saat tasyahud akhir, karena ada dalil shahih tentang kesunahan itu."
Dalam kitab lain seperti kitab Al Yaqut Al Nafis karya Syaikh Ahmad Bin Umar As Syatiri beliau menjelaskan secara lebih rinci dan sistematis terkait ke mana pandangan mata seharusnya diarahkan ketika sholat:
وبعض العلماء فصل وجعل لكل ركن من الأركان نظر موضع خاص ؛ ففي القيام ينظر إلى موضع سجوده ، وفي الركوع ينظر إلى موضع قدميه ، وفي الجلوس ينظر إلى ركبتيه ، وفي التشهد وعند قوله : ( إلا الله ) يرفع سبابته اليمنى وينظر إليها ، وإذا كان بالمسجد الحرام وأمامه الكعبة الشريفة .. نظر إليها ، وإذا كان على الأرض نقوش أو رسوم ستلهيه إذا نظر إليها .. نظر إلى أمامه ، وفي صلاة الجنازة ينظر إليها ، وهذا قول الخطيب ، أما ابن حجر والرملي فقالا بالنظر إلى موضع السجود
Sebagian ulama menjelaskan terkait pandangan mata saat melakukan beberapa rukun di dalam sholat. Berikut rinciannya:
- Jika sedang berdiri, sunnah memandang ke arah tempat sujud.
- Jika sedang rukuk, sunnah memandang ke arah kedua kaki.
- Jika sedang duduk, sunnah memandang ke arak kedua lutut.
- Jika sedang membaca tasyahhud dan tepat pada bacaan "illa Allah" sunnah memandang ke arah jari telunjuk kanan yang sedang diangkat.
- Jika sholat di Masjid Haram dan di depannya Ka'bah, maka sunnah memandang Ka'bah.
- Jika di tempat sujudnya (atau sajadahnya) terdapat ukiran atau gambar yang bisa membuatnya lalai, maka sunnah memandang ke arah depan.
- Jika sedang sholat jenazah, maka ada dua pendapat: pertama menurut Imam Al-Khatib, sunnah memandang kepada mayyitnya. Kedua menurut Ibnu Hajar dan Imam Ramli tetap sunnah memandang ke tempat sujud.
Demikianlah 7 aturan pandangan mata saat sholat agar mendapatkan kesunnahan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor: Muhammad Faizin
