Membaca surat Al-Kahfi di Hari Jumat memiliki banyak keutamaan yang luar biasa. Hal ini dijelaskan dalam beberapa hadits Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah 3 keutamaan tersebut ri para ulama.
1. Mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah
Rasulullah SAW menyebut bahwa orang yang membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat akan diberi cahaya yang menyinari jalannya hingga ke Baitul ‘Atiq [Ka’bah] di Makkah. Cahaya ini mencerminkan keberkahan dan petunjuk dari Allah SWT bagi mereka yang menunaikan amal ibadah dengan ikhlas dan konsisten.
Keberkahan ini tidak hanya terbatas pada dunia, tetapi juga mengarahkan kepada kehidupan akhirat. Pasalnya, amalan yang dilakukan dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah selalu mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah.
Simak dalam hadits berikut;
أَخْرَجَ الْحَاكِمُ وَالْبَيْهَقِيُّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ.
Artinya: “Telah meriwayatkan Al-Hakim dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Al-Khudri, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, akan diterangi cahaya baginya dari antara dirinya hingga ke Baitul ‘Atiq [Ka’bah].”
Pada hadits lain, salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Thabrani, dan Ibnu Mardawaih dari Mu’adz bin Anas menyebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang membaca awal surat Al-Kahfi dan akhirnya, maka akan ada cahaya baginya dari kakinya hingga kepalanya, dan barang siapa yang membacanya seluruhnya, maka akan ada cahaya baginya antara langit dan bumi.”
Cahaya yang dimaksud dalam hadits ini melambangkan petunjuk, keberkahan, dan perlindungan dari Allah SWT. Membaca surat Al-Kahfi di hari Jumat dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan di dunia, serta menjadi tanda kebaikan di akhirat.
وأخرج أحمد ، والطبراني ، وابن مردويه ، عن معاذ بن أنس، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : “من قرأ أول سورة “الكهف” وآخرها كانت له نورا من قدمه إلى رأسه، ومن قرأها كلها كانت له نورا ما بين الأرض إلى السماء” .
Artinya: “Ahmad, Thabrani, dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Mu’adz bin Anas, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: ‘Barang siapa yang membaca awal surat Al-Kahfi dan akhirnya, maka akan ada cahaya baginya dari kakinya hingga kepalanya, dan barang siapa yang membacanya seluruhnya, maka akan ada cahaya baginya antara langit dan bumi.“
2. Menghapus dosa
Menurut sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur, Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi sebelum imam selesai dari sholat Jumat, maka dosa-dosanya antara hari itu hingga Jumat berikutnya akan diampuni.
Keutamaan ini menunjukkan betapa besar pahala yang bisa diperoleh dari membaca surat Al-Kahfi pada hari yang penuh berkah ini.
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ قَبْلَ أَنْ يَخْرُجَ الْإِمَامُ كَانَتْ لَهُ كَفَارَةٌ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ، وَبَلَغَ نُورُهَا الْبَيْتَ الْعَتِيقَ
Artinya: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi sebelum imam selesai dari sholat, maka baginya kafarat di antara hari itu dan hari Jumat, dan cahayanya akan mencapai Baitul ‘Atiq.” [Sa’id bin Manshur].
Pada sisi lain dalam kitab Ad-Durrul Mantsur fi Tafsir al Ma’tsur, karya Imam Jalaluddin Suyuthi mengatakan terdapat penjelasan mengenai keutamaan membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat.
Imam Suyuthi mengutip sebuah riwayat dari Ibnu Ad-Durais yang menyatakan bahwa Abu Mihlab berkata, “Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka itu akan menjadi penebus dosa baginya hingga Jumat berikutnya.” Riwayat ini menunjukkan bahwa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat memiliki manfaat spiritual yang besar, yakni dapat menghapus dosa-dosa yang dilakukan selama satu minggu penuh.
وأخرج ابن الضريس عن أبي المهلب قال : من قرأ سورة “الكهف” في يوم الجمعة كانت له كفارة إلى الجمعة الأخرى
Artinya: “Dan diriwayatkan oleh Ibnu Ad-Durais dari Abu Mihlab, ia berkata: Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka itu akan menjadi penebus dosa baginya hingga Jumat berikutnya.” [Imam Jalaluddin Suyuthi, ad Durrul Mantsur Fi Tafsir al Ma’tsur, Jilid IX, halaman 473].
3. Terhindar dari fitnah Dajjal
Pada sisi lain, keutamaan lain dari membaca surat Al-Kahfi di hari Jumat adalah terhindar dari fitnah Dajjal. Dajjal adalah sosok yang akan muncul di akhir zaman dan membawa fitnah yang besar bagi umat manusia. Membaca surat Al-Kahfi di hari Jumat dipercaya dapat menjadi benteng diri dari godaan dan tipu daya Dajjal.
وأخرج الحاكم وصححه عن أبي سعيد قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “من قرأ سورة “الكهف” كما أنزلت ثم خرج الدجال، لم يسلط عليه ولم يكن له [ ص: 477 ] عليه سبيل” .
Artinya: “Dan al-Hakim meriwayatkan dan mensahihkannya dari Abu Sa’id yang berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Barang siapa membaca surat Al-Kahfi sebagaimana diturunkan, kemudian Dajjal keluar, maka dia (Dajjal) tidak akan menguasainya dan tidak akan menemukan jalan untuk mengganggunya.” [HR. Hakim]
Imam al-Mubarakfuri, dalam kitab Tuhfatul al-Ahwazi, mengatakan membaca surat Al-Kahfi, memiliki keutamaan yakni perlindungan dari fitnah Dajjal. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawi, bahwa di awal surat ini terdapat keajaiban-keajaiban dan ayat-ayat yang jika direnungkan, akan melindungi seseorang dari fitnah Dajjal.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mempelajari dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an secara mendalam untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai macam fitnah dan kejahatan.
أي حفظ عن فتنته وشره . قال النووي : قيل سبب ذلك ما في أولها من العجائب والآيات فمن تدبرها لم يفتتن بالدجال وكذا في آخرها قوله تعالى : أفحسب الذين كفروا أن يتخذوا . انتهى
Artinya: “Artinya, terjaga dari fitnah dan kejahatannya. Imam Nawawi berkata: Dikatakan bahwa penyebabnya adalah karena di awal surat ini terdapat keajaiban-keajaiban dan ayat-ayat yang barangsiapa merenungkannya tidak akan terfitnah oleh Dajjal, demikian pula di akhir surat ini terdapat firman Allah Ta’ala: “Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka bisa mengambil...” Selesai." [Mubarakfuri, Tuhfatul al Ahwazi, Jilid VIII, [Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, tt] halaman 157.]
Dengan demikian, membaca surat al-Kahfi di hari Jumat tidak hanya memberikan pahala yang berlimpah, tetapi juga menjadi benteng diri dari fitnah dan pengingat tentang hari akhir. Seyogianya, amalan ini sebagai kebiasaan untuk meraih keberkahan di hari mulia ini.
Editor: Muhammad Faizin
