Peringatan Keras dari Rasulullah bagi Pemelihara Hewan

Peringatan Keras dari Rasulullah bagi Pemelihara Hewan

Allah menciptakan makhluk di alam ini dengan penuh kasih sayang. Terciptanya manusia, binatang, jin, termasuk tumbuh-tumbuhan, gunung, langit, bumi, samudera, bebatuan adalah bukti kekuasaan dan kasih sayang Allah. Karena itu, inti dari penciptaan makhluk adalah kasih sayang.  

Berkenaan dengan hal itu, sudah semestinya antar makhluk memiliki kepedulian, rasa empati, kasih sayang, termasuk kepada binatang peliharaan. Semua memiliki kebutuhan primer seperti oksigen, makan, minum, juga urusan biologis. Semua kebutuhan itu harus diperhatikan oleh pemelihara hewan piaraan.

Tidak jarang, pemelihara binatang lupa memberi makanan atau minuman untuk binatang piaraannya, sehingga mengakibatkan sakit dan kemudian mati. Rasulullah memperingatkan: 

عُذِّبَتْ اِمْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلْتِ النَّارَ فِيهَا، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا إِذْ هِيَ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ اَلْأَرْضِ.رواه البخاري ومسلم 

Artinya: "Seorang perempuan mendapatkan siksa, sebab kucing piaraannya dalam kurungan telah mati, lalu perempuan itu masuk neraka. Penyebab utamanya karena perempuan itu tidak memberi kucing piaraannya makan dan minum ketika berada dalam kurungan, dan tidak melepaskannya untuk dapat menyantap makanan yang tercecer di tanah /mencari makan sendiri." (HR al-Bukhari dan Muslim).

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan:

وفِي الحَدِيثِ دَلِيلٌ لِتَحْرِيمِ قَتْلِ الهِرَّةِ وتَحْرِيمِ حَبْسِها بِغَيْرِ طَعامٍ أوْ شَرابٍ وأمّا دُخُولُها النّارَ بِسَبَبِها فَظاهِرُ الحَدِيثِ أنَّها كانَتْ مُسْلِمَةً وإنَّما دَخَلَتِ النّارَ بِسَبَبِ الهِرَّةِ

Artinya: "Dalam hadits ini menunjukkan akan keharaman membunuh kucing dan mengurungnya tanpa memberi makanan atau minuman. Adapun perempuan masuk neraka, itu disebabkan perbuatan tidak memberi makanan atau minuman. Sangat jelas bahwa hadits ini menjelaskan perempuan Muslimah yang masuk neraka (tidak selamanya) itu disebabkan kucing yang tidak dikasih makanan atau minuman hingga mati."

Islam adalah agama yang mengedepankan kasih sayang, termasuk terhadap binatang yang kecil. Bahkan saat akan menyembelih binatang kurban pun harus diperlakukan dengan kasih sayang. Oleh karena itu Rasulullah mengancam, siapa pun yang membunuh burung pipit karena iseng akan mendapatkan siksa. Nabi Muhammad bersabda:

مَنْ قَتَلَ عُصْفُورًا عَبَثًا عُجَّ إلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ يَا رَبِّ إنَّ فُلَانًا قَتَلَنِي عَبَثًا وَلَمْ يَقْتُلْنِي مَنْفَعَةً. رواه النَّسَائِيُّ وَابْنُ حِبَّانَ 

Artinya: "Siapa saja yang membunuh burung pipit, maka pada hari kiamat burung itu akan berteriak keras kepada Allah dengan berkata: Wahai Tuhanku, sungguh Fulan telah membunuhku karena iseng dan ia tidak membunuhku karena untuk dimanfaatkan sebagaimana mestinya. "(HR an-Nasai dan Ibnu Hibban). 

Dengan demikian, siapa pun yang hobi memelihara binatang, maka wajib memenuhi kebutuhan pokoknya, hingga persoalan kebutuhan biologisnya. 

Jika binatang piaraan itu berada dalam kurungan, maka pemelihara harus memenuhi kebutuhannya. Terutama kebutuhan makanan dan minumannya. Sebab orang yang mengurung hewan dan tidak memberinya makan minum hingga mati, maka ia berdosa dan diancam masuk neraka. Merawat dan memperhatikan kebutuhan pokok binatang piaraan merupakan bentuk kasih sayang.


Editor: Muhammad Faizin
logo