Sejarah Kalimat Talbiyah dalam Ibadah Haji

Sejarah Kalimat Talbiyah dalam Ibadah Haji

Bacaan yang identik dengan pelaksanaan ibadah haji atau umrah adalah kalimat Talbiyah. Tidak hanya di Tanah Suci, bacaan ini pun sering dikumandangkan masyarakat di Tanah Air, terutama saat melepas dan mengantar calon jamaah haji ke lokasi pemberangkatan yang telah ditentukan pemerintah.

Adapun kalimat Talbiyah tersebut adalah sebagaimana berikut:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ

Labbaikallâḫumma labbaik, labbaika lâ syarîka laka labbaik, innal ḫamda wan ni‘mata laka wal mulk, lâ syarîka lak.

Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuasaan milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu."

Dalam sejarahnya, kalimat Talbiyah ini berawal dari seruan Nabi Ibrahim usai membangun Ka'bah. Saat itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru seluruh umat manusia agar datang menunaikan ibadah haji.

Allah berfirman dalam Surat Al-Haj ayat 27:

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍۙ 

Artinya: “(Wahai Ibrahim), serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

Asal mula Talbiyah

Dalam menafsirkan ayat tersebut, Imam Thabari menjelaskan, ketika Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah untuk menyerukan ibadah haji, ia berdiri di atas Maqam Ibrahim dan berseru: “Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka hajilah kalian ke Baitul Atiq (Ka'bah)". (Ibnu Jarir At-Thabari, Jamî‘ul Bayân ‘an Ta’wilil Qur’an [Kairo, Darul Hadits: 2010] Jilid VIII, halaman 177)

Imam Thabari kemudian menjelaskan sejumlah pendapat terkait gambaran seruan haji yang dilakukan Nabi Ibrahim. Di antaranya adalah pendapat yang bersumber dari Ibnu Abbas, ia menyebut bahwa ketika Nabi Ibrahim selesai membangun Ka'bah, Allah menurunkan wahyu agar Nabi Ibrahim menyeru manusia untuk menunaikan haji. Nabi Ibrahim pun langsung melaksanakannya dan berkata:

"Ketahuilah, sesungguhnya Tuhan kalian telah menjadikan sebuah rumah, dan menyuruh kalian untuk haji kepadanya”. 

Saat itu, semua manusia, jin, pohon, batu, debu, gunung, air, dan makhluk lainnya yang mendengar seruan tersebut berkata: “Labbaika Allahumma labbaik”.

Ibnu Abbas juga menjelaskan, seruan Nabi Ibrahim itu terdengar kepada semua manusia yang masih ada dalam tulang ekor laki-laki dan rahim perempuan hingga hari kiamat. Mereka pun menjawab bahwa mereka akan melaksanakan haji seraya berkata: “Labbaika Allahumma labbaik”.

Imam Thabari juga mengutip pendapat yang bersumber dari Mujahid. Ketika Nabi Ibrahim mendapat perintah Allah untuk menyeru manusia agar melaksanakan haji. Nabi Ibrahim berkata: “Wahai Tuhanku, apa yang harus kukatakan?” 

Allah kemudian berfirman: “Katakanlah: Labbaika allahuma labbaik.” 

Nabi Ibrahim pun membaca Talbiyah dan itu adalah kalimat Talbiyah pertama yang berkumandang di muka bumi.

Selain itu, Imam Thabari juga menyebutkan, umat manusia yang menunaikan ibadah haji adalah mereka yang menjawab atau memenuhi seruan Nabi Ibrahim tersebut.

Itulah asal muasal atau sejarah kalimat Talbiyah yang dikumandangkan saat ibadah haji. Bacaan Talbiyah ini merupakan respons atas seruan Nabi Ibrahim kepada manusia agar menunaikan ibadah haji. Wallahu a‘lam.


Editor: Muhammad Faizin
logo