Arina.id - Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan mulia (asyhur al-hurum) dalam kalender Islam, bersama Muharram, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Bulan ini menjadi kesempatan bagi umat Islam memperbanyak amalan kebaikan sebagai persiapan menyambut bulan-bulan penuh berkah berikutnya.
Berikut 5 amalan yang bisa dilakukan di bulan ketujuh kalender Hijriah ini.
1. Menghidupkan Malam Pertama Rajab
Malam pertama bulan Rajab dipercaya memiliki keutamaan khusus dalam hal dikabulkannya doa. Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i meriwayatkan bahwa ada beberapa malam dimana doa lebih mudah dijawab, termasuk malam pertama Rajab:
وَ بَلَغنَا اَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: اِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمسِ لَيَالٍ فِي لَيلَةِ الْجُمعَةِ، وَ لَيلَةِ الْاضْحَى، وَ لَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَلَيلةٍ مِن رَجَب، وَ لَيلَةٍ النِّصفَ مَِن شَعبَان
Artinya:"Sesungguhnya doa diijabah pada lima malam: malam Jum'at, malam Iduladha, malam Idulfitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam pertengahan bulan Sya'ban."
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan ibadah seperti sholat sunnah, berzikir, dan memanjatkan doa pada malam tersebut.
Dalam beberapa riwayat tasawuf juga disebutkan bahwa menghidupkan malam ini dengan ibadah dapat mendatangkan limpahan kebaikan, pengampunan dosa, serta menjadi sebab syafaat bagi orang lain.
2. Puasa Rajab
Berpuasa merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Rajab. Puasa Rajab diawali dengan niat yakni:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ في شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِِلَّهِ تَعَالى
Nawaitu shauma ghadin fii syahri rajaba sunnatan lilahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa besok di bulan Rajab sunnah karena Allah Taala"
Menurut kitab-kitab klasik seperti Durratun Nasihin, puasa di bulan ini mendatangkan berbagai keutamaan jika dilakukan dengan keimanan dan keikhlasan.
Keutamaan berpuasa di bulan Rajab karena iman dan ikhlas dalam kitab Durratun Nasihin dirincikan sebagai berikut: Puasa 1 hari: mendapat ridha Allah, Puasa 2 hari: mendapat kemuliaan yang tidak habis disebutkan oleh penghuni langit dan bumi, Puasa 3 hari: diselamatkan dari bencana dunia dan adzab akhirat, penyakit gila, kusta, dan fitnah dajjal.
Selanjutnya Puasa 7 hari: ditutup tujuh pintu jahannam untuknya, Puasa 8 hari: dibuka delapan pintu surga untuknya, Puasa 10 hari: segala sesuatu yang ia minta, akan Allah kabulkan, Puasa 15 hari: Allah ampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu, kesalahan-kesalahannya digantikan dengan kebaikan.
3. Bershalawat
Selain puasa, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan amalan yang sangat dianjurkan di bulan Rajab. Nabi pernah menyampaikan bahwa setiap orang yang bershalawat kepadanya akan didoakan oleh malaikat dalam jumlah yang besar.
Selain itu shalawat juga dilakukan bukan hanya oleh manusia untuk Nabi Muhammad. Allah dan para Malaikatnya pun bershalawat kepada Nabi. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
Oleh karena itu, bulan Rajab menjadi momentum tepat untuk meningkatkan shalawat siang dan malam.
4. Beristighfar
Para ulama juga menyarankan agar umat Islam memperbanyak istighfar di bulan Rajab sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa.
Sebuah dzikir istighfar yang dianjurkan seperti redaksi berikut yang dibaca 70 kali setiap pagi dan sore selama Rajab.
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Rabbighfirli warhamni wa tub alayya
Artinya: "Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah tobatku,"
5. Dzikir dan Doa
Bulan Rajab juga memiliki dzikir khusus yang dianjurkan untuk diulang setiap hari. Doa yang diajarkan Rasulullah ketika memasuki bulan ini adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’bana wa ballighnaa ramadhana
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan."
Doa ini merupakan wujud permohonan keberkahan dan semoga sampai pada bulan Ramadhan.
Selain itu, terdapat dzikir tasbih harian yang dibagi per fase bulan yakni 1–10 Rajab: Subhanallahil hayyul qayyuum, 11–20 Rajab: Subhanallahil ahadish shamad, 21–30 Rajab: Subhanallahir rauufur rahiim. Setiap bacaan dianjurkan diulang 100 kali setiap hari selama bulan Rajab.
Bulan Rajab adalah waktu mulia yang memberi peluang besar bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, memperbaiki diri, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Dengan memanfaatkan momen ini melalui doa, puasa, shalawat, istighfar, dan dzikir, seorang hamba dapat meningkatkan kualitas spiritualnya serta meraih pahala yang luas. Wallahu a'lam.
Editor: Muhammad Faizin
