Cara Raih Lailatul Qadar walau Kerja Lembur

Cara Raih Lailatul Qadar walau Kerja Lembur

Arina.id - Mendapatkan malam Lailatul Qadar merupakan suatu impian yang pasti diinginkan oleh setiap Muslim di bulan Ramadan. Pasalnya, malam ini menawarkan berbagai keutamaan, yakni ibadah pada malam ini setara dan lebih baik daripada seribu bulan. Sehingga, kita bisa meraih amal ibadah secara maksimal di sepanjang umur kita yang relatif pendek dibandingkan umat-umat terdahulu.

Namun, bagi mereka yang sedang sibuk bekerja, terutama sampai larut malam, apalagi pekerja shift malam, acapkali muncul rasa pesimis. Mereka merasa tidak akan mendapatkan malam Lailatul Qadar karena hanya sibuk dengan perkara dunia.

Lantas, bagaimana cara agar tetap bisa meraih keutamaan malam penuh berkah ini meski waktu dan tenaga banyak terkuras untuk pekerjaan?

Dalam litertur kitab fiqih ditemukan keterangan bahwa meraih malam Lailatul Qadar terbagi menjadi 3 tingkatan. Pertama, tingkatan tertinggi yakni mengisi malam Lailatul Qadar dengan ibadah terutama sholat. Kedua, tingkatan menengah yakni dengan memperbanyak zikir dan mengingat Allah di sebagian besar malam. Dan yang terakhir, tingkatan paling ringan, yakni cukup dengan menunaikan sholat Isya’ dan Subuh berjamaah.

وَمَرَاتِبُ إِحْيَائِهَا ثَلَاثَةٌ: عُلْيَا وَهِيَ إِحْيَاءُ لَيْلَتِهَا بِالصَّلَاةِ، وَوُسْطَى وَهِيَ إِحْيَاءُ مُعْظَمِهَا بِالذِّكْرِ، وَدُنْيَا وَهِيَ أَنْ يُصَلِّيَ الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَالصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ.

Artinya: ”Menghidupkan malam Lailatul Qadar bisa dilakukan dalam tiga tingkatan. Tingkatan tertinggi adalah mengisi sepanjang malam dengan ibadah, terutama sholat. Tingkatan menengah dilakukan dengan memperbanyak zikir dan mengingat Allah sepanjang sebagian besar malam. Sementara itu, tingkatan yang paling ringan cukup dengan menunaikan sholat Isya dan Subuh secara berjamaah.” (Nihayatuz Zain, halaman 198)

Bagi yang sibuk bekerja hingga larut malam, mereka bisa tetap meraih malam Lailatul Qadar dengan melakukan tingkatan yang paling ringan yakni cukup dengan menunaikan sholat Isya’ atau Subuh berjamaah.

Jika tidak memungkinkan untuk sholat Isya dan Subuh secara berjamaah, mereka tetap bisa meraih keutamaan malam Lailatul Qadar melalui pekerjaan yang mereka lakukan. Sebab, dalam Islam, ibadah terbagi menjadi dua jenis: ibadah mahdah (ritual), seperti sholat dan zikir, serta ibadah ghairu mahdah (non ritual), seperti sedekah, mencari nafkah, menuntut ilmu, dan lainnya.

Bekerja dengan tujuan mencari nafkah juga termasuk ibadah. Oleh karena itu, pekerja, terutama yang mendapat shift malam tidak perlu khawatir. Mereka tetap bisa meraih pahala selama bekerja dengan niat yang benar, baik untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun keluarga.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ

Artinya: “Uang yang kita gunakan untuk berjuang di jalan Allah, untuk membebaskan budak, untuk disedekahkan kepada orang miskin, dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, kesemuanya bernilai pahala namun yang paling besar pahalanya adalah uang/ nafkah yang kita berikan kepada keluarga guna memenuhi kebutuhan.” (HR Muslim)

Dengan demikian, para pekerja malam tidak perlu khawatir. Mereka tetap bisa meraih keutamaan malam Lailatul Qadar dengan menghidupkannya melalui amalan yang paling ringan, seperti sholat Isya atau Subuh secara berjamaah. Alternatif lainnya adalah dengan berniat bekerja untuk mencukupi nafkah keluarga, karena hal ini juga bernilai ibadah. Semoga bermanfaat. Wallāhu a‘lam bishshawāb.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor: Muhammad Faizin
logo