4 Amalan Utama saat di Kota Madinah bagi Jemaah Haji

4 Amalan Utama saat di Kota Madinah bagi Jemaah Haji

Arina.id - Madinah memiliki peran sangat penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah, mulai dari pembentukan masyarakat Islam yang pertama hingga lahirnya berbagai prinsip syariat. Tak heran, setiap jemaah haji yang singgah di Madinah seolah diajak menapaki jejak Nabi dan para sahabat.

Oleh karena itu, para ulama sangat menganjurkan untuk menjaga adab dan memperbanyak amalan sunah ketika berada di Madinah, sebagai bentuk penghormatan terhadap kota yang telah dimuliakan Allah dan dipilih sebagai tempat hijrah Nabi.

Imam Nawawi dalam Al Majmu’ Syarh Muhadzzab menuliskan beberapa anjuran amalan saat singgah di kota Madinah. Berikut 4 amalan tersebut.

1. Berziarah ke Makam Syuhada’ Perang Uhud 

Imam Nawawi sangat menganjurkan agar orang yang singgah di Madinah menyempatkan diri untuk berziarah ke makam para syuhada Perang Uhud. Lokasinya tidak jauh dari Masjid Nabawi, tepatnya di kaki Gunung Uhud. Menurut beliau, waktu terbaik untuk berziarah adalah di hari Kamis, dimulai dengan mengunjungi makam Sayyidina Hamzah terlebih dahulu.

Anjuran ini didasarkan pada riwayat dari sahabat ‘Uqbah bin ‘Amir yang menuturkan bahwa Rasulullah pernah mengunjungi para syuhada di akhir hayat beliau, lalu mendoakan mereka sebagaimana doa untuk jenazah.

خَرَجَ فِي آخِرِ حَيَاتِهِ فَصَلَّى عَلَى أَهْلِ أُحُدٍ صَلَاتَهُ عَلَى الْمَيِّتِ ثُمَّ انْصَرَفَ إلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ إنِّي فَرَطٌ لَكُمْ وَأَنَا شَهِيدٌ عَلَيْكُمْ

Artinya: ”Pada akhir hayat beliau Rasulullah SAW pernah keluar (dari rumah), lalu mendoakan para syuhada Uhud sebagaimana sholat jenazah, kemudian beliau naik ke mimbar dan bersabda: “Sesungguhnya aku mendahului kalian dan aku akan menjadi saksi atas kalian.” (HR. Imam Bukhari)

2. Mengunjungi Masjid Quba dan Sholat di dalamnya

Jemaah haji dianjurkan untuk mengunjungi Masjid Quba’, terutama pada hari Sabtu, serta melaksanakan sholat sunah dua rakaat di dalamnya. Hal ini karena ittiba’ atau mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءَ رَاكِبًا وَمَاشِيًا فَيُصَلِّي فِيهِ رَكْعَتَيْنِ

Artinya: "Rasulullah SAW biasa mendatangi Masjid Quba, baik dengan berkendara maupun berjalan kaki, lalu beliau sholat dua rakaat di dalamnya.” (HR. Imam Bukhari)

Sholat di Masjid Quba juga memiliki keutamaan khusus dibandingkan sholat di masjid lain yakni pahalanya setara dengan beribadah umrah, Rasulullah SAW pernah bersabda:

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِ قُبَاءَ كَعُمْرَةٍ

Artinya: ”Sholat di Masjid Quba pahalanya seperti pahala ibadah umrah.” (HR. Imam Tirmidzi)

3. Menjaga Adab dan Tingkah Laku 

Jemaah haji yang berada di Madinah dianjurkan untuk menjaga adab dan perilakunya, bersikap tawadhu’, menjauhi maksiat, serta memuliakan Kota Madinah. Anjuran ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kota yang telah dipilih Allah sebagai tempat hijrah, tinggal, dan dimakamkannya Rasulullah SAW.

Dalam kitabnya Imam Nawawi menuliskan:

يَنْبَغِي لَهُ فِي مُدَّةِ مَقَامِهِ بِالْمَدِينَةِ أَنْ يُلَاحِظَ بِقَلْبِهِ جَلَالَتَهَا وَأَنَّهَا الْبَلْدَةُ الَّتِي اخْتَارَهَا اللَّهُ تَعَالَى لِهِجْرَةِ نَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتِيطَانِهِ وَمَدْفِنِهِ وَتَنْزِيلِ الْوَحْيِ وَيَسْتَحْضِرُ تَرَدُّدَهُ فِيهَا وَمَشْيَهُ فِي بِقَاعِهَا وَتَرَدُّدَ جِبْرِيلَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا بِالْوَحْيِ الْكَرِيمِ وَغَيْرَ ذَلِكَ مِنْ فَضَائِلِهَا

Artinya: ”Seyogyanya selama berada di Madinah, seseorang meyakini dengan hatinya betapa mulianya kota ini. Madinah adalah kota yang dipilih oleh Allah untuk tempat hijrahnya Nabi Muhammad SAW, tempat tinggalnya, tempat pemakamannya, tempat turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Hendaknya ia mengingat betapa seringnya Nabi SAW berada di kota ini, berjalan di jalan-jalannya, dan betapa seringnya Malaikat Jibril datang dengan wahyu yang mulia, serta berbagai keutamaan lainnya yang dimiliki oleh kota ini.” (Al Majmu’ Syarh Muhadzzab, Juz 8 hal.276)

4. Memperbanyak Puasa Sunnah dan Bersedekah Kepada Penduduk Madinah

Selama berada di Madinah, dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunah sebagai bentuk memuliakan tanah yang dimuliakan oleh Allah. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah kepada para tetangga Rasulullah SAW, yaitu penduduk Madinah, baik mereka yang menetap di sana maupun para perantau yang singgah sementara. Wallahu a’lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
logo