Kapan Malam Nisfu Sya’ban 1447 H? Ini Amalan dan Doanya

Kapan Malam Nisfu Sya’ban 1447 H? Ini Amalan dan Doanya

Arina.id – Di antara waktu spesial di bulan Sya’ban adalah Malam Nisfu Sya’ban. Pada tahun 1447 H atau 2026 M, Malam Nisfu Sya’ban jatuh pada Senin, 2 Februari 2026 malam atau Malam Selasa. Hal ini berdasarkan fakta bahwa 1 Sya'ban 1447 H jatuh pada Selasa (20/1/2026).

Dalam hadits yang diriwayatkan ad-Dailami, 'Asakir, dan al-Baihaqy, doa pada malam Nisfu Sya'ban tidak akan tertolak, selain empat malam lainnya, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.

Rasulullah bersabda:

خَمْسُ لَيَالٍ لَا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدَّعْوَةُ: أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَةُ النَّحْرِ

Artinya: "Ada lima malam di mana doa tidak akan ditolak: malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha."

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidup-hidupkan malam Nisfu Sya'ban dengan memperbanyak ibadah, seperti berdoa dan berdzikir kepada Allah.

Dalam kitab Mujribat karya Ad-Dairaby disebutkan bahwa salah satu amalan yang bisa dilakukan di malam Nisfu Sya’ban adalah membaca surat yasin 3 kali. Amalan ini bisa dilakukan setelah shalat Maghrib dengan berbagai niat baik untuk kebaikan.

Niat pertama membaca surat Yasin adalah untuk memohon panjang umur dan berkah serta meminta ketaatan/ketaqwaan dan dapat istiqamah beribadah kepada Allah SWT. Bacaan awalnya adalah sebagai berikut:

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ اللهَ تَعَالَى يُطِيْلُ اَعْمَارَنَا فِي صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ , وَيُوَفِّقُنَا لِكُلِّ عَمَلٍ مَرْضِيٍّ وَالطَّاعَةِ , وَيَجْعَلُنَا مِنْ عِيَالِ السَّلاَمَةِ , وَيَحْفَظُنَا وَيَرْعَانَا بِالرِّعَايَةِ التَّآمَّةِ , مَعَ الْهُدَى وَالتَّوْفِيْقِ , وَاْلأِسْتِقَامَةِ وَالتَّصْدِيْقِ . اَلْفَاتِحَة 

Sementara niat membaca Surat Yasin yang kedua adalah untuk memohon dijauhkan dari segala bentuk musibah, fitnah, bala atau marabahaya lahir batin. Bacaan awalnya adalah sebagai berikut:

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنِيَّةِ اْلقَبُوْلِ , وَتَمَامِ كُلِّ سُوْلٍ وَمَأْمُوْلٍ , وَصَلاَحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا وَبِنِيَّةِ أَنَّ اللهَ الْكَرِيْمَ يَفْتَحُ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ , وَيُفَقِّهُنَا فِي الدِّيْنِ , وَيَرْزُقُنَا كَمَالَ اْلاِخْلاَصِ وَاْليَقِيْنِ , وَيَرْزُقُنَا اَوْلاَدًا صَالِحِيْنَ وَبَنَاتٍ صَالِحَاتٍ , وَاْلعِصْمَةَ مِنَ اْلأَفَاتِ وَالْعَاهَاتِ , ويَجْعَلُنَا مُيَسَّرِيْنَ فِي اْلأَرْزَاقِ الطَّيِّبَاتِ الْمُبَارَكَاتِ , وَمُرْتَفِعِيْنَ فِي الْمَرَاتِبِ وَالدَّرَجَاتِ . وَبِنِيَّةِ اَنَّ اللهَ يَدْفَعُ اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَاْلأَمْرَاضَ وَاْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ . اَلْفَاتِحَة

Dan niat membaca Surat Yasin yang ketiga adalah untuk memohon ditetapkan Iman Islam sampai akhir hayat. Bacaan awalnya adalah sebagai berikut:

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ اللهَ تَعَالَى يُصْلِحُ قُلُوْبَنَا وَقَوَالِبَنَا مَعَ الْبِرِّ وَاْلاِحْسَانِ , وَيُثْبِتُ لَنَا اْلاِسْلاَمِ وَاْلاِيْمَانِ , بِلاَ مِحْنَةٍ وَلاَ امْتِحَانٍ , بِجَاهِ سّيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ , وَيَحْفَظُنَا مِنْ شَرِّ اَهْلِ الزَّمَانِ , وَفِتْنَةِ الشَّيْطَانِ , وَحَسَدِ اْلاَهْلِ وَالْجِيْرَانِ , ويَجْعَلُنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ اْلقَوْلَ وَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهُ , ويَخْتِمُ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ . اَلْفَاتِحَة

Setelah selesai membaca surat Yasin dilanjutkan membaca doa berikut: 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اللّهُمَّ يَاذَا الْمَنِّ وَلاَيُمَنُّ عَلَيْك. يَاذَا الْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ. يَاذَا الطَّوْلِ والْإِنْعَامِ, لاَإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِئيْن, وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْن, وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْن. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ مِنْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَتَقْتِيْرِ رِزْقِيْ وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَل, عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَل {يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ} إِلهِيْ بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَم, فِيْ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّم, الَّتِيْ يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَم, اكْشِفْ عَنِّيْ مِنَ الْبَلاَءِ مَا أَعْلَم, وَمَا لاَ أَعْلَم, وَاغْفِرْ لِيْ مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَم. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَعْظَمِ عِبَادِكَ حَظًّا وَنَصِيْبًا فِيْ كُلِّ شَيْئٍ قَسَمْتَهُ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ نُوْرٍ تَهْدِيْ بِهِ, أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا, أَوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهُ, أَوْ فَضْلٍ تُقَسِّمُهُ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ, يَاللهُ, يَاللهُ, لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ هَبْ لِيْ قَلْبًا تَقِيًّا نَقِيًّا, مِن َالشِّرْكِ بَرِيًّا, لاَ كَافِرًا وَلاَ شَقِيًّا, وَقَلْبًا سَلِيْمًا خَاشِعًا ضَارِعًا. اللَّهُمَّ امْلَأْ قَلْبِيْ بِنُوْرِكَ وَأَنْوَارِ مُشَاهَدَتِكَ, وَجَمَالِكَ وَكَمَالِكَ وَمَحَبَّتِكَ, وَعِصْمَتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَعِلْمِكَ, يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 

Ya Allah, wahai Dzat yang memiliki anugerah dan tidak diberi anugerah kepada-Mu. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai Dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau, tempat bersandar bagi orang yang memohon pertolongan, pelindung bagi orang yang mencari perlindungan, dan tempat yang aman bagi orang yang ketakutan. 

Ya Allah, jika Engkau telah menuliskan aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuzh) sebagai orang yang celaka, terhalang, atau sempit rezekinya, maka hapuskanlah kecelakaan, keterhalangan, dan kesempitan rezekiku itu dari Ummul Kitab. Dan tetapkanlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang bahagia, luas rezekinya, serta mendapat taufik untuk melakukan amal kebajikan.

Sebab Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah kebenaran, dalam kitab yang Engkau turunkan kepada Nabi yang Engkau utus: 'Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.' 

Tuhanku, demi keagungan penampakan-Mu yang paling besar pada malam pertengahan bulan Sya'ban yang mulia, malam yang pada saat itu dipisahkan (ditetapkan) segala urusan yang penuh hikmah dan diputuskan; lepaskanlah aku dari bala bencana yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui, dan ampunilah aku atas apa yang hanya Engkau yang lebih mengetahuinya.

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk hamba-Mu yang mendapatkan bagian dan nasib paling besar dalam segala hal yang Engkau bagikan pada malam ini, baik berupa cahaya yang Engkau beri petunjuk dengannya, rahmat yang Engkau tebarkan, rezeki yang Engkau luaskan, atau karunia yang Engkau bagikan kepada hamba-hamba-Mu yang beriman. Ya Allah, Ya Allah, tiada Tuhan selain Engkau. 

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku hati yang bertakwa dan bersih, bebas dari kesyirikan, bukan hati yang ingkar maupun celaka; serta hati yang selamat, khusyuk, dan rendah hati.

Ya Allah, penuhilah hatiku dengan cahaya-Mu, cahaya penyaksian kepada-Mu, keindahan-Mu, kesempurnaan-Mu, cinta-Mu, penjagaan-Mu, kekuasaan-Mu, dan ilmu-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang. Semoga selawat dan salam Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya." 

Demikian waktu malam Nisfu Sya'ban tahun 1447 H beserta amalan yang bisa kita lakukan. Semoga kita bisa melaksanakannya dan mendapatkan keberkahan dalam kehidupan. Amin. Wallahu a'lam.


Editor: Muhammad Faizin
logo