Arina.id – Sholat Witir adalah salah satu sholat yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Sholat yang memiliki banyak keutamaan ini sering dikaitkan dengan penutup sholat malam. Meskipun bisa dilaksanakan di sepanjang tahun, namun biasanya sholat Witir lebih umum dilaksanakan di bulan Ramadan setelah melaksanakan sholat Tarawih.
Secara bahasa, witir artinya ganjil sehingga bilangan rakaat dalam sholat ini berjumlah ganjil, misalnya 1 dan 3 rakaat. Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islami wa adillatuhu menjelaskan, jumlah rakaat sholat Witir menurut ulama mazhab Syafi‘iyyah adalah minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat dengan salam di setiap rakaat kedua. Syekh Wahbah mengungkapkan:
وقال الشافعية: أقل الوتر ركعة، وأكثره إحدى عشرة، والأفضل لمن زاد على ركعة الفصل بين الركعات بالسلام، فينوي ركعتين من الوتر ويسلم، ثم ينوي ركعة من الوتر ويسلم، لما روى ابن حبان: «أنه صلّى الله عليه وسلم كان يفصل بين الشفع والوتر
Artinya: “Ulama Syafi'iyyah berkata: Minimal bilangan sholat Witir itu adalah satu rakaat dan maksimalnya sebelas rakaat. Bagi orang yang hendak menunaikan sholat Witir lebih dari satu rakaat, maka afdhalnya diselingi dengan salam. Maka, niat sholat Witir dua rakaat kemudian salam, selanjutnya niat sholat Witir satu rakaat lalu salam lagi. Ibnu Hibban meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. memisahkan antara sholat genap dan sholat Witir dengan salam." (Syekh Wahbah al-Zuhaili, Fiqhul Islami wa adillatuhu [Damaskus, Darul Fikr: 1405 H], juz I, halaman 821)
Niat Sholat Witir
Niat sholat Witir memiliki dua bacaan karena disesuaikan dengan jumlah rakaatnya. Biasanya, jumlah rakaat sholat Witir yang dilaksanakan setelah sholat Tarawih adalah 3 rakaat dengan 2 kali salam, maka bacaan niatnya adalah sebagaimana berikut:
Niat Sholat Witir 2 Rakaat
أُصَلِّي سُنَّةَ رَكْعَتَيْنِ مِنَ الْوِتْرِ (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnata rak’ataini minal witri (imaman/ma’muman) lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat sholat dari sunah Witir, dua rakaat (menjadi imam/bermakmum), karena Allah Ta'ala".
Niat Sholat Witir 1 Rakaat
أُصَلَّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً (إِمَامًا / مَأْمُومًا) لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri rak‘atan (imaman/ma’muman) lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat sholat sunah Witir satu rakaat (menjadi imam/bermakmum), karena Allah Ta'ala"
Lafaz imaman/ma’muman disesuaikan dengan posisi orang yang melaksanakan sholat Witir. Jika posisinya sebagai imam, maka lafaz yang digunakan adalah imaman. Jika posisinya sebagai makmum, maka lafaz yang dipakai adalah ma’muman. Namun, jika sholat Witir dilaksanakan secara munfarid atau sendirian, maka tidak perlu menyebutkan lafaz imaman atau ma’muman.
Tata Cara Sholat Witir
Tata cara sholat Witir tidak jauh berbeda dengan sholat pada umumnya, yaitu diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Namun demikian, perbedaannya adalah pada jumlah rakaat, yaitu diakhiri dengan 1 rakaat. Berikut ini adalah tata cara melaksanakan sholat Witir:
Sholat witir awal
Sholat Witir awal yang dimaksud adalah shalat dengan dua rakaat sebagai pembuka sebelum melaksanakan rakaat ganjil dengan rangkaian sebagaimana berikut:
- Takbiratul ihram: mulut mengucapkan “Allahu Akbar” dan hati mengucapkan niat secara berbarengan.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surat pendek Al-Quran.
- Rukuk.
- I’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua dengan melakukan gerakan nomor 2 sampai 8.
- Tasyahud akhir.
- Salam
Sholat Witir Penutup
Setelah selesai melaksanakan sholat Witir awal 2 rakaat, dilanjutkan dengan sholat Witir 1 rakaat sebagai penutup. Berikut tata caranya:
- Takbiratul ihram: mulut mengucapkan “Allahu Akbar” dan hati mengucapkan niat secara berbarengan.
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surat pendek Al-Quran.
- Rukuk.
- I’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Tasyahud akhir.
- Salam
Dijelaskan Syekh Wahbah Az-Zuhaili (Fiqhul Islami wa adillatuhu..., juz I, halaman 872), menurut ulama Syafi‘iyyah, disunnahkan membaca doa qunut pada rakaat terakhir sholat Witir di separuh kedua bulan Ramadan. Doa qunut ini serupa dengan doa qunut dalam sholat Subuh. Menurutnya, pendapat yang lebih sahih, setelah membaca qunut dianjurkan membaca:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ
Allahumma inna nasta’inuka wa nastahdika wa nastaghfiruka...
Artinya: “Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, petunjuk-Mu, dan ampunan-Mu.”
Membaca qunut di rakaat terakhir sholat Witir ini berdasarkan riwayat Abu Dawud dan Al-Baihaqi yang menyebutkan bahwa sesungguhnya Ubay bin Ka’ab biasa membaca qunut pada separuh akhir bulan Ramadan ketika melaksanakan sholat Tarawih.
Demikian bacaan niat dan tata cara melaksaakan sholat Witir baik saat sendiri maupun berjamaah. Dengan memahami niat dan tata cara sholat Witir, diharapkan kita bisa mengamalkannya dengan lebih baik dan khusyuk sehingga bisa memperoleh berbagai keutamaannya.
Editor: Aiz Luthfi
