Ini Dalil Makan Menggunakan Tangan Kanan

Ini Dalil Makan Menggunakan Tangan Kanan

Arina.id - Islam mengajarkan segala hal yang berkaitan dengan akhlak, mulai dari perkara yang sederhana hingga yang serius. Salah satunya berkenaan tentang etika saat makan yang dianjurkan untuk menggunakan tangan kanan daripada tangan kiri. 

Para ulama fiqih, khususnya dalam mazhab Syafii seringkali memberikan arahan terkait beberapa persoalan fiqih dilengkapi dengan etikanya. Karena tidak cukup hanya memahami hukum fiqih tapi minim etika.

Etika-etika tersebut biasanya dapat dijumpai dalam kesunahan yang dicontohkan oleh Rasulullah. Misalnya saat akan makan, etikanya adalah membaca bismillah, tidak mencaci makanan, mencuci tangan, dan menggunakan tangan kanan.

Menggunakan tangan kanan sebenarnya berkaitan dengan disunahkannya mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan saat melakukan perkara yang bersih seperti ketika akan masuk masjid, saat mandi, membasuh anggota wudhu. Sedangkan mendahulukan anggota tubuh sebelah kiri biasanya dianjurkan saat melakukan perkara yang kotor, misalnya saat masuk kamar mandi, atau cebok.

Diriwayatkan dari Aisyah:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ، فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ.

Artinya: “Dari Aisyah RA, dia berkata, “Rasulullah suka mendahulukan bagian yang kanan ketika mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam segala urusannya.” (Lihat: Hasyim Jamil, Masa’il Minal Fiqhil Muqaran, Damaskus: Darus Salam, 2007, halaman 123-128).  

Lantas timbul sebuah pertanyaan, apakah orang yang menggunakan anggota tubuh sebelah kiri sama halnya tidak memiliki etika?

Perhatian tertentu Nabi tentang menggunakan anggota tubuh sebelah kanan juga berlaku pada persoalan makan. Dalam sebuah hadits disebutkan: 

اذا أكل أحدكم فليأكل بيمينه، وإذا شرب فليشرب بيمينه، فإن الشيطان يأكل بشماله ويشرب بشماله 

Artinya: "Apabila kalian makan, gunakan tangan kanan. Jika kalian minum, gunakanlah tangan kanan karena setan makan dan minum dengan tangan kiri" (HR Muslim).

Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad pernah memberi nasihat kepada anak kecil (Umar bin Salamah) yang makan dengan tangan kiri. Rasulullah SAW menasihatinya.

 كُل بيمينك وكل مما يليك 

Artinya: "Makanlah dengan tangan kananmu dan makan yang ada di dekatmu" (HR Bukhari dan Muslim). 

Meskipun demikian, hadits ini tidak bisa kita pahami secara serampangan karena menurut Imam An-Nawawi ada beberapa pengecualian dengan mempertimbangkan beberapa kondisi.

 وهذا إذا لم يكن عذر، فإن كان عذر يمنع الأكل والشرب باليمين من مرض أو جراحة أو غير ذلك فلا كراهة 

Artinya: "Ini berlaku jika tidak ada uzur. Jika ada uzur yang menyebabkan tidak bisa makan dan minum dengan tangan kanan karena sakit, luka, atau yang lainnya, maka hukumnya tidak makruh," (Al-Minhaj fi Syarhi Shahihi Muslim Al-Hajjaj, Beirut, Muassisah Al-Qurthubah, cetakan kedua, 1994 M, juz 13, halaman 191). 

Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa makan menggunakan tangan kanan memiliki dalil yang sahih, bahkan untuk urusan apapun terutama untuk kebersihan, kebaikan. Selain itu, menggunakan atau mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan merupakan simbol kebaikan, berbeda dengan sebelah kiri yang diibaratkan dengan keburukan.

Oleh karena itu, makan minum, beraktivitas apapun selama positif, sebaiknya dahulukan tangan dan kaki kanan, atau arah kanan. Jika dirasa kesulitan atau udzur, maka tidak makruh.

Namun sebaiknya tetap berusaha melatih diri untuk membiasakan menggunakan tangan kanan pada saat makan dan minum agar terhindar dari hukum makruh. Demikian pula dalam hal-hal lainnya yang bersifat ibadah seperti memegang atau membawa mushaf dan sebagainya. Wallahu a'lam bis shawab


Editor: Muhammad Faizin
logo