Susah Dapat Pekerjaan? Mari Introspeksi Diri ala Umar bin Khattab

Susah Dapat Pekerjaan? Mari Introspeksi Diri ala Umar bin Khattab

Arina.id - Ratusan ribu lowongan pekerjaan dibuka setiap hari. Ratusan kali pula CV ia kirimkan, baik melalui berbagai online platform maupun email langsung ke perusahaan. Berkali-kali ia mencoba, dan setiap kali selesai mengirim lamaran, ia akan mengecek emailnya berulang-ulang, berharap ada balasan. 

Begitulah gambaran seorang pencari kerja saat ini, menunggu dengan penuh harap, namun sering kali yang datang hanyalah sepi, bertepuk sebelah tangan tanpa ada balasan.

Hari demi hari berlalu, tabungan pun kian menipis, semangat perlahan surut. “Apa aku kurang berdoa? Apa usahaku kurang keras? Apa Allah tidak sayang padaku?” Pertanyaan-pertanyaan itu acap kali muncul di benak hati.

Ia pun mulai mengutuk diri sendiri, merasa sistem dunia ini tidak adil, mulai menyalahkan keadaan karena ia tidak punya orang dalam, karena ia tidak memiliki privilege. Hingga akhirnya, ia hanya berpangku tangan dan putus asa. Naudzubillah.

Padahal, jika ditelisik lebih dalam, terkadang masalahnya bukan terletak pada CV atau lamaran yang dikirim, melainkan pada diri sendiri, pada mindset, perilaku buruk, persiapan diri, dan cara pandang kita terhadap usaha itu sendiri

Sahabat Umar bin Khattab dalam hal ini pernah memberi nasihat:

وَقَالَ عُمَرُ رَضِيَ ٱللّٰهُ عَنْهُ لَا يَقْعُد أَحَدُكُمْ عَنْ طَلَبِ ٱلرِّزْقِ يَقُولُ: ٱللّٰهُمَّ ٱرْزُقْنِي، فَقَدْ عَلِمْتُمْ أَنَّ ٱلسَّمَاءَ لَا تُمْطِرُ ذَهَبًا وَلَا فِضَّةً

Artinya: ”Sahabat Umar RA pernah berkata: “Janganlah kalian menjadi orang yang hanya duduk (berdiam diri) meninggalkan usaha mencari rezeki lantas berdoa, “Ya Allah, berilah aku rezeki,” padahal kalian tahu langit tidak akan menurunkan hujan emas dan perak.” (Ihya’ Ulumiddin, Juz 2 hal.62)

Nasihat ini mengajarkan kita untuk tidak hanya berpangku tangan sambil berdoa tanpa berusaha, karena hal itu sia-sia belaka. Doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan, tanpa mengenal kata menyerah.

Namun, bagaimana jika sudah berusaha dan berikhtiar, tapi belum juga membuahkan hasil? Coba periksa lagi, seperti apa ikhtiar kita selama ini. Usaha kita sudah seberapa keras? Apakah CV kita sudah relevan dengan posisi yang dilamar? Apakah skill kita sudah di-update sesuai kebutuhan pasar kerja? Sudahkah kita berani melamar pekerjaan di luar bidang kuliah? Atau, sudahkah kita mau mencoba kerja apa saja yang halal, meskipun berada di luar zona nyaman?

Terkadang, meskipun lamaran kita sudah sempurna hingga mendapat panggilan wawancara, barulah terlihat bahwa skill kita belum sesuai. Atau bisa jadi, kegagalan itu terjadi karena perilaku kita yang kurang baik.

Banyak juga yang terjebak gengsi. Lulusan sarjana, tetapi menolak pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidangnya, seolah-olah harus bekerja di ruangan ber-AC dan duduk nyaman. Padahal, pekerjaan apa pun yang halal adalah sebuah kemuliaan, jauh lebih baik daripada hanya berpangku tangan tanpa penghasilan.

وَقَالَ صَلَّى ٱللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ، فَيَحْتَطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَأْتِيَ رَجُلًا أَعْطَاهُ ٱللّٰهُ مِنْ فَضْلِهِ، فَيَسْأَلَهُ، أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ

Artinya: ”Rasulullah SAW bersabda:“Jika salah seorang di antara kalian mengambil talinya, lalu ia mencari kayu bakar dan memikulnya di punggungnya, itu lebih baik baginya daripada ia pergi meminta kepada seseorang yang Allah beri kelebihan rezeki, lalu ia memintanya, bisa jadi orang itu memberinya, bisa jadi juga menolaknya.” (Ihya’ Ulumiddin, Juz 2 hal.62)

Setelah merasa sudah berusaha keras namun tak kunjung mendapatkan pekerjaan, janganlah menyerah apalagi berputus asa. Cobalah maksimalkan peluang yang ada di sekitar kita. Jangan malu atau minder untuk mencoba pekerjaan apa pun, selama itu halal.

Jika belum ada pekerjaan tetap, kita bisa mulai dengan berdagang. Jika tidak memiliki barang dagangan sendiri, cobalah menjualkan barang dagangan orang lain. Sebab Rasulullah SAW pernah bersabda tentang keutamaan berdagang:

وَقَالَ صَلَّى ٱللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِٱلتِّجَارَةِ، فَإِنَّ فِيهَا تِسْعَةَ أَعْشَارِ ٱلرِّزْقِ

Artinya: ”Rasulullah bersabda: “Bekerjalah kalian di sektor perdagangan, karena di dalamnya terdapat sembilan dari sepuluh bagian rezeki.” (Ihya’ Ulumiddin, Juz 2 hal.62)

Tak bisa menjual? Tak punya skill? Jangan mencari-cari alasan. Terlebih di zaman yang serba canggih seperti sekarang, semua sudah tersedia. Jika belum punya ilmu, kita bisa belajar dari tutorial di YouTube, Google, atau platform lainnya. 

Intinya, jangan menyerah. Teruslah mencoba, dan jangan terlalu khawatir “Apakah saya akan berhasil?” Just do it, lakukan saja, terus coba dan fokus. Yakinlah, Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang berusaha. Rezeki pun tidak akan pernah salah alamat.

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا 

Artinya: ”Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah.” (QS. Hud ayat 6). Wallahu a’lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
logo