Ciri orang yang Meraih Lailatul Qadar menurut Prof Quraish Shihab

Ciri orang yang Meraih Lailatul Qadar menurut Prof Quraish Shihab

Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang hanya terjadi di bulan Ramadhan. Umat Islam yang mendapatkan malam spesial ini dinilai sangat beruntung karena akan mendapat pahala ibadah setara dengan seribu bulan atau sekitar 83 tahun 3 bulan.

Rasulullah menganjurkan kepada umat Islam agar mencari Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah sendiri telah mencontohkannya, hal ini sebagaimana diungkap dalam sebuah hadits sebagaimana berikut:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ

Artinya: “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim)

Kesempatan bagi umat Islam untuk mendapatkan Lailatul Qadar sangat terbuka lebar. Menurut Imam Nawawi, di setiap bulan Ramadhan banyak sekali umat Islam yang mendapatkan malam seribu bulan tersebut. Lailatul Qadar juga diperuntukkan hanya untuk umat nabi Muhammad dan Allah tidak memberikan malam agung ini kepada umat terdahulu. (Imam Nawawi, Majmu Syarah al-Muhadzab [KSA, Maktabah Al-Irsyad: t.t], juz VI, halaman 494)

Di sisi lain, Lailatul Qadar adalah malam misteri yang dirahasiakan keberadaannya, hal ini kadang menimbulkan rasa penasaran bagi sebagian orang, apakah ada tanda atau ciri tertentu bagi umat Islam yang mendapat Lailatul Qadar?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Professor Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan tanda atau ciri orang yang mendapatkan Lailatul Qadar, yaitu adanya perubahan total dalam diri seseorang. 

Bisa jadi sebelum mendapatkan Lailatul Qadar, seseorang masih sering melakukan pelanggaran kecil atau besar. Ketika mendapat Lailatul Qadar mulai timbul kesadaran dalam hatinya tentang dosa dan kelemahannya di hadapan Allah. 

Kesadaran ini mengantarkan seseorang untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah sambil menginsafi kesalahannya. Kesadaran dan keinsafan itulah yang mengubah sikapnya 180 derajat. Jika dalam diri seseorang muncul kesadaran semacam ini, maka hal tersebut menjadi bukti bahwa ia telah mendapatkan Lailatul Qadar.

Masih menurut Quraish Shihab, kesadaran ini memang bisa muncul kapan saja, tetapi pada malam-malam Ramadhan, khususnya di sepuluh malam terakhir, kesempatan untuk mendapatkannya pun sangat besar, apalagi bagi mereka yang sejak awal Ramadhan telah mengasah dan mengasuh jiwanya. Allah sendiri telah menetapkan pada salah satu malam Ramadhan itu untuk tujuan tersebut. 

Kesadaran ini bisa menjadi semacam “peletakan batu pertama” dalam diri seseorang untuk terus melakukan kebajikan di sepanjang hayatnya. (M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah; Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an [Jakarta, Lentera Hati: 2005], juz XV, halaman 428).

Dengan demikian, menurut Prof Quraish Shihab, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar adalah mereka yang mendapatkan energi untuk meninggalkan dosa dan terus melakukan amal saleh di sepanjang hidupnya.

Mengingat hal tersebut, di sisa terakhir bulan Ramadhan ini sudah selayaknya kita sebagai umat Islam untuk terus memperbaiki diri secara lahir dan batin serta terus meningkatkan ibadah. Diharapkan dengan upaya ini bisa mendapatkan Lailatul Qadar. Wallahu a‘lam.


Editor: Muhammad Faizin
logo